GEDONG SONGO


Travelling itu tidak selalu tentang destinasi. Tetapi tentang siapa dan apa yang kita jumpai dan kita dapatkan dari setiap perjalanannya-TL

SEMARANG
Hari libur tahun baru Cina tahun 2019 jatuh pada hari Selasa. Dari sejak pertengahan menjelang akhir tahun 2018, aku sudah berencana pergi memenangkan diri sejenak seorang diri ketika hari libur tersebut, dengan mengambil cuti di hari Senin dan Rabunya. Aku memang focus untuk semacam retreat pribadi dan dana terbatas, maka aku pesan jauh-jauh hari tiket kereta ekonomi. Penginapanpun yang murah meriah.

Dari rumah aku naik Grab bike ke pintu tol Karawaci dekat Hypermart untuk selanjutnya naik bis 157 tujuan termian Senen. Aku biasa naik bis ini ketika mau kuliah di Central Park. Aku baru sadar bahwa terminal bis Senen berada di depan stasiun kereta Pasar Senen. Pas sesuai budgetku yang minimalis.

Aku berangkat di hari Minggu sore dari stasiun Pasar Senen dan sampai di Stasiun Tawang Semarang tengah malam. Langsung aku pesan Grab lagi untuk ke hotel yang tidak jauh dari stasiun. Sekitar 15 menit jika naik kendaraan.

Aku sudah membuat daftar tempat yang aku mau datangi. Mulai dari Pondok Kopi di Umbul Sidomukti, Museum Kereta Ambarawa,Candi Gedong Songo, Eling bening, Simpang Lima, Kota Tua hingga Lawang Sewu. Aku mengunjungi semua tempat di atas menggunakan sepeda motor yang kusewa dua hari, sesuai durasi aku di Semarang.

GEDONG SONGO



Setiap tempat memberikan inspirasi dan pencerahan masing-masing. Termasuk Candi Gedong Songo. Aku baru tahu kalua ada Candi Gedong Songo ketika mau ke Semarang. Andalanku ke setiap target yang dituju adalah google maps, termasuk ketika mencari Candi Gedong Songo. Ternyata Candi Gedong Songo itu tidak hanya satu candi, tetapi beberapa candi.

Setelah aku membeli tiket masuk, aku langsung masuk ke areanya seperti komplek. Oh ya, harga tiket masuk wisatawan dalam negeri dan wisatawan luar negeri beda jauh banget. Aku hanya perlu membayar Rp 7.500. sedangkan wisatawan luar negeri harus bayar Rp 80.000.



Candi-candi Gedong Songo letaknya memang dalam satu komplek namun tidak dekat satu sama lain. Untuk mencapai satu candi perlu menapaki dalan menanjak. Mengingat aku punya rencana pergi ke beberapa lokasi di Semarang dan sekitarnya selama dua hari, maka aku memutuskan untuk hanya melihat satu candi yang paling dekat. Satu hal sepanjang aku muter-muter di Semarang dan sekitarnya, karena aku pergi sendiri, aku minta orang lain yang tanpa malu walau tetap melihat ciri-cirinya untuk memgambil foto diriku.

PILIHAN

Karena aku punya banyak tujuan lain selain mengunjungi komplek Candi Gedung Songo dan tujuan-tujuan tersebut aku sudah ketahui jaraknya jauh dan pastinya aku tidak akan berdiam diri saja di setiap tujuan yang aku kunjungi, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku memutuskan untuk hanya mengunjungi satu candi yang terdekat.

Pertimbanganku yang lain adalah karena tidak rugilah hanya mengunjungi satu candi karena tiket masuknya murah serta parkir motor hanya Rp. 2000.


Aku membayangkan wisatawan-wisatawan lain tentu sebelum datang ke komplek candi Gedung Songo itu, ataupun baru setelah sampai di komplek, punya pertiimbangan-pertimbangan sehingga mungkin saja ada yang memilih melihat semua candi yang ada di kompleks, ada yang mungkin beberapa, atau mungkin sama seperti aku, hanya memilih melihat satu candi saja.

Faktor-faktor yang menjadi pertimbanganpun beda-beda. Mungkin ada yang karena rombongan terdiri dari usia muda hingga tua, dan fisik juag tidak lagi fit, tidak bisa mengunjungi semua candi.

Faktor lain mungkin bagi wisatawan asing, selain karena harga tiket masuknya jauh lebih mahal dari turis local, serta mubazir jika sudah jauh-jauh dari negaranya hanya melihat satu candi, mereka menurutku akan memilih melihat semua candi. Terlebih lagi, orang-orang luar negeri terkenal lebih menghargai sejarah dan segala keunikannya daripada orang Indonesia.

Lewat mengunjungi candi songo, aku diingatkan lagi untuk melihat bahwa setiap orang pasti punya kemungkinan memiliki perbedaan pilihan yang diambil karena juga ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan dan aku sendiri tidak mungkin tahu semua faktor tersebut.


Pada akhirnya, aku sadar bahwa bisa jadi pilihanku sangat berbeda dengan piihan orang lain. Jadi aku sudah seharusnya menghargai perbedaan pilihan karena yang menjadi keputusan dari pilihan tersebut adalah berbeda orang.

BERBENTURAN

Bagaimana jika pilihan yang berbeda secara otomatis membuat benturan antara aku dan orang lain? Ketika di Candi Gedong Songo, aku hanya sendiri sehingga dengan mudah memutuskan. Bagaimana jika aku berada dalam satu rombongan? Ini juga ada banyak faktor yang menentukan. Termasuk, tujuannya apa dan siapa yang memiliki otoritas dalam pengambilan keputusan.

Aku diingatkan bahwa setiap keputusan itu adalah hasil dari sebuat proses yang kompleks dan aku juga sadar, pengambilan keputusan didasarkan prinsip-prinsip yang dipegang setiap pribadi yang terlibat di dalam pengambilan keputusan itu.

Benturan di antara pilihan bisa saja terjadi. Pada akhirnya, jika memang akhirnya benturan itu tidak bisa dihindari, aku secara pribadi memilih untuk tidak memaksa orang lain mengikuti apa yang menjadi pilihanku, jika memang bukan otoritasku untuk memutuskan. Aku juga tetap menghargai pilihan yang berbeda karena seperti yang aku sampaikan di atas, pasti ada proses yang kompleks dengan berbagai faktor yang tidak semuanya aku ketahui, sehingga aku tidak berhak menghakimi bahwa pilihan yang berbeda itu buruk atau salah. Pada akhirya, aku ditantang terus untuk mengingat bahwa aku manusia yang tidak sempurna dan akan mempertanggungjawabkan pilihan-pilihanku pada Allah kelak, begitu juga orang lain. Biarlah Allah yang menghakimi pilihanku dan pilihan orang lain.

Dan aku yakin bahwa Allah terus dengan berbagai cara, memberikan pencerahan-pencerahannya kepadaku dan orang lain agar setiap pilihan sesuai kehendakNya. Walau memang aku secara pribadi sampai saat inipun terus berjuang mendekat padaNya, agar semakin mengenalNya, dan memahami kehendakNya, sehingga aku bisa mengambil keputusan semakin konsisten sesuai kehendakNya.

Sebuah perjuangan hingga akhir hidupku. Dan sampai akhir hidupku, aku tidak berhak menghakimi pilihan yang berbeda. Aku hanya bisa membagikan dan menjelaskan alas an-alasan dari pilihanku jika memang momennya pas dan biarlah itu juga bisa memberikan kesempatan orang lain bisa memahami pilihanku

Comments