APRIL MOP

Dalam satu bulan, terdapat 30 hingga 31 hari, kecuali bulan Februari, hanya 28 atau 29 hari. Dalam satu hari, bisa disi oleh segala aktivitas yang berbeda-beda sesuai dengan tanggung jawab kita masing-masing.

Satu hari, terasa cepat ketika ada banyak sekali aktivitas yang harus dilakukan atau sebaliknya begitu lambat ketika tidak ada hal yang harus dilakukan dengan segera pada hari itu.

MANAJER
Masing-masing kita memiliki tanggung jawab dan setiap tanggung jawab, memiliki alur waktu yang berbeda dan secara sadar atau tidak sadar, kita menjadi seorang manajer, paling tidak bagi kehidupan kita pribadi. Manajer dalam konteks ini adalah seorang yang memiliki wewenang dalam mengelola tanggung jawab, termasuk di dalamnya merencanakan & mengatur agar tanggung jawab yang diberikan bisa diselesaikan sesuai dengan target yang diharapkan.

Aku sebagai seorang kepala keluarga, seorang suami, seorang ayah, seorang anggota gereja, seorang pekerja dari suatu perusahaan, memiliki berbagai tanggung jawab yang melekat dengan sendirinya ketika aku mengambil keputusan-keputusan yang membuat aku memiliki segala status di atas.

UJIAN PRAKTEK
Setiap bulan selalu memilki tantangan-tantangan yang tidak mudah untuk bisa menyelesaikan tanggung jawab yang melekat dalam kehidupaku. Pada bulan April, seperti biasa, di sekolah tempatku bekerja adalah waktunya untuk ujian praktek untuk mata pelajaran Fisika, Biologi dan Kimia bagi murid-murid tingkat SMP kelas 9 hingga SMA kelas 11. Ujian praktek ini hanya dilakukan di Labaratorium Sains pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan dan tidak beruturan tiap hari. Total ada 6 hari dalam satu bulan untuk ujian praktek ini yang berlangsung mulai dari awal April hingga berakhir baru pada akhir April, tepatnya tanggal 27 April lalu.

YUDHA
Divisi tempatku bekerja memiliki tanggung jawab mempersiapkan “logistik” ujian praktek ini, yaitu produksi soal ujian, penentuan guru yang menjadi pengawas, serta pengaturan murid-murid yang dimasukkan dalam beberapa grup ujian praktek. Semua ini butuh ketelitian tinggi selain koordinasi yang baik dengan divisi lain yang terkait. Aku bersyukur karena persiapan logistic untuk ujian praktek semester 2 ini sangat terbantu karena sudah ada teman baru di divisiku, yaitu Yudha. Dia pribadi yang cukup pendiam namun tekun belajar sehingga dia dengan cepat menguasai tanggung jawab yang diberikan termasuk dalam hal persiapan logistik ujian praktek Semester 2 ini. Sebelum Yudha bergabung, saat aku harus persiapkan logistik ujian kelas 12 yang diadakan selama dua minggu di bulan Maret, aku juga harus kejar tayang untuk persiapan logistik ujian praktek. Tetapi kali ini aku tidak harus sering lembur sampai malam karena ada Yudha. Dia bisa memahami alur persiapannya, aku tinggal memeriksa ulang.

ITA
Lain lagi dengan Ita. Partner kerjaku yang sudah satu tahun ini menjadi semakin percaya diri karena dia semakin memahami alur dari dunia tempat kami bekerja sehingga dia semakin peka dengan hal-hal yang bisa menjadi pengembangan serta juga evaluasi bagi divisi kami secara khusus atau sekolah tempat kami bekerja secara lebih luas.

Ketika aku fokus dengan ujian kelas 12 serta juga ujian praktek, Ita bisa dengan mandiri melakukan tanggung jawab mempersiapkan logistik ujian kelas 6 SD dan hasilnya sangat memuaskan. Aku sangat suka dengan sikap kritisnya dan bisa memberikan pandangan dari sudut yang berbeda karena dia punya pengalaman sebagai guru selain dia juga sangat aktif sebagai pemerhati dunia lewat media sosial serta tentunya kapasitas pengalamannya sebagai penulis yang sangat kental terlibat oleh diriku.
Yang menjadi tantangan menarik selama kami melakukan tanggung jawab divisi kami di atas adalah bahwa walau kami sudah mempersiapkan dengan semaksimal mungkin, ada saja hal-hal tidak terduga yang harus kami hadapi selama pelaksanaan tanggung jawab tersebut.

GURU A,B,C dan E
Yang paling kentara adalah saat ujian praktek hanya tinggal satu hari lagi, kami harus mengubaj jadwal pengawas karena ada guru yang tidak lagi bekerja sebagai guru di sekolah kami. Tantangannya adalah informasi tersebut baru kami ketahu satu hari sebelum ujian praktek dilakukan. Efeknya sangat luas. Guru “A”, sebut saja namanya seperti itu, digantikan oleh 3 orang guru, yaitu guru B, C dan E untuk semua kelasnya. Jadi, selain harus mencari pengganti untuk guru A,kami harus juga mencari pengganti untuk guru B, C dan E yang diminta untuk tidak dijadikan guru pengawas. Total 4 guru yang harus kami ganti, yang berarti jika jadwal masing-masing guru minimal satu, maka ada minimal 4 guru yang harus ditambah jumlah jadwal mengawasnya. Ini di luar tanggung jawab mereka yang utama, mengajar kelas mereka masing-masing di luar hari dan jam ujian praktek. Sebuah situasi yang tidak mudah. Ini belum ditambah dengan guru-guru yang berhalangan karena sakit sehingga tidak bisa menjadi pengawas. Tentu kami harus berkoordinasi untuk mencari pengganti dengan prioritas adanya pertukaran jadwal, sehingga tidak menambah jumlah jadwal menjadi pengawas. Tetapi ada waktu-waktu di mana kami tidak bisa menemukan jadwal yang bisa ditukar.

Bersyukur kami bisa menemumkan guru-guru pengganti untuk jadwal guru A, B, C dan E serta guru-guru yang berhalangan karena sakit, ada yang bisa ditukar dan jika tidak bisa ditukarpun, aku bersyukur guru-guru yang menjadi pengganti tersebut bersedia melakukan tanggung jawab tersebut. Memang kami tidak bisa menyenangkan semua orang, tetapi tidak pernah sekalipun aku dan teman-teman divisiku terpintas untuk membebani orang-orang tertentu dan tidak terlintas ada daftar guru-guru favorit yang mendapat jumlah mengawas sedikit. Semuanya diatur dengan seobyektif mungkin melalui sistem komputer yang kami gunakan serta beberapa penyesuaian hasil dari sistem tersebut.

LEMPAR BOLA SEMBUNYI TANGAN
Sebuah tanggung jawab bisa dipikul bersama sehingga beban dari tanggung jawab itu tidak menjadi berat. Belajar untuk memegang “bola” bersama lebih baik daripada melempar “bola” dan sembunyi tangan atau bahkan cuci tangan. Aku bersyukur karena aku dikelilingi oleh pribadi-pribadi yang sadar akan tanggung jawabnya masing-masing dan tidak lempar bolah sembunyi tangan. Ada kesadaran bahwa kepercayaan yang dipegang bukan untuk sebuah prestasi pribadi tetapi bagaimana menciptakan kerjasama yang baik karena kepercayaan (trust) yang telah diberikan.

Aku melihat bulan April dengan segala situasi yang tidak diduga dalam tanggung jawab ujian praktek adalah seperti APRIL MOP dari Tuhan. April Mop identik dengan lelucon universal khusus tanggal 1 April. Tetapi sepertinya bagi Tuhan, April Mop itu diberikan padaku sepanjang bulan April. Dia seperti ingin bercanda kepadaku untuk memperlihatkan bagaimana Dia memberikan pelajaran lewat cara-cara yang membuatku geleng-geleng kepala. Ada saja caraNya yang tidak pernah diduga dan sebenarnya aku tidak mau jika aku sudah tahu itu rencanaNya. “Tuhan jangan bercanda”. Mungkin itu yang aku akan katakana jika bertemu Dia.

Ujian praktek itu hanya satu dari beberapa tanggung jawabku yang selalu diwarnai dengan berbagai situasi yang tidak terduga. Tetapi semuanya itu memberikan aku pelajaran agar aku sadar aku ini bukan Tuhan, aku ini manusia yang terbatas sehingga aku belajar untuk lebih beriman serta lebih realistis dan tahu diri sehingga tidak menghakimi orang lain karena kelemahan dia karena aku sendiri punya kelemahan di bagian lain, namun aku didorong untuk mendukung orang lain sesuai kapasitasku sama seperti orang lain mendukung sesuai kapasitas mereka dalam kelemahanku. Terima kasih Tuhan untuk April Mop-nya. Aku pikir ini bukan becanda, tetapi ini serius, pembentukan Tuhan lewat cara yang tidak diduga dan lebih tepatnya tidak kusukai.


Comments