Skip to main content

TERIMA DIA TETAPI TIDAK MEMBENARKAN DIA

Perjalanan kereta kehidupanku, yang dijelaskan di tulisanku sebelum aku menulis ini (judulnya kereta kehidupan) penuh dengan situasi yang terkadang tidak diinginkan. Contohnya adalah bertemu dengan orang yang berbeda karakter dan berbeda prinsip dengan diriku. 

Setelah lebih dari 39 tahun diijinkan hidup di dunia ini, aku terus melihat dengan mata kepala sendiri bahwa dalam sebuah lingkungan, tidak ada lingkungan yang semua orang di dalamnya karakternya bisa cocok dengan aku. Selalu ada karakter-karakter yang berbeda dan bahkan sangat bertolak belakang dengan karakter aku. Itulah kehidupan. Itulah lingkungan.


Nah, alhamdulillah saat ini aku sudah berada dalam tahap di mana bisa menerima karakter-karakter yang berbeda dengan aku. Namun, tantangan yang aku sendiri terus berjuang melewatinya saat ini ada dua hal.

Pertama, bagaimana aku sebagai senior dalam sisi usia dan pengalaman, bisa memberikan pemahaman dan menjaga sikap rekan-rekan yang berusia lebih muda untuk merespon dengan bijaksana segala karakter yang berbeda dengan mereka, bahkan sangat mereka tidak sukai. Mereka perlu sadar bahwa itu biasa dalam kehidupan. Mereka harus bisa menghilangkan rasa shock yang membuat mereka secara sadar tidak sadar menjadi tidak produktif. Jangan sampai karakter yang berbeda mempengaruhi kinerja mereka. Mereka tidak bisa menjadikan karakter yang mereka tidak sukai itu sebagai alasan mereka malas bekerja atau bahkan memberontak terhadap aturan perusahaan atau atasan. Itu langkah yang tidak tepat.

Kedua, aku harus menjadi teladan dan mengajak lingkungan untuk mengurangi pembicaraan ketidakpuasan terhadap karakter yang berbeda atau bahkan bertolak belakang dengan diriku. Kebiasaan membicarakan orang lain walau dalam konteks ingin mencari solusi untuk menyikapi karakter yang berbeda secara tidak sadar mengalir meningkatkan potensi semangat kerja menurun.

Aku diingatkan oleh calon istriku untuk bisa bukan hanya menerima orang yang karakter yang tidak aku sukai, tetapi juga tidak selalu membicarakan dia ketika aku berkomunikasi dengan calon istriku. Aku diingatkan untuk menerima dia walau belum tentu setuju dengan apa yang dia katakan atau lakukan. 

Menurut dia, yang lebih penting aku berusaha melakukan tanggung jawab sesuai dengan apa yang aku tahu, terus belajar hal-hal berkaitan dengan tanggung jawabku (apalagi yang selama ini tidak menjadi fokus aku) dan aku harus bisa dengan ikhlas melakukan semuanya itu karena melihatnya sebagai amanah dari Allah bukan amanah dari manusia saja. Aku harus menjaga keikhlasanku walau situasinya tidak sesuai dengan harapan atau standarku. Pada akhirnya itu membuat aku lebih menjaga energi positifku dalam bekerja dan insya Allah itu mempengaruhi lingkunganku.

Tidak mudah memang, tetapi bukan berarti tidak bisa. Itulah sebabnya aku harus terus sadar diri bahwa aku ini orang yang banyak dosa dan bukan orang baik sehingga aku tidak menghakimi orang lain dan aku berserah kepada Allah setiap waktunya agar melakukan setitik kebaikan terutama dalam situasi atau lingkungan yang tidak ideal. 


Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Surgamu

 “Akhirnya aku menemukan surgaku dengan terjun di dunia finansial.” Kalimat yang membuatku tiba-tiba menjadi lebih fokus mendengarkan cerita seorang teman tentang aktivitasnya sehari-hari.  Teman ini mengakui bahwa dia mememukan surganya lewat apa yang dilakukan sekarang di dunia finansial. Tanpa memaksa, dia juga mengundang aku untuk masuk ke dunia itu suatu waktu. “Tidakkk…” kata itu yang keluar dengan nada teriak penuh penyesalan dari mulut anak salah satu dosenku, ketika ayahnya tersebut menghukum dia dengan tidak boleh menikmati dessert karena dia telah melakukan kesalah. Bagi anak tersebut, dessert adalah segala-galanya. Dosenku bilang, desser adalah surga bagi dia. Terutama karena dia bisa menikmati es krim. “Goooollll!!!” Wah…membaca atau mendengar kata itu sudah membuat rata-rata kita tahu, sepakbola memang menjadi surga bagi banyak orang. Banyak orang lho..tidak semua..hehehe… Baru saja dahaga menonton sepakbola lokal terobati dengan dilangsungkannya pertandingan ujicoba

Tempat Duduk di Tempat Ngopi

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen

#harussiap

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen