SURGA

Surga bagi sebagian besar manusia, adalah satu tempat tujuan yang paling diinginkan ketika kematian walau sebenarnya tidak pernah ada manusia yang masih hidup saat ini bisa memastikan seperti apa bentuk surga sebenarnya. Masing-masing agama memiliki gambaran yang berbeda walau intinya adalah sebuah pertemuan dengan Sang Pencipta dan hidup dalam sebuah kebahagiaan sejati tanpa ada penderitaan. Orang-orang yang mungkin tidak terlalu religius memiliki khayalan yang hampir seperti apa surga itu sebenarnya.
Karena surga sebagai standar kebahagiaan atau kesenangan yang paling tingg banyak hal-hal di dunia ini sering dianggap sebagai surga dunia. Surga dunia bisa dikonotasikan negatif atau positif. Banyak sekali daerah-daerah di Indonesia dianggap surga dunia Karena keindahannya. Salah satunya adalah Raja Ampat di Papua.
Mencari atau mendapatkan surga di dunia adalah hal yang sangat membahagiakan. Tetapi segalanya menjadi tidak menyenangkan karena waktu membatasi. Itulah perbedaan yang mungkin paling mencolok antara surga di dunia dan surga setelah kematian. Pencarian akan kebahagiaan tidak pernah berhenti Karena ada batasan waktu kembali ke realita yang penuh dengan tantangan atau pergumulan atau permasalahan,
Untuk menikmati surga di dunia, selalu ada harga yang harus dibayar. Mungkin ketika bagi yang menikmatinya tidak merasa rugi untuk harga yang harus dibayar bahkan merasa tidak terlalu besar pengorbanannya.

Aku, yang cenderung pesimistis dan juga cepat menyerah kalau tidak mau disebut tidak suka menghadapi masalah, ingin segera meninggalkan dunia ini bukan Karena aku mencari surga tetapi Karena mau lepas dari segala permasalahan yang ada di dunia ini. Rasanya lebih banyak gagalnya daripada suksesnya.

Apakah surga bisa menjadi tujuan utama dalam hidup sehingga melakukan aktivitas segalanya berdasarkan tujuan utama itu? Masalahnya, untuk mencapai surga, ada banyak sekali pandangan-pandangan yang sangat ekstrim, termasuk yang dilakukan oleh para pelaku bom bunuh diri. Bagi kita yang memiliki pandangan yang berbeda dengan mereka, tentu saja mengganggap hal tersebut hal yang tidak waras. Tetapi bagi mereka, itulah harga yang harus dibayarkan untuk mencapai surga.

Akhirnya, yang kutemukan adalah, sesuatu, termasuk surga, bisa dipandang dari sudut pandang yang berbeda sehingga menghasilkan perilaku yang berbeda dan perbedaan itu bisa sangat ekstrim serta merugikan diri sendiri atau orang lain.

Akhirnya aku bisa memahami banyak sekali konflik Karena masing-masing berpegang teguh pada prinsip mencari surganya sendiri yang sangat berbeda ekstrim dan tidak sungkan-sungkan untuk “menghancurkan” setiap pribadi yang berbeda prinsip dengan dirinya.


Surga di dunia akhirnya hanya dinikmati pada momen tertentu dan satu dua orang atau kelompok tertentu, bukan semua orang. Jadi, akhirnya, apakah tidak akan pernah ada kedamaian di dunia? Sekedar membagikan keprihatinan tanpa bisa memberi solusi yang paling tepat, kecuali adanya keterbukaan untuk menerima perbedaan dengan kasih dari Allah yang sangat mengasihi kita manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. 

Comments