PUNCAK


Suatu waktu ketika ngobrol santai dengan salah satu teman gereja, tercetus rencana untuk pergi ke Puncak, Bogor sebagai bentuk refreshing. Awal bermula karena papa mamaku serta adik-adikku baru saja refreshing ke Puncak sebagai acara perpisahan sebelum adikku yang bungs pindah kerja ke Kupang. Karena pada saat itu aku dan keluargaku sudah ada janji untuk mengikuti acara fellowship alumni JOY, persekutuanku ketika aku dan istriku masih mahasiswa, maka kami tidak bisa ikut.

Obrolan tersebut ternyata didengar anakku sehingga dia mengajak kami supaya saat itu juga ke Puncak. Tentu saja tidak bisa dan untuk menyenangkan anakku, teman gerejaku mengucapkan janji bahwa dia akan ajak Juan ke puncak.

Sejak saat itu, Juan ternyata tidak lupa. Dia sering sekali mengungkit hal tersebut ketika bertemu dengan teman gerejaku. Namun, bukan hanya itu saja, setiap ada kesempatan, ketika hanya Bersama aku dan istriku juga, Juan beberapa kali membahas tentang puncak.

Yang mengejutkanku adalah, dia mengerti secara hurufiah apa artinya Puncak, yaitu tempat yang tinggi. Dan yang lebih membuatku terharus serta tertegur adalah, apa yang sering dikatakan Juan ketika kami dalam perjalanan ke suatu tempat, termasuk ke pom bensin yang harus melewat tanjakan yang cukup tinggi, dia bilang, wah ini puncak. Terima kasih banyak bung karena sudah antar Juan ke puncak.

Sebuah ucapan terima kasih yang tulus dengan segala kepolosannya. Dia berterima kasih untuk hal-hal sederhana. Aku cenderung hanya bisa berterima kasih karena hal-hal yang terlihat besar dan tidak biasa, seperti misalnya ketika aku mendapatkan ijazah S2-ku, atau ketika aku bisa membeli barang yang aku sangat idamkan.

Aku lupa bersyukur untuk hal-hal “sederhana” dalam keseharian hidupku karena seolah hal tersebut karena sudah biasa, jadi tidak melihaatnya bahwa itu sebenarnya juga anugerah Allah bagi hidupku. Aku seharusnya seperti Juan yang merasakan sukacita untuk hal-hal sederhana dan mengucapkan terima kasih. Aku ditegur dan sekarang berjuang untuk saat ada waktu, dalam hati bersyukur ketika ada hal-hal sederhana aku alami dan rasakan sebagai bentuk penyertaan Allah dalam hidupku. Selalu ada alasan untuk berterima kasih kepada Allah.  


Comments