TIDAK BAIK-BAIK SAJA ITU BAIK


Tidak terasa sudah dua bulan aku tidak menulis di blogku. Ini kali pertama sejak aku menulis dari tahun 2009 di blog, aku tidak memposting hingga dua bulan. Biasanya paling lama yang satu bulan.

Bulan Juli dan Agustus 2018 kali ini adalah bulan-bulan yang secara tidak sadar begitu banyak yang aku lakukan dan pikirkan sehingga waktuku untuk menulis tidak ada. Walau akhirnya aku bisa memenuhi mimpi lamaku untuk mencetak bukuku yang ketiga SEUMUR HIDUP AKU SEKOLAH 2. Yang berminat bisa hubungi no WA 08111428355. Siapa tahu belum kehabisan karena cetaknya terbatas.#promosi :D

Selama bulan Juli dan Agustus di akhir pekan aku mengikuti kuliah sertifikasi konsentrasi manajemen Pendidikan. Kesibukanku yang lain adalah aktivitas pelayanan di gereja bidang diakonia yang terdapat dua acara di akhir masa periode pelayanan 2017-2018, yaitu basar diakonia serta donor darah.

Dalam pekerjaan, aktivitas menjadi bertumpuk karena pada masa itu, selain ada waktu aku harus interview banyak sekali kandidat calon rekan kerja, selama masa menunggu rekan kerja baru datang, tanggung jawab-tanggung jawabnya harus aku lakukan. Masa-masa dua bulan yang ternyata berlalu begitu cepat.

Namun, yang akhirnya aku sadari paling menyita waktu dan pikiranku pada dua bulan tersebut adalah Juan, anakku masuk sekolah pertama kali. Ternyata, banyak sekali penyesuaian dan hal-hal baru yang harus aku dan keluargaku alami. Dan itu walau dalam segala hal yang kami sudah siapkan, rencanakan serta juga menerima banyak masukan dari para “senior”, tetap memang ada hal-hal yang baru kami benar-benar pahami setelah mengalaminya sendiri.

ANUGERAH ALLAH
Masa-masa persiapan dan awal Juan masuk sekolah selama dua bulan ini adalah masa-masa di mana Allah sekali lagi atau lebih tepatnya berkali-kali lagi menunjukkan bahwa Dia Allah yang sangat mengasihi kami dan selalu menyertai kami serta tentu dalam penyertaanNya memahami kebutuhan kami.

Sedari awal kami memilih sekolah Juan, salah satu faktor utama adalah karena jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh. Kami hanya memiliki satu kendaraan, yaitu motor yang aku gunakan setiap hari untuk kerja. Jika memilih sekolah dengan jarak yang jauh aka nada tambahan kebutuhan finansial untuk transportasi. Dan mempertimbangkan berkat bulanan yang aku terima selama ini, kami tidak sanggup. Yang kami prioritaskan adalah kebutuhan biaya sekolah tiap bulan Juan.

Tanpa kami pernah pikirkan, adikku yang sekarang pindah ke Kupang bersama suaminya memberikan motornya untuk bisa Oce gunakan mengantar Juan. Biaya yang kami keluarkan untuk motor tersebut tidaklah seberapa dibandingkan jika kami harus beli baru. Itu salah satu bentuk penyertaan Tuhan

MISS GRACE
Satu hal lagi adalah bahwa Juan mendapatkan guru yang dari cerita ibu-ibu yang anaknya adalah kakak kelas Juan, termasuk yang satu gereja dengan kami, adalah guru yang sangat mendukung perkembangan setiap murid di kelasnya. Berbeda caranya mengajar dibandingkan dengan guru di kelas yang satunya. Dan benar, dalam segala karakter Juan yang sangat aktif, dia bisa menikmati sekolah, bahkan saat dia sakitpun ingin segera sekolah. Miss grace dan Miss Dina, guru-guru di kelasnya Juan sangat terbuka untuk komunikasi sehingga benar-benar aku dan Oce merasa mendapatkan partner yang pas untuk mendukung Juan dalam Pendidikan


JUAN dan PEKERJAANKU TIDAK BAIK-BAIK SAJA
Bukti terakhir TUhan menyertai adalah bahwa Juan tidak baik-baik saja begitu juga pekerjaanku. Itu bagiku anugerah dari TUhan karena apa? Juan yang selama ini tinggal di rumah dan berinteraksi dengan anak-anak yang seumuran hanya di gereja ketika hari MInggu mengikuti sekolah Minggu. Di lingkungan tidak banyak anak yang seumuran. Lewat dia sekolah, kami semakin mengenal Juan dan kami semakin bisa memahami apa yang harus kami lalukan untuk semakin baik mendukung Juan bertumbuh secara positif dalam segala bidang.

Ini bukan hal yang mudah tetapi lewat pengalaman-pengalaman dan juga nasehat-nasehat orang-orang sekitar yang Tuhan kirim membuat kami sangat menguatkan kami.

Dalam pekerjaan, seperti yang sempat aku sampaikan di atas. Seharusnya dalam satu divisi, kami terdiri dari 3 orang termasuk aku. namun, sejak akhir April, seorang teman selesai masa kontraknya dan tidak diperpanjang lagi karena mau sekolah lagi. Kami sudah mewawancarai beberapa orang dan sudah mendapatkan satu rekan yang baru. Namun, baru beberapa hari masuk kerja, dia mengundurkan diri. Sebuah situasi yang sangat tidak diharapkan karena saat itu ada saat kami mempersiapkan diri untuk tahun ajaran yang baru. Dan alhasil kami harus mencari dan mewawancara kandidat-kandidat rekan kerja yang baru. Lebih dari 10 orang sudah kami wawancarai dan terus terang sangat membosankan. Kami “seperti” ingin menyerah. Pasrah.

Dalam situasi yang tidak baik-baik saja itu, aku dan rekan kerjaku, wanita tangguh bernama Ita, harus menambah pekerjaan yang seharusnya dilakukan rekan kerja kami yang ketiga, sambil menunggu datangnya rekan kerja baru. Dan bersyukur karena Ita dalam segala kondisi tidak ideal ini tetap menjaga komitmen kerjanya dengan maksimal dan itu sangat memberkatiku dan memberikan ekstra semangat buatku. Selain itu, aku pribadi benar-benar belajar untuk mengatur segala sesuatu dengan penuh perhitungan mengingat ada tanggung jawab rutinku ditambah tanggung jawab tambahan itu. Ditambah lagi tanggung jawab keluarga dan gereja. Benar-benar aku tidak bisa melewati bulan-bulan penuh sibuk itu tanpa pertolongan dari Tuhan.

Pada akhirnya, di awal bulan September ini, segala sesuatu memang belum benar-benar stabil, namun aku semakin bisa menyesuaikan ritme kehidupanku. Jadi ingat tulisanku yang terakhir bulan Juni, HIDUPKU RIBET. Pada akhirnya aku kembali diingatkan bahwa dalam segala situasi yang tidak baik-baik saja, jika dilihat dari sisi pembentukan dari Allah, itu baik bagiku. Itu memberikan banyak pelajaran yang menjadi bekal bagiku dalam melewati masa-masa selanjutnya dalam hidupku. Terima kasih banyak Tuhan.

Comments