SIMBIOSIS EGOISME


Hujannya malu-malu… tidak deras tapi tetapi tidak gerimis juga. Tanpa jas hujan pasti tetap basah kuyup. Tapi suasana itu, membuatku semakin betah nonton pertandingan sepakbola Myanmar vs Indonesia di laptopku sambal minum kopi dupresso andalan Black Campaign Coffee Shop (BC), tempat favoritku nongkrong di Pasar Lama.

Sudah sejak akhir tahun lalu aku sering menghabiskan waktu di BC. Mengapa aku menjadi suka nongkrong di situ karena beberapa hal. Yang pertama dan utama tentu karena aku penggemar kopi. Awalnya aku datang ke BC karena diajak teman. Sebelumnya, aku sudah pernah datang ke beberapa coffee shop di sekitaran Tangerang.

Nah, di BC selain aku mendapatkan kopi yang enak tetapi juga ada beberapa alasan lain yang membuatku betah lama-lama di BC serta selalu kembali ngopi di sana. Alasan kedua karena lokasinya satu arah dengan arah aku pulang ke rumah dari kantorku serta berada di pinggir jalan. Alasan lain adalah karena desain coffee shop ini sangat cozy menurutku, termasuk disediakan juga buku-buku untuk membaca selain gitar serta beberapa alat permainan sederhana seperti UNO yang bisa aku manfaaatkan untuk nyantai bareng teman-temanku.Lalu musik yang diputar juga pas banget.

Namun, satu alasan terakhir namun bukan berarti paling tidak penting, mengapa aku betah di BC adalah fasilitas free wifi-nya. Aku sudah minum kopi keduaku saking gregetnya melihat permainan timnas Indonesia. Syukurnya aku tidak makin greget karena live streaming pertandingan itu sama sekali tidak terganggu alias lancar jaya. Aku betah karena kecepatan dan kestabilan internet di BC ok banget. Mungkinkan ada kerjasama dengan https://ketitik.com/? Bisa jadi. Aku belum pernah menanyakannya.

Pertandingan selesai. Indonesia memenangkan pertandingan tersebut. Aku tetap belum beranjak dari BC karena aku masih ingin membaca buku. Namun sebelumnya aku pesan makan soreku favoritku.

Fasilitas wifi (internet) yang ada di BC, coffee shop-coffee shop serta tempat-tempat nongkrong lainnya semakin biasa kita temui. Memang fasilitas inilah yang menjadi salah satu andalan untuk menarik minat calon konsumen. Apalagi generasi milenial.

EGOIS
Tujuan dari setiap usaha seperti BC tentu adalah mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan menggunakan strategi marketing yang tepat, termasuk adanya fasilitias free wifi. Di satu sisi, tentu usaha tempat nongkrong seperti BC muncul dan semakin banyak karena adanya keinginan atau mungkin juga sebenarnya kebutuhan dari konsumen yang secara sederhananya hanya kopi tetapi menjadi berkembang sesuai dengan apa yang ditawarkan setiap usaha tersebut. Masing-masing mendapatkan apa yang menjadi tujuan (baca: keinginan/ atau kebutuhan).

Jika saling menguntungkan sebenarnya sering disebut simbiosis mutualisme. Namun aku melihat bahwa kualitas jaringan internet di ruang publik yang bisa dimonitoring oleh www.ketitik.com dan akhirnya memberi dampak positif bagi pengusaha maupun konsumen saat ini lebih tepat disebut sebagai simbiosis egoisme.

Pengertian simbiosis  keadaan hidup bersama secara erat antara dua organisme yang berbeda (https://kbbi.web.id)   atau di menurut menurut penulis 007indien.blogspot.com, symbiosis adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang saling berdampingan

Sedangkan pengertian egoisme adalah  tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain (https://kbbi.web.id)
Mengapa aku lebih memilih menggunakan istilah simbiosis egoisme? Karena memang walaupun saling menguntungkan, tetapi juga karena kepentingan diri sendiri. Jika tidak lagi menguntungkan diri sendiri, maka secara otomatis berpisah. Entah itu akhirnya tempat nongkrongnya mewajibkan konsumen membayar sejumlah tertentu atau konsumen akhirnya pindah.

Hal ini wajar dan dalam dunia usaha maupun sebagai konsumen tidak menjadi masalah hokum. Namun, menurutku, simbiosis egoisme ini bisa menjadi simbiosis non-egoisme
Sambil menghabiskan kopi ketigaku, aku mengusulkan kepada yang punya otoritas, bisa juga kerjasama dengan www.ketitik.com pada akhirnya bukan hanya keuntungan yang dicari oleh setiap usaha tetapi bagaimana pengusaha menyadari betapa berbahayanya konten dari internet terutama saat ini persatuan Indonesia. Jadi bagaimana pengusaha bisa membangun sebuah budaya yang membuat konsumennya bisa punya karakter yang Bhinneka Tunggal Ika.

Di sisi lain, konsumenpun bukan hanya menikmati apa yang ditawarkan di setiap tempat nongkrong, tetapi bagaimana bisa Bersama tempat nongkrong favoritnya membentuk komunitas positif yang membuat acara-acara dengan tujuan mengedukasi kaum milenial punya karakter Bhinneka Tunggal Ika.

Kopi ketigaku sudah habis. Waktu sudah mendekati jam 21.00 WIB. Wah, sudah cukup malam. Aku harus segera pulang. Besok masih kerja. Selamat malam.

Comments