TEMPE ITU TIDAK PENGECUT

Aku lupa sejak bulan apa, mungkin sekitar bulan Mei 2017, istriku yang cerdas dan suka belajar mendapatkan informasi bagaimana cara diet yang sehat. Dia menganjurkan aku mencoba untuk tidak makan nasi di pagi hari dan malam dan digantikan hanya mengkonsumsi makanan-makanan yang berprotein selain berguna untuk otot, tetapi juga karena makanan yang berproteinlah yang membuat perut kenyang. Cara diet ini cukup berhasil dan cepat dampaknya. Berat badanku cepat turun dalam beberapa minggu.

Selain berat badanku turun, aku juga mendapat pengetahuan baru mengenai fungsi dari makanan yang mengandung protein adalah membuat kenyang. Hal yang sederhana tetapi sebenarnya memberikan dampak positif yang bisa berlangsung jangka panjang dalam aku mengatur makananku. Strategi memilih makananku menjadi lebih baik sehingga tidak perlu banyak makanan yang masuk ke mulut tetapi asalkan ada makanan yang mengandung protein, maka aku akan kenyang.

Dalam hidup ini, ada banyak sekali kesempatan yang bisa didapatkan seseorang, entah itu kita cari sendiri atau kesempatan itu mendatangi kita. Selain itu, ada banyak sekali mungkin hal-hal yang bisa menarik minat kita dan segala hal yang dibutuhkan untuk menekuni minat tersebut dengan banyak dan mudah tersedia. Namun, pada akhirnya, tidak semua kesempatan dan minat itu harus kita ambil dan kembangkan. Harus ada strategi yang tepat dan itu semua menurutku harus melibatkan Tuhan karena aku percaya Tuhan memberikan minat dan bakat dan tentunya rencana yang Indah buat kita masing-masing. Kita perlu dekat, bertanya dan peka pada Tuhan agar bisa mengambil keputusan yang tepat alias strategi yang tepat agar hidup kita benar-benar “kenyang” tanpa harus membuat energi waktu serta bisa jadi relasi dan finansial untuk hal-hal yang tetap membuat lapar alias tidak berguna.

AKU MEMILIKI MENTAL TEMPE
Selain soal strategi makan yang bikin kenyang, hal lain yang aku pelajari adalah fungsi tempe yang sangat bermanfaat. Tempe mengandung protein. Fungsi protein bukan hanya untuk menguatkan otot tetapi “menguatkan” otak sehingga semakin cerdas. Itulah sebabnya banyak yang menganjurkan agar anak-anak diberikan banyak makanan yang mengandung protein.
Kekayaan fungsi dari tempe tersebut agak kontrakdiktif dengan pengertian dari mental tempe adalah sikap tidak berani menghadapi lawan, artinya lebih cenderung sebagai seorang pengecut. (sumber: google). Jika menilik penjelasan dari M. Arsyad dalam tulisannya di blog-nya (http://muhammadarsyad90.blogspot.co.id) pengertian mental tempe ini berkaitan dengan kalimat yang disampaikan oleh Presiden kita yang pertama, Ir. Soekarno, yaitu “janganlah kita menjadi bangsa tempe.” yang berkonotasi negatif. Bisa dikatakan sangat rendah ketika kita bermental tempe atau menjadi bangsa tempe.

Hal ini membuatku belajar bahwa sebuah situasi atau seseorang bisa disalah mengerti karena asumsi yang dibangun oleh orang-orang yang berpengaruh sehingga menghasilkan kesepakatan umum bahwa asumsi itu benar padahal sebenarnya tidak benar. Ada hal-hal positif yang tidak dihargai karena sudah terbangun pemikiran yang negatif pada sebuah situasi atau kepada seseorang dari pribadi-pribadi yang bisa jadi tidak suka atau juga tidak mengetahui seluruhnya tentang situasi atau seseorang tersebut. Hal ini membuatku belajar untuk benar-benar semakin obyekti dalam segala hal dan semakin berfokus untuk melihat hal-hal positif pada segala situasi dan orang lain serta berjuang sesuai kapasitas dan otoritas untuk mendukung hal-hal yang menjadi titik lemah atau kekurangan orang lain. Harapanku, orang lain juga bersikap sama seperti itu kepadaku. Walau jika tidakpun, aku tidak menuntut tetapi mengarahkan diri kepada Penciptaku lewat doa agar Dia saja yang mengirimkan pribadi-pribadi dan pengalaman-pengalamanku yang membuatku menjadi lebih baik.

Pada akhirnya, mental tempe bukanlah mental yang pengecut, tetapi mental yang penuh hal positif, antara lain kekenyangan strategi serta kecerdasan.
Hal ini membuatku sadar bahwa lewat pengalaman-pengalaman yang Tuhan ijinkan aku alami dan cenderung tidak aku suka, dia membentukku agar aku memiliki mental tempe. Situasi-situasi yang tidak ideal membuatku menjadi pribadi yang semakin lebih baik. Butuh proses dan proses itu bisa mencapai targetnya hanya jika aku tidak menyerah.


Comments