Skip to main content

Allah itu maunya apa?


Pertanyaan itu kadang-kadang muncul di pikiranku tanpa diundang. Pertanyaan itu muncul karena kondisi diriku sekarang bukan berada dalam kondisi ideal atau idaman. Intinya aku “sendirian” sekarang.


Aku berusaha menebak apa jawaban Allah jika hal itu aku tanyakan ketika aku bertemu Dia langsung. Tetapi, aku sadar bahwa aku bukan Dia. Semakin aku pikirkan, semakin aku lelah dan stres. Oleh karena itulah aku membiarkan hidupku mengalir tanpa memikirkan tentang masa depan. Prinsip ini juga aku pegang karena belum tentu aku besok ada. Aku tetap melakukan yang bisa aku lakukan, tetapi aku semakin pasrah dan berprasangka baik pada Allah, sehingga apapun yang terjadi dalam hidupku, entah itu menurut standarku tidak aku inginkan, aku tetap menerimanya tanpa ngedumel.

Bersyukur di akhir bulan Mei 2021 ini aku akhirnya mendapatkan pekerjaan. lokasi tempat kerjaku bukan di Malang, lokasi yang aku sangat dambakan. Namun, di kota lain yang secara cuaca saja sudah beda dengan Malang. Pada akhirnya aku terus diingatkan untuk boleh saja berharap yang terbaik menurut pikiranku, tetapi harus legowo menerima kenyataan yang terbaik menurut Allah yang sama sekali tidak terpikirkan atau kadang terpikirkan tetapi itu bukan harapan terbaik menurutku. Aku terus diingatkan bahwa segala dari Allah selalu yang terbaik jauh melebihi segala yang terbaik dari manusia

 

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Surgamu

 “Akhirnya aku menemukan surgaku dengan terjun di dunia finansial.” Kalimat yang membuatku tiba-tiba menjadi lebih fokus mendengarkan cerita seorang teman tentang aktivitasnya sehari-hari.  Teman ini mengakui bahwa dia mememukan surganya lewat apa yang dilakukan sekarang di dunia finansial. Tanpa memaksa, dia juga mengundang aku untuk masuk ke dunia itu suatu waktu. “Tidakkk…” kata itu yang keluar dengan nada teriak penuh penyesalan dari mulut anak salah satu dosenku, ketika ayahnya tersebut menghukum dia dengan tidak boleh menikmati dessert karena dia telah melakukan kesalah. Bagi anak tersebut, dessert adalah segala-galanya. Dosenku bilang, desser adalah surga bagi dia. Terutama karena dia bisa menikmati es krim. “Goooollll!!!” Wah…membaca atau mendengar kata itu sudah membuat rata-rata kita tahu, sepakbola memang menjadi surga bagi banyak orang. Banyak orang lho..tidak semua..hehehe… Baru saja dahaga menonton sepakbola lokal terobati dengan dilangsungkannya pertandingan ujicoba

Tempat Duduk di Tempat Ngopi

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen

#harussiap

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen