RANTAI PUTUS


Jumat malam setelah selesai bertanding futsal di sekolah melawan sekolah St. John sebagai persiapan mengikuti kompetisi futsal PORSEKARY BINUS, aku pulang seperti biasa menggunakan motorku. Waktu kira-kira jam 9 malam. Di tengah jalan, rantai motorku putus.

Sebenarnya, sudah beberapa hari aku sudah merasakan bahwa rantai motorku bermasalah. Terkadang ada bunyi yang cukup keras dari rantai yang aku tahu itu pertanda ada yang harus diperbaiki. Namun karena belum ada waktu, aku menundanya. Aku berpikir untuk memperbaikinya setelah ujian kelas 12 selesai tanggal 23 Maret.

Namun, di Jumat pagi, ketika aku berangkat kerja, rantai motorku tiba-tiba lepas di tengah jalan. Aku sudah info ke teman-teman kerjaku serta atasanku bahwa kemungkinan aku akan terlambat. Aku berusaha untuk memperbaikinya sendiri karena aku tidak melihat bengkel yang buka saat itu. Waktu masih menunjukkan jam 6 pagi. Bersyukur ternyata aku berhasil memasang kembali sendiri rantai motorku dan aku berhasil sampai ke kantor tanpa harus terlambat.

Ternyata, rantai tersebut tidak lagi bersahabat pada malam harinya ketika aku dalam perjalana pulang. Rantai motorku bukan hanya lepas tetapi putus. Dan lokasi putusnya ada di daerah Gading Serpong. Tempat kerjaku di BSD dan tempat tinggalku di Kotabumi. Dari Gading Serpong masih sekitar 30-40 menit lagi untuk sampai ke Kotabumi.

Hari sudah malam. Aku tidak melihat bengkel motor di sekitar lokasi rantai motorku putus. Dan yang aku tahu, biasanya bengkel motor tutup sore hari. Saat itu pun rata-rata toko sudah tutup. Setelah menginformasikan istriku, aku mencoba menghubungi salah satu teman gerejaku yang aku tahu dia lebih fleksibel untuk bisa membantu. Tetapi ketika aku mengirimkan pesan lewat whatsapp, dia hanya membacanya tetapi tidak membalasnya. Sambil menunggu mungkin dia akan segera membalas aku berpikir rencana lain, aku akan mendorong motorku ke hotel yang aku tahu ada di dekat lokasi putusnya rantai motorku, karena hotel tersebut di pinggir jalan serta aku pasti melewatinya setiap pulang kerja. Rencananya aku akan menginapkan motorku di situ satu malam lalu pulang naik Grabike. Baru besok paginya aku akan berangkat kembali ambil motorku. Aku baru ingat kalau temanku ini pasti sedang sibuk karena dia penanggung jawab acara pemuda gerejaku yang akan diadakan keesokan harinya di Kebun Raya Bogor. Aku memaklumi dia tidak membalas pesanku.  

Saat aku menunggu, ada salah satu karyawan toko di samping lokasi aku berhenti menghampiriku dan bertanya ada apa? Aku menjawab dengan mengatakan bahwa rantai motorku putus. Tanpa diduga dia berkata, “pak, tunggu sebentar saya bereskan toko dulu dan tutup toko,nanti saya bantu untuk dorong motor bapak mencari bengkel terdekat ya.” Dengan hati yang masih terkejut, aku menjawab “oh. Oke”. Aku masih tidak percaya dan ragu. Aku berpikir dia menawarkan bantuan tersebut karena sekalian dia bisa dapatkan tambahan uang ucapan terima kasih dariku. Ya aku sih menganggapnya wajar dan aku sudah berpikir berapa kira-kira yang bisa aku berikan ke dia.

Tidak berapa lama, akhirnya dia selesai dan aku naik motorku dan dia dengan menggunakan kakinya sambal naik motornya, mendorong motorku. Dalam perjalanan, kami masih bisa ngobrol-ngobrol mulai dari tempat tinggal dan lokasi kantorku serta lokasi rumahnya. Ternyata dia rumahnya lumayan jauh dari tempat kerjanya  di Gading Serpong. Dia tinggal di Cengkareng, yang jika dalam perjalanan normal bisa sekitar 1,5 hingga 2 jam. Tetapi dia mengatakan sudah biasa dan tidak terasa jauh.

EFEK DOMINO
Namun, yang membuatku sangat tersentuh adalah dia menjelaskan mengapa dia mau menolongku. Dia bilang bahwa dia pernah mengalami apa yang aku alami dan dia dibantu orang. Sebuah situasi yang sulit jika motor mati dan tidak ada bengkel di sekitar atau pernah juga motornya mati karena kehabisan bensin.

Karena kami tidak menemukan bengkel motor yang buka, maka aku sampaikan kepada dia biar kita ke TangCity mall saja, agar aku bisa parkir motor di mall tersebut dan besok mengambilnya.  Kebetulan mall tersebut letaknya ke arah Cengkareng juga. Jadi dia tidak perlu semakin jauh jaraknya untuk pulang. Setelah sampai di arah tempat parkir mall, dia tanpa berhenti langsung bilang, sudah ya pak. Dia tidak meminta apa-apa, dan tetap melaju dengan motornya ke arah Cengkareng. Aku hanya mengucapkan terima kasih lalu membawa motorku ke parkiran di basement Tangcity mall.

Jarak dari Gading Serpong ke Tangcity mungkin tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15-20 menit. Tetapi dalam 
situasi harus mendorong motor dengan satu kaki di tengah jalan yang walau sudah malam tetap ramai dan sempat ada juga area yang macet serta juga harus melewati beberapa kali tanjakan, aku bisa merasakan bahwa  tidak mudah dan butuh tenaga ekstra untuk melakukannya. Tetapi dia tidak pernah menyingung sama sekali soal uang ucapan terima kasih.

Tanpa pamrih orang yang tidak aku kenal, mau menolongku  dia tidak hitung-hitungan. Mengapa? Salah satunya adalah karena dia sudah pernah merasakan kebaikan orang lain dalam situasi yang hampir sama dengan yang aku alami Jumat malam tesebut.

Dia tidak melupakan kebaikan orang lain yang pernah dia rasakan dan dia melakukan kebaikan yang sama kepada orang lain yang membutuhkan, yaitu aku. kebaikan itu memiiki efek domino. Ketika orang lain melakukan kebaikan, maka entah kapan waktunya, orang yang merasakan kebaikan itu bisa memberikan kebaikan kepada orang lain. Bisa jadi kepada orang yang sebelumnya pernah menolong dia atau bukan, seperti aku.

Mas yang menolongku ini sudah memberikanku pelajaran yang sangat berharga. Dia secara tidak langsung mendorongku untuk kapanpun waktunya, berbuat baiklah karena aku sudah merasakan kebaikannya yang tanpa pamrih. Terima kasih Tuhan karena Kau mengirimkan orang yang bukan hanya menolongku pada malam itu, tetapi juga menolongku untuk tidak lupa berbuat baik di waktu yang akan datang.

Comments