KEMATIAN ITU


Kematian itu adalah hal yang normal. Hanya cerita pribadi yang mengalaminya itu yang kadang terasa tidak normal. Walau, yang tidak normal itu sebenarnya dan seharusnya dianggap normal bagiku.

Lebih tepatnya mungkin bukan soal normal atau tidak normal, tetapi cara meninggal yang diharapkan dengan cara meninggal yang tidak harapkan.

SALA
Bulan januari 2019, paling tidak ada dua peristiwa mengejutkan bagiku secara pribadi. Yang pertama adalah kematian Emiliano Sala. Mungkin dirimu yang membaca tulisanku ini tidak mengenalnya. Akupun tidak mengenal dia langsung. Namun, cerita di sekitar kematiannya memberi dampak bagi banyak orang. Mengapa?

Sala adalah seorang pemain sepakbola. Singkatnya, dia baru saja dibeli oleh tim Cardiff City, salah satu klub Liga Inggris dari tim Nantes, salah satu klub Liga Perancis. Yang menyedihkan adalah, dia tewas ketika dalam pernerbangan dari Perancis ke Inggris. Jadi dia, tidak sempat dan tidak bisa lagi bermain untuk Cardiff City yang baru saja membelinya.

Kejadian ini sangat mengejutkan para pemain, manajemen dan suporter kedua klub. Sangat tragis dan menyedihkan. Rasa sedih yang paling mendalam tentu keluarganya. Lebih sedih lagi, sampai sekarang, jenazahnya belum ditemukan

KAKEK
Peristiwa kedua adalah berkaitan dengan salah seorang kakek yang satu gereja denganku. Dia dan istinya tinggal berdua dan sang kakek, yang masih sehat setia merawat istrinya yang sudah sulit untuk berjalan. Aku ingat, selama dua tahun ini, tiap Desember, aku dan tim diakonia gerejaku selalu mengadakan ibadah Natal di rumah kakek nenek ini karena sang nenek yang sudah sakit-sakitan tetap rindu merasakan Natal namun terbatas dalam fisik. Sang kakek selama ini sehat dan selalu jika ada acara gereja termasuk ibadah hari Minggu, dia berjalan kaki dari rumahnya, tidak mau diantar.

Namun, mendadak suatu pagi di bulan Januari, sang istri telepon ke anak-anaknya yang ada di rumah lain untuk mengatakan bahwa suaminya tidak bangun-bangun. Biasanya sang Kakek bangun subuh dan langsung membersihkan halaman rumah mereka.

Dan memang akhirnya dipastikan sang Kakek yang tidak Bangun itu, benar-benar tidak Bangun selamanya. Sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan dan membuat istrinya shock berat.

Dua peristiwa yang berbeda, di dunia yang berbeda, pada bulan yang sama memberikan satu pelajaran bagiku, hidup itu merencanakan namun juga mengikhlaskan jika apa yang direncanakan tidak sesuai dengan rencana Sang Maha Kuasa.

RENCANA YANG IKHLAS
Hidup di hari esok pada akhirnya memang aku akui adalah hanya anugerah. Selalu ada rencana, namun selalu harus siap ikhlas jika tak terlaksana. Jadilah kehendakNya.

Comments