Skip to main content

Perlakukan Face Shield Seperti Sepatu Brodo

Penggunaan face shield menjadi salah satu rekomendasi untuk mencegah terjangkit virus corona selain masker. Secara otomatis, penggunaan face shield menjadi tren belakangan ini. Peminatnya semakin banyak di Indonesia.

Model face shield yang menarik perhatian itu pun beragam, ada yang dipakaikan di telinga layaknya memakai kacamata, ada pula yg digunakan di kepala seperti ditulis oleh Evi Larassaty dalam laman GridHEALTH.id.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan face shield yang sedang tren:

1.    Face shield atau masker?

Apakah face shield harus menggunakan masker atau tidak? Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, seperti dikutip oleh Aldzah Fatimah Aditya dalam laman Idntimes.com mengatakan "kami mengibaratkan penggunaan face shield tanpa masker, ibarat orang yang menggunakan payung, yang bisa melindungi dari tetesan air dari atas tetapi tidak dari samping," ujarnya dalam keterangan pers yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia.

Seperti dikutip oleh Evi Larassaty, seorang Dokter Anak dr. Arifianto, sp.a, membandingkan keuntungan dan kerugian dari face shield dan masker wajah.

Masker wajah

Face shield

·         Hampir menutup satu sisi wajah

·         Sisi samping terbuka, menjadikan potensi aerosol dan partikel kecil masuk

·         Masker kain bisa dicuci, tetapi masker sekali pakai tidak bisa

·         Mudah dicuci dan dibersihkan

·         Menyulitkan komunikasi karena tidak membaca gerakan bibir

·         Gerakan bibir saat berkomunikasi terlihat

·         Masa pakai terbatas

·         Mencegah penggunaannya menyentuh wajah

·         Berpotensi menyentuh wajah berulang untuk memperbaiki posisi

·         Memudahkan bernapas

·         Kadang sulit bernapas

·         Melindungi mata

·         Tidak melindungi area mata

 

 

Oleh karena itu, penggunaan face shield harus dibarengi dengan penggunaan masker.

2.    Perlakukan face shield seperti sepatu Brodo, sepatu lokal yang trendi dan berkualitas kece

 

Analoginya ini digunakan karena face shield (dan juga sebenarnya masker) belakangan ini menjadi barang-barang yang berharga. Face shield berharga karena dibutuhkan dan trendi. Begitu juga sepatu merk Brodo, sepatu lokal yang sudah terlebih dulu menjadi tren.

Setiap pemilik sepatu Brodo tentu menjaga sepatu tersebut sebaik mungkin bukan hanya supaya bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Namun juga karena sepatu ini memberikan sebuah nilai tambah bagi yang menggunakannya. Kualitas desain dan bahan dari sepatu ini patut diacungi jempol. Pemilik sepatu Brodo akan melangkah dengan berhati-hati, menaruhnya di tempat yang aman, membersihkannya dengan rutin dan menggunakan alat yang tepat.

Perlakuan yang melihat face shield sama berharganya dengan sepatu Brodo membuat face shield bukan hanya bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama namun juga tetap trendi. Berikut beberapa saran agar face shield dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dikutip dari laman CNNIndonesia.com:

a.       dibuka bukan dengan menyentuh bagian depan. Bukalah face shield dengan tahapan yang benar. Bukan dengan menyentuh bagian depan, melainkan dengan menyentuh bagian gagang agar tangan tak terkontaminasi virus dari bagian depan face shield.

b.      kurangi melepas face shield. Kurangi aktivitas melepas dan memakai kembali face shield. Semakin sering Anda membuka lalu memakai kembali maka akan membuat risiko penularan meningkat.

c.       tidak meletakkan face shield sembarangan. Simpan face shield dengan saksama. Jangan meletakkan face shield sembarangan setelah tidak digunakan. Pastikan tempat penyimpanan face shield sudah bersih agar tak ada bakteri dan virus yang menempel.

d.      bersihkan face shield. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (Komite PPI RS) RSCM melalui akun instagram menyarankan untuk membersihkan face shield dengan menggunakan alkohol 70 persen. Membersihkan face shield juga bisa dilakukan dengan detergen dan air, lalu dikeringkan.

Mari tetap menggunakan masker (selain face shield) dan memperlakukan face shield dengan tepat. Dua hal ini menjadi hal yang baik untuk diperhatikan agar face shield menjadi nilai tambah. Nilai tambah bukan hanya dari sisi penampilan namun terlebih dari sisi pendukung kesehatan.


Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Surgamu

 “Akhirnya aku menemukan surgaku dengan terjun di dunia finansial.” Kalimat yang membuatku tiba-tiba menjadi lebih fokus mendengarkan cerita seorang teman tentang aktivitasnya sehari-hari.  Teman ini mengakui bahwa dia mememukan surganya lewat apa yang dilakukan sekarang di dunia finansial. Tanpa memaksa, dia juga mengundang aku untuk masuk ke dunia itu suatu waktu. “Tidakkk…” kata itu yang keluar dengan nada teriak penuh penyesalan dari mulut anak salah satu dosenku, ketika ayahnya tersebut menghukum dia dengan tidak boleh menikmati dessert karena dia telah melakukan kesalah. Bagi anak tersebut, dessert adalah segala-galanya. Dosenku bilang, desser adalah surga bagi dia. Terutama karena dia bisa menikmati es krim. “Goooollll!!!” Wah…membaca atau mendengar kata itu sudah membuat rata-rata kita tahu, sepakbola memang menjadi surga bagi banyak orang. Banyak orang lho..tidak semua..hehehe… Baru saja dahaga menonton sepakbola lokal terobati dengan dilangsungkannya pertandingan ujicoba

Tempat Duduk di Tempat Ngopi

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen

#harussiap

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen