Skip to main content

Melakukan Tanpa Kalung Antivirus Corona

Akhir-akhir ini kita mungkin mendengar berita heboh mengenai kalung antivirus corona. Berita ini berasal dari sumber resmi pemerintah yaitu Menteri Pertanian. Melihat sumber yang menginformasikan ini, kita mungkin mengeyeritkan dahi, bertanya, apa benar ini kalung antivirus corona?Heboh Kalung Anticorona, DPR: Perlu Didalami Lagi : Okezone Nasional

Paling tidak ada tiga hal yang bisa menjadi perhatian kita ketika merespon berita ini.

1.       Kalung antivirus corona ini bukan antivirus

Klaim dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo konferensi pers Jumat, 4 Juli 2020 lalu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), kalung ini mampu mematikan COVID-19, virus yang menyebar dari Cina ke seluruh dunia, seperti dikutip oleh tirto.id.[1] Namun, berdasarkan konferensi pers Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry hari Senin, 6 Juli 2020, pengertian antivirus corona ini adalah menangkal bukan menyembuhkan virus corona. Menurut Kepala Balitbang Pertanian Kementan, Fadjry Djufry, produk eukaliptus yang mereka buat memang untuk menangkal virus corona, meski bukan spesifik virus corona yang menyebabkan penyakit covid-19, seperti dikutip oleh Kompas.tv.[2]

Fadjry Djufry mengatakan kalung ini belum melewati pengujian praklinis dan klinis sebelum diklaim sebagai antivirus. CNN Indonesia mengutip pernyataan beliau dalam konferensi persnya bahwa "Produk tetap harus melalui uji klinis. Kita menyadari itu belum punya. Tidak ada klaim antivirus di sini. Jadi kalung kita menyadari belum ada uji praklinis dan klinis, sehingga tidak ada klaim di situ. Butuh uji praklinis akan tetap dijalankan, segera kita lakukan itu."[3] Jadi, kalung ini masih dianggap sebagai jamu ketika Agustus 2020 akan diproduksi bukan sebagai antivirus namun sebagai jamu. CNN Indonesia mengutip bahwa "Seluruh produk sesuai izin BPOM tingkatannya sebagai jamu tidak menuliskan antivirus," ujar Fadjry.[4]

2.       Informasi, asumsi dan konfirmasi

Setiap kita sangat berharap agar wabah corona ini segera berakhir. Oleh karena itu, ketika ada berita mengenai vaksin, obat atau sejenisnya yang dapat menyembuhkan pasien corona, sebagian besar dari kita mungkin sangat senang dan lebih mudah percaya. Namun, melihat berita mengenai kalung antivirus corona ini, kita perlu perlu belajar untuk lebih sabar dan tidak langsung percaya. Adalah baik jika kita mengkonfirmasi segala asumsi yang muncul karena berita ini. Konfirmasi kadang bisa berbeda dengan asumsi kita seperti kasus kalung antivirus corona ini

3.       Melakukan yang bisa dilakukan

Walaupun sampai sekarang belum ditemukan vaksin, obat atau penangkal corona, kita bukan berarti perlu terus parno dan diliputi kekhawatiran. Seperti yang telah diinstruksikan oleh pemerintah, saat ini kita bisa mencegah agar tidak terjangkit oleh corona dengan melakukan protokol kesehatan. Cuci tangan menggunakan sabun, kurangi berinteraksi di ruang publik, menggunakan masker kalaupun harus keluar rumah serta tetap menjaga konsumsi makanan maupun minuman. Kita melakukan yang bisa dilakukan tanpa kalung antivirus corona.

Kalung Anti Corona? Hmmm ..

Kiranya kita bisa melakukan bagian kita dalam menghadapi corona ini dan terus mendukung setiap pihak yang sedang berjuang menyelesaikan wabah ini sesuai kapasitas kita, termasuk dengan terus berharap dan berdoa kepada Allah yang Maha Kuasa.    



[1] Vincent Fabian Thomas, “Mentan SYL: ‘Kalung Anti COVID-19’ Diproduksi Massal Agustus 2020,” tirto.id, diakses Juli 7, 2020, https://tirto.id/mentan-syl-kalung-anti-covid-19-diproduksi-massal-agustus-2020-fNvl.

[2] “Polemik Kalung Anticorona, Kementan: Ini Antivirus Corona, Bukan Anti Covid-19,” KOMPAS.tv, diakses Juli 7, 2020, https://www.kompas.tv/article/91989/polemik-kalung-anticorona-kementan-ini-antivirus-corona-bukan-anti-covid-19.

[3] “Kalung Antivirus Kementan Dianggap Jamu, Belum Diuji Klinis,” Teknologi, diakses Juli 7, 2020, https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200707073455-199-521620/kalung-antivirus-kementan-dianggap-jamu-belum-diuji-klinis.

[4] Ibid.


Comments

Popular posts from this blog

Perlakukan Face Shield Seperti Sepatu Brodo

Penggunaan face shield menjadi salah satu rekomendasi untuk mencegah terjangkit virus corona selain masker. Secara otomatis, penggunaan face shield menjadi tren belakangan ini. Peminatnya semakin banyak di Indonesia. Model  face shield  yang menarik perhatian itu pun beragam, ada yang dipakaikan di telinga layaknya memakai kacamata, ada pula yg digunakan di kepala seperti ditulis oleh E vi Larassaty dalam laman GridHEALTH.id . Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan face shield yang sedang tren: 1.     Face shield atau masker? Apakah face shield harus menggunakan masker atau tidak? Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto , seperti dikutip oleh Aldzah Fatimah Aditya dalam laman Idntimes.com mengatakan " k ami mengibaratkan penggunaan  face shield  tanpa masker, ibarat orang yang menggunakan payung, yang bisa melindungi dari tetesan air dari atas tetapi tidak dari samping," ujarnya dalam keterangan pe

#harussiap

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen