KEHILANGAN YANG DIINGINKAN

Tanggal 1 Mei 2017, aku kehilangan tas ransel warna hitam yang sudah menemaniku selama bekerja di perusahaanku 5 tahun. Tas ransel tersebut aku selalu bawa tiap hari ke kantor untuk menyimpan bekal makananku yang dibuat oleh istriku yang cantik dan pandai memasak. Selain itu, biasa aku menaruh charger, flashdisk, kartu-kartu yang jarang yang gunakan di bagian tas tersebut.

Pada tanggal tersebut, yang sebenarnya hari libur, aku masuk kantor untuk lembur mempersiapkan ujian Semester 2 SMP dan SMA. Karena baru gajian dan hari libur, aku tidak minta istriku membawa bekal makan siang karena aku mau beli makan sendiri. Jadi, tas tersebut ringan dan ketika berangkat dari rumah, aku membawanya dengan cara menggendongnya. Biasanya kalau aku bawa bekal, aku taruh di bagian depan motor, Antara jok tempat duduk dan stang, supaya badanku tidak sakit pegal karena menggendong tas tersebut.

Orang akan banyak menghibur, bahwa bersyukur hanya kehilangan tas saja, bukan kehilangan yang lain yang lebih berharga seperti misalnya dompet ataupun kehilangan orang-orang yang dekat dengan kita.Kehilangan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari hidup, entah itu barang ataupun orang, tentu ada rasa sedih dalam hati, walau tingkat kesedihannya berbeda-beda. Tingkat kesedihan dan dampak dari larut dalam kesedihan karena kehilangan masing-masing orang bisa berbeda-beda. Walau orang lain menghibur dengan maksud yang baik, tetapi orang yang merasakan kehilangan tentu tidak mudah untuk bisa kembali memiliki perasaan yang normal seperti sebelum kehilangan.

JENIS KEHILANGAN LAIN
Ada jenis Kehilangan lain yang berbahaya sebenarnya, yaitu  kehilangan semangat bekerja atau berkarya, kehilangan kasih dan kehilangan semangat untuk melakukan hal yang positif seperti mengikuti komunitas atau belajar sesuatu atau membaca buku. Jenis kehilangan ini sepertinya menjadi sebuah hak dari seseorang, tetapi dampaknya juga bisa berpengaruh negatif pada orang lain, sama seperti jika kehilangan barang atau orang terdekat.

Ada banyak hal yang bisa terjadi setelah kehilangan sesuatu yang berharga bagi diri. Ada yang akhirnya marah, benci ataupun akhirnya menjadi pribadi yang berbeda. Ada yang akhirnya tidak lagi menjalin hubungan dengan orang sekitar. Ada yang akhirnya memiliki kebiasaan-kebiasaan baru, yang tentu cenderung negatif. Dampak dari kehilangan sesuatu yang berharga sangat beresiko. Namun, kita tidak punya kuasa untuk memastikan semua yang ada pada kita, semua yang kita sayangi untuk tidak hilang. Kitapun akan hilang dari dunia ini pada waktuNya.

Namun, sambil tetap berjuang semaksimal mungkin sesuai kapasitasku agar aku tidak kehilangan barang atau orang atau karakter positif atau kebiasaan positif yang aku sudah miliki (bahkan seharusnya dikembangkan), ada kehilangan lain yang sebenarnya perlu segera terjadi dalam diriku dan mungkin juga teman-teman yang membaca tulisanku ini.

HILANG ITU BAGUS

Kehilangan yang perlu segera terjadi dan sebenarnya aku juga inginkan agar hilang adalah kehilangan segala kebiasaan buruk serta karakter buruk dalam diriku serta bisa jadi kehilangan barang-barang yang secara tidak sadar sudah menjadi berhala bagiku. Aku tidak bisa menuliskan di sini segala kebiasaan buruk dan karakter buruk, bahkan dosa yang tetap dinikmati sampai saat ini. Namun, aku menulis ini dengan penuh kesadaran bahwa aku butuh Tuhan untuk dalam proses waktu bisa membuat aku kehilangan semuanya itu yang menghambatku menjadi pribadi yang lebih baik di mata-Nya. Hilang itu bagus. Aku tidak sanggup jika mengandalkan diri sendiri. Doaku, agar Tuhan membuka hatiku memiliki kerelaan hati, kehilangan hal-hal yang tidak memberi dampak positif bagi diriku dan orang di sekitarku. Amin.

Comments