Skip to main content

PERUBAHAN...APAKAH ENGKAU SEBUAH KEMATIAN?

 


Tempat kerjaku saat ini (ditulis tanggal 31 Agustus 2021), memiliki dua kantor. Suatu siang, aku berangkat dari kantor yang satu untuk ke kantor yang lain, yang juga merupakan tempat tinggalku sejak pertama aku bekerja di tempat kerjaku saat ini.

Ketika sampai, aku disambut dengan sebuah informasi bahwa kamarku, yang berada di lantai 1, dijadikan ruang kantor, tempat direktur dan manajer marketing bekerja, selain tempat bertemu orang-orang penting. Informasi tersebut adalah sebuah informasi perubahan yang tidak pernah aku duga.

Mangkel? Hahaha… bisa tinggal di sebuah rumah tanpa harus bayar biaya sewa saja sudah alhamdulillah. Bisa tidur di lantai 1 sendirian dengan AC yang paling ok di antara AC-AC lainnya adalah alhamdulillah. Jika aku diminta untuk pindah, tidak pantas aku protes apalagi menolak. Perubahan itu harus aku terima dengan ikhlas.

Nah, ceritaku itu adalah salah satu contoh perubahan yang sederhana. Bagaimana jika terjadi perubahan yang memberi dampak signifikan pada diri kita yang tidak kita inginkan? Apakah kita bisa melihatnya sebagai sesuatu yang positif, mengambil pelajaran dari itu, atau sebaliknya, mengeluh, protes karena tidak siap dan atau tidak mau terjadi perubahan, yang tidak kita inginkan.

Aku bisa terjebak di zona nyaman tidur di kamar yang seperti aku bilang di atas, adalah kamar yang paling nyaman di rumah itu, karena AC nya tidak rusak  seperti AC di kamar-kamar lainnya. Namun, alhamdulillah, aku diingatkan bahwa semuanya yang aku dapatkan selama ini semata hanya rejeki dari Allah dan tidak berhak aku pegang erat-erat. Jika Allah ingin mengambilnya, aku harus ikhlas. InsyaAllah dalam situasi harus berpindah kamar, di lantai 2 yang secara sinyal kurang baik serta AC yang kurang mantap, aku ikhlas menerimanya.

Adalah baik jika aku berfokus untuk beradaptasi dengan perubahan ini daripada menghabiskan tenaga dan pikiran ngedumel karena diharuspkan pindah ke tempat yang tidak ideal dan mendadak lagi. Malam-malam aku harus minta tolong salah satu temenku yang tinggal di situ, yang sedang sakit, untuk membantu aku mengankat Kasur spring bedku ke lantai dua denga menggunakan tangga di Lorong yang sempit. Aku juga harus berolahraga malam-malam memindahkan semua barang-barangku, termasuk pakaian di lemari ke lemari yang harus berbagi dengan temanku.

Alhamdulillah aku diingatkan alias ditegur Allah untuk tidak mengeluh namun harus ikhlas dan melihat sebuah perubahan bukan sebagai sebuah kematian, tetapi sebuah kenyataan yang akan selalu aku hadapi kapanpun. Bukan hanya membolak-balikan hati manusia, Allah juga bisa membolak-balikkan keadaan kita, kapanpun diam mau. Aku harus berjuang menerima dan merespon dengan benar kenyqataan itu.

Hidupku di tahun 2021 ini, menjelang bulan kelahiranku, banyak mengalami perubahan yang signifikan. Alhamdulillah malam terakhir di bulan Agustus 2021 aku diingatkan oleh Allah bagaimana seharusnya menyikapi perubahan yang ada dalam hidupku lewat sebuah pengalaman pindah kamar. Ikhlas dan melihat dari sisi positif perubahan apapun. Perubahan akan selalu ada, entah itu sengaja atau tidak sengaja, dan waktunya tidak pernah diduga. Itulah satu-satunya ciri perubahan yang sama dengan kematian. 😊

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Surgamu

 “Akhirnya aku menemukan surgaku dengan terjun di dunia finansial.” Kalimat yang membuatku tiba-tiba menjadi lebih fokus mendengarkan cerita seorang teman tentang aktivitasnya sehari-hari.  Teman ini mengakui bahwa dia mememukan surganya lewat apa yang dilakukan sekarang di dunia finansial. Tanpa memaksa, dia juga mengundang aku untuk masuk ke dunia itu suatu waktu. “Tidakkk…” kata itu yang keluar dengan nada teriak penuh penyesalan dari mulut anak salah satu dosenku, ketika ayahnya tersebut menghukum dia dengan tidak boleh menikmati dessert karena dia telah melakukan kesalah. Bagi anak tersebut, dessert adalah segala-galanya. Dosenku bilang, desser adalah surga bagi dia. Terutama karena dia bisa menikmati es krim. “Goooollll!!!” Wah…membaca atau mendengar kata itu sudah membuat rata-rata kita tahu, sepakbola memang menjadi surga bagi banyak orang. Banyak orang lho..tidak semua..hehehe… Baru saja dahaga menonton sepakbola lokal terobati dengan dilangsungkannya pertandingan ujicoba

Tempat Duduk di Tempat Ngopi

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen

#harussiap

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen