BAGAIMANA JIKA YESUS TIDAK LAHIR?

Sebuah pertanyaan yang menjadi salah satu tema khotbah kebaktian minggu gerejaku di bulan Desember. Jika Yesus tidak lahir. Apakah berarti kekristenan berarti tidak ada? Bagaimana dengan Alkitab? Apakah ada atau jika tetap ada apakah cerita di dalamnya berbeda?

Hidup itu tidak bisa diduga karena hidup itu bukan manusia yang miliki termasuk aku. Mengapa aku lahir di Indonesia? Mengapa aku orangtuanya berasal dari dua daerah yang berbeda? Mengapa aku tingginya 182 cm?

Pertanyaan mengapa yang berkaitan aku dilahirkan dan kenapa aku yang dilahirkan di dalam keluargaku sama seperti kenapa Tuhan Yesus yang lahir dan yang mati di kayu salib untuk menebus dosa setiap manusia yang percaya padaNya.

Ini adalah pertanyaan yang seharusnya tidak perlu dipertanyakan ketika aku dan kamu percaya akan KEDAULATAN dan KEMAHAKUASAAN ALLAH SEMESTA ALAM. Dia mampu melakukan apapun yang MELEBIHI akal pikiran manusia serta KEMAMPUAN manusia serta Dia tidak wajib untuk memberitahukan segalanya kepada manusia ciptaan-Nya.

Apakah ini berarti ada satu kepercayaan buta? Kepercayaan yang fanatik? Pada akhirnya, bagi yang memiliki kepercayaan adanya Allah, maka lewat pengalaman pribadi dan pengetahuan, iman menjadi dasar sebuah prinsip hidup termasuk bagaimana cara Allah menyelamatkan manusia yang jatuh dalam dosa dan pantas dihukum mati kekal.


Jika Tuhan Yesus tidak lahir, aku sebagai manusia terbatas sekali memikirkan alternatif lain yang Allah sang Maha Kuasa bisa gunakan untuk menyelamatkan manusia yang sangat dikasihiNya. Tetapi, yang menjadi fakta sekarang adalah Allah memakai cara kelahiran Tuhan Yesus. Jadi, yang pantas dilakukan sekarang, tidak memperdebatkan bagaimana jika Tuhan Yesus tidak lahir, tetapi apa yang menjadi respon aku dan semua pribadi yang percaya cara Allah adalah menjadikan Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat manusia. Respon percaya dan apa yang dilakukan setelah menerima keselamatan dan Roh Kudus selama masih hidup di dunia ini. Sekedar berbagi pendapat dalam rangka perayaan Natal tahun 2016. Selamat merayakan hari lahir Juruselamat manusia temans. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya tunggal Tuhan kita, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Comments