Skip to main content

Kayaknya Transportasi juga Masih Berjubel

Apa sih new normal itu? Pemerintah Indonesia melalui juru bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan new normal adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat seperti dilansir oleh tirto.id.[1] Menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.[2] Dari dua pengertian tersebut, kita bisa melihat paling tidak ada tiga elemen penting dalam new normal, yaitu perilaku baru, adaptasi dan hidup bersih sehat.
6 Tips Panduan Menjalani New Normal Saat Pandemi Corona

Apa aja perilaku baru yang menjadi ciri dari new normal? Ciri-cirinya sudah sering kita dengar atau baca di berbagai media. Cirinya antara lain, rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan.[3].Ciri-ciri ini sebenarnya tidak benar-benar baru bagi kita. Hanya sesuai dengan salah satu elemen dari pengertian new normal, kita perlu beradaptasi dengan cara tersebut. Beradaptasi menciptakan budaya hidup bersih dan sehat. Ini yang menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia.

Tantangannya bisa dilihat jika membandingkan new normal dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) serta masa transisi. Ketika PSBB diberlakukan, aktivitas hampir seluruhnya dilakukan di rumah, termasuk beribadah, kerja maupun sekolah. Sedangkan ketika masa transisi, semakin longgar. Bisa beribadah dan kerja bersama walau tetap dengan protokol kesehatan. Di mana tantangannya? Tantangannya adalah baik saat PSBB dan saat transisi, perilaku hidup bersih dan sehat itu masih belum menjadi budaya yang ditaati oleh masyarakat Indonesia. Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih mengatakan, hal itu terlihat dari suasana di jalan maupun tempat umum yang menurutnya justru lebih ramai dari sebelumnya. "Terus terang waktu diputuskan PSBB, saya lihat malah jalan-jalan tambah ramai, kayaknya transportasi juga masih berjubel, saya tidak tahu, seharusnya kedisplinan harus dilakukan", ujarnya seperti dikutip oleh kompas.com.[4] 

Masa transisi di Jakarta masih diperpanjang karena masyarakat belum disipilin.[5] Namun, di Surabaya, walaupun angka pasien terjangkit corona terus meningkat, PSBB tidak diberlakukan lagi.[6] Hal ini mengindikasikan bahwa new normal, mau tidak mau akan dilaksanakan (walau berbeda tiap daerah kapan dimulainya), entah masyarakat siap atau tidak siap melaksanakan perilaku budaya hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Menghadapi situasi ini, paling tidak ada dua hal penting yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia. Pertama, setiap masyarakat perlu lebih belajar tidak menganggap enteng situasi pandemi ini dan kedua perlu lebih tidak egois dan peduli pada orang lain. Jika dua hal ini dipahami setiap masyarakat Indonesia, selain terus berdoa, insyaallah Indonesia akan semakin cepat beradaptasi dengan new normal dan bebas dari corona.


[1] “Arti New Normal Indonesia: Tatanan Baru Beradaptasi dengan COVID-19,” tirto.id, diakses Juli 8, 2020, https://tirto.id/arti-new-normal-indonesia-tatanan-baru-beradaptasi-dengan-covid-19-fDB3.

[2] Kompas Cyber Media, “Sering Disebut-sebut, Apa Itu New Normal? Halaman all,” KOMPAS.com, diakses Juli 8, 2020, https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/16/164600865/sering-disebut-sebut-apa-itu-new-normal-.

[3] “Arti New Normal Indonesia.”

[4] “PB IDI Nilai Masyarakat Belum Disiplin Selama PSBB,” diakses Juli 8, 2020, https://nasional.kompas.com/read/2020/04/18/13452701/pb-idi-nilai-masyarakat-belum-disiplin-selama-psbb.

[5] mediaindonesia com developer, “Disiplin Warga Rendah PSBB Transisi Diperpanjang,” last modified Juli 2, 2020, diakses Juli 8, 2020, https://mediaindonesia.com/read/detail/324711-disiplin-warga-rendah-psbb-transisi-diperpanjang.

[6] “Gubernur Khofifah Putuskan Tidak Perpanjang PSBB Surabaya Raya,” diakses Juli 8, 2020, https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5045589/gubernur-khofifah-putuskan-tidak-perpanjang-psbb-surabaya-raya.


Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Surgamu

 “Akhirnya aku menemukan surgaku dengan terjun di dunia finansial.” Kalimat yang membuatku tiba-tiba menjadi lebih fokus mendengarkan cerita seorang teman tentang aktivitasnya sehari-hari.  Teman ini mengakui bahwa dia mememukan surganya lewat apa yang dilakukan sekarang di dunia finansial. Tanpa memaksa, dia juga mengundang aku untuk masuk ke dunia itu suatu waktu. “Tidakkk…” kata itu yang keluar dengan nada teriak penuh penyesalan dari mulut anak salah satu dosenku, ketika ayahnya tersebut menghukum dia dengan tidak boleh menikmati dessert karena dia telah melakukan kesalah. Bagi anak tersebut, dessert adalah segala-galanya. Dosenku bilang, desser adalah surga bagi dia. Terutama karena dia bisa menikmati es krim. “Goooollll!!!” Wah…membaca atau mendengar kata itu sudah membuat rata-rata kita tahu, sepakbola memang menjadi surga bagi banyak orang. Banyak orang lho..tidak semua..hehehe… Baru saja dahaga menonton sepakbola lokal terobati dengan dilangsungkannya pertandingan ujicoba

Tempat Duduk di Tempat Ngopi

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen

#harussiap

  31 Januari 2021 Bulan yang pertama di tahun baru hampir berakhir. Satu hari sebelumnya orangtuaku terbang dari Tangerang ke Kupang. Secara resmi mereka berpindah tempat tinggal setelah sejak 2005 tinggal di Tangerang. 16 tahun tinggal di Tangerang. Ada ratap sedih yang mencapai puncaknya di minggu terakhir mereka tinggal di Tangerang karena ada banyak orang yang sangat mengasihi mereka. Belum lagi banyak tempat dan kebiasaan-kebiasaan di Tangerang dan Jakarta yang harus ditinggalkan Maret 2020 Bulan yang dikenal sebagai awal virus corona masuk di Indonesia. Belum satu tahun aku masuk kuliah di Malang dan tinggal di asrama kampus. Aku harus ke Sumba karena kampus menginstruksikan semua mahasiswa yang tinggal di asrama kembali ke tempat asal masing-masing. Pertimbangannya adalah karena daerah di sekitar kampus sudah ada yang terkenal virus tersebut. Akhirnya hingga akhir Juli 2020 aku tinggal di Sumba, tepatnya di Waikabubak, ibukota kabupat en Sumba Barat. Ada banyak momen