31 MARET 2019

Di kantorku, aku bekerja di satu divisi yang anggotanya hanya 3 orang. Aku sudah pernah singgung tentang anggota divisiku di tulisanku sebelumnya.

Awal tahun 2019 kami sepakat untuk mengadakan pertemuan di luar pertemuan rutin bulanan khusus untuk sharing dan diskusi buku yang kami baca masing-masing.

Alasan awalnya sederhana saja. Kami ingin melakukan kegiatan yang diakui sebagai bagian dari komitmen kami belajar alias berkembang. Kami berinisiatif untuk memulai kegiatan ini untuk menunjang training yang mungkin akan diberikan oleh perusahaan sesuai kebutuhan kami.

Proses memulai program sharing dan diskusi buku ini dimulai dari mencari buku yang akan kami presentasikan dan didiskusikan bersama. Setelah akhirnya masing-masing mendapatkan buku yang mau dibaca, kami akhirnya menentukan jadwal, tiap Selasa, mulai 26 Febuari 2019 sore hari menjelang jam kantor selesai.

TIDAK MUDAH TAPI 

Di pertemuan pertama, kami semua memiliki pendapat yang sama setelah mempresentasikan buku yang kami baca masing-masing. Semua mendapatkan banyak pencerahan dari buku yang dibaca dan juga dari presentasi buku yang dibaca oleh anggota tim yang lain.

Lewat program ini,  aku secara pribadi bisa mengevaluasi diriku sendiri dalam berelasi dan dalam bekerja. Tema dari semua buku yang kami baca hampir sama. Intinya berkaitan dengan kerjasama, mengatasi konflik dan bekerja dalam sebuah tim.

Kami sadar bahwa masing-masing kami punya tangung jawab pekerjaan selain juga aktivitas lain di luar pekerjaan, terutama aku yang sudah berkeluarga. Namun, aku melihat komitmen teman-teman yang luar biasa mau menyempatkan waktu untuk membaca dan mempersiapkan presentasi di tengah deadline pekerjaan yang tidak bisa ditunda atau kesehatan keluarga yang terganggu.

Tapi di luar itu, aku bersyukur karena lewat pertemuan ini, kami bisa ada waktu lain untuk berinteraksi dan membahas banyak hal yang selama ini mungkin sekali ingin kami bahas namun terkendala waktu dan hal lain. Tidak mudah tapi ketika menjalankannya tidak menyesal.

Aku akhirnya diingatkan bahwa dalam segala kesibukan pekerjaan, aku tetap butuh waktu untuk menjaga kenormalan dengan membaca buku dan berbagi kepada orang lain sehingga dampaknya bukan membuatku sendiri disegarkan tetapi orang lain.

Comments