FOLLOWER

Media sosial sekarang menjadi media yang sangat digandrungi oleh kebanyakan orang terutama anak muda. Masing-masing orang memiliki tujuannya masing-masing dalam menggunakan media sosial. Ada yang menggunakan media sosial untuk membangun kembali persahabatan yang sudah lama tidak berjumpa. Dan memang terbukti media sosial menghubungkan banyak orang yang sudah lama tidak berkomunikasi menjadi kembali bisa bersua, entah itu hanya baru sebatas lewat media sosial atau tukar nomor handphone dan aplikasi komunikasi lainnya, atau sampai kembali bertemu muka dengan muka.

Media sosial juga digunakan untuk sharing informasi serta promosi secara pribadi atau organisasi termasuk jualan. Selain itu, media sosial juga menjadi tempat curhat atau berbagi pengetahuan, atau refleksi pribadi yang menjadi prinsip hidup seseorang atau sekelompok orang. Tujuan penggunaan media sosial bisa dilihat dari sisi positif ataupun negatif dan bisa memberi dampak luas.

Namun, ada satu faktor yang sangat mempengaruhi tercapainya tujuan dari penggunaaan media sosial tersebut secara langsung atau tidak langsung, yaitu FOLLOWER (PENGIKUT). Istilah ini sudah tidak asing lagi bagi pribadi-pribadi yang menggunakan media sosial terutama INSTAGRAM. Semakin banyak follower dari seseorang atau organisasi, semakin besar kesempatan untuk memberi pengaruh, secara positif atau negatif. Tentu hal ini sudah tidak perlu menjadi pembahasan panjang untuk dimengerti. Biasanya artis-artis, pemimpin negara, atlet atau organisasi terkenallah yang banyak follower-nya.

SELEBGRAM
Fenomena follower ini sampai menciptakan SELEBGRAM, yaitu selebritis yang menjadi terkenal, sehingga pengikut dari akun Instagramnya yang banyak. Dia menjadi SELEBRITIS INSTAGRAM. Orang-orang yang tadinya tidak terkenal menjadi terkenal melalui media sosial. Sampai akhirnya diundang oleh berbagai pihak mengisi berbagai acara termasuk stasiun televisi, acara di mall-mall atau beritanya dimuat di media cetak.

Bahkan, fenomena follower ini membuat adanya jual beli follower! Aku hanya menduga adanya tawaran untuk membeli follower ada hubungannya dengan cara cepat untuk menjadi selebgram selain dengan menunjukkan aksi-aksi yang unik. Motivasi lainnya adalah adanya kebanggaan pribadi dengan banyaknya follower dari akunnya.

Lalu, bagaimana dengan aku dan kamu? Untuk apakah bermedia sosial? Dan apakah penting memiliki banyak atau tidak follower? Pada akhirnya masing-masing kita memiliki jawaban yang berbeda-beda. Tidak ada yang salah karena masing-masing memiliki prinsip yang belum tentu sama. Yang terpenting bagiku, sebagai saran, apapun yang dilakukan oleh aku dan kamu dengan aku media sosial kita masing-masing, kiranya semua itu sudah dipikirkan dengan matang dan kalau perlu minta saran dari orang lain yang lebih dewasa dan tujuannya hanya untuk hal yang berdampak positif bagi orang lain, bukan memunculkan banyak sekali perpecahan, salah paham, kebencian atau bahkan hingga terjadi permusuhan yang berdampak panjang. Memang tidak semua orang bisa memahami atau menyetujui apa yang kita sampaikan lewat media sosial. Namun, saya melihat bahwa ada hal-hal yang pada akhirnya kita bisa nilai sendiri bahwa hal tersebut sensitif dan berpotensi berdampak negatif atau tidak.


Sekali lagi, ini hanya saran dan pada akhirnya apapun yang orang lain posting lewat media sosialnya, itu adalah hak masing-masing dan aku tidak punya hak untuk menghakimi. Aku sangat menghargainya dan hanya bisa menyampaikan mungkin responku yang mungkin tidak setuju tanpa mengintervensi keputusan yang diambil. Pilihan dan tanggung jawab kembali lagi ada pada kita masing-masing.

Comments