DITOLAK

Tahun 2016 saya memasuki semester 3 sebagai mahasiswa Pascasarjana jurusan Magister Manajemen di salah satu universitas di Jakarta. Semester tersebut saya memulai bimbingan tesis. Untuk tesis saya, dosen pembimbing yang ditentukan untuk membimbing saya adalah dosen senior yang memiliki karakter yang cukup keras.

Ketika saya mengajukan judul tesis, dia marah besar dan dengan suara cukup keras menolaknya karena di dalam judul tesis yang saya ajukan tidak mencantumkan nama asli tempat penelitian saya. Saya tidak mencantumkannya karena tempat penelitian saya, yang adalah tempat kerja saya sendiri tidak mengijinkannya. Saya menjadi panik dan bingung karena jika saya tidak diijinkan menggunakan tempat kerja saya sebagai tempat penelitian, saya harus cari tempat penelitian baru yang tentu membutuhkan waktu untuk mengerjakan penelitian karena terkendala tanggung jawab kerja saya yang cukup besar, menyita waktu selain waktu untuk pergi ke tempat penelitian.

Akhirnya saya memutuskan bertemu Kepala Program Studi saya untuk meminta persetujuan menggunakan judul tesis yang saya ajukan tanpa harus mencantumkan nama asli tempat penelitian saya. Puji Tuhan, Kaprodi menyetujuinya dan dia menginstruksikan kepada dosen pembimbing saya untuk melanjutkan bimbingan kepada saya menggunakan judul yang saya ajukan.

Dalam proses bimbingan tesis, terkadang saya harus bertemu dosen bukan di Kampus utama tempat saya kuliah dari sejak semester 1 tetapi di kampus lain yang jauhnya satu jam perjalanan dari kampus utama. Selain itu, saya juga sempat beberapa kali harus bimbingan di salah satu mall di Jakarta yang dari rumah saya adalah tiga jam perjalanan karena waktu untuk bertemu hanya ketika dia sedang berolahraga di mall tersebut. Karena dia olahraga pagi hari, saya harus berangkat subuh dari Tangerang menggunakan motor ke tempat perhentian bis. Saya titip motor di salah satu rumah sakit di sana, kemudian naik bis ke mall tersebut. Pulangnya saya harus naik angkutan online karena jika naik angkutan umum, jaraknya dan biaya-nya lebih mahal. Melelahkan karena menyita waktu dan juga dana.

Saat semester 5, saya akhirnya mendapatkan tanda tangan persetujuan dosen pembimbing untuk sidang tesis.Puji Tuhan saat sidang, saya dinyatakan lulus oleh dosen penguji tesis dan saya berhak menyandang gelar Master of Management walau harus melakukan beberapa revisi bagian dalam tesis saya.

Masa-masa penuh tantangan sejak saya mengajukan judul tesis semester 3 hingga proses bimbingan tesis sampai pada dinyatakan lulus di semester 5 memberikan satu pelajaran bahwa dalam masa-masa sulit Allah terus menyertai saya. Dia Immanuel.


Comments