MEMBUANG WAKTU UNTUK TIDAK MEMBUANG NYAWA

Beberapa hari yang lalu, di sekolah tempatku bekerja, baru saja selesai mengadakan latihan evakuasi penanganan bencana. Latihan ini berlangsung tanpa pemberitahuan kepada guru-guru dan para murid. Setelah latihan selesai, seperti biasa, langsung diadakan pertemuan evaluasi latihan.

Pada saat evaluasi, ada beberapa hal yang menjadi bahan utama diskusi, termasuk dalam hal sound system maupun sikap para murid dan guru ketika berlangsung latihan tersebut. Ada hal-hal positif dan juga tentu hal-hal masih perlu ditingkatkan dalam penanganan bencana berdasarkan hasil evaluasi tersebut.

Latihan evakuasi penanganan bencana ini sudah menjadi hal rutin yang diadakan setiap tahun di sekolahku. Minimal dua kali dalam satu tahun ajaran. Namun, belum semua murid maupun guru maupun staf non-guru selalu mengganggap serius latihan ini. Aku termasuk yang ketika awal-awal bekerja di sekolah ini kadang tidak mengikuti latihan dengan mematuhi instruksi agar berkumpul di tempat yang sudah ditentukan. Aku tetap bekerja seperti biasa.

Namun, satu kalimat diucapkan kepala sekolah SMP-SMA tempatku bekerja bisa menjadi kesimpulan yang juga merupakan alasan paling kuat mengapa aku harus serius dalam latihan ini. Intinya dia berkata “We are ‘wasting time’ to avoid us to “wasting life”- kita “membuang waktu” untuk mencegah kita “membuang nyawa”.  Bagi banyak orang, latihan bencana sering dilihat hanya membuang-buang waktu apalagi jika ada deadline…tetapi jika ingat bahwa bencana itu tidak pernah bisa diduga kapan datangnya, maka latihan ini sangat-sangat bermanfaat walau sepertinya membuang waktu agar kita tidak membuang nyawa orang sia-sian karena ketidaksiapan menghadapi bencana. Kalimat yang Kepala Sekolahku sampaikan sangat menohokku dan memberikaku semangat untuk selalu serius dalam latihan.

Namun, kalimat itu juga membuatku berpikir tentang segala hal yang kulakukan dalam kehidupan, banyak sekali sepertinya hanya “membuang waktu” tetapi sebenarnya hal itu layak dilakukan agar aku tidak “membuang nyawa” aku ataupun orang-orang yang kukasihi atau orang-orang sekitarku.
Paling sederhana adalah, seperti misalnya makan dan minum teratur. Kalau lagi sibuk dengan pekerjaan atau game, bisa sampai tidak makan dan minum. Hal lain yang sederhana tetapi penting juga menyediakan waktu untuk bersekutu pribadi dengan Tuhan ataupun dengan sesama orang beriman dan melayani di gereka. Sepertinya buang waktu tetapi sebenarnya sangat mempengaruhi prinsip hidup kita dan bagaimana kita merespon banyak hal dalam kehidupan kita.

Banyak hal-hal lain yang mungkin masih sering dilihat sekedar membuang waktu tetapi sebenarnya sangat-sangat berpengaruh secara signifikan pada kehidupan masing-masing dari kita.  Kita bisa mengevaluasi kehidupan kita dan akhirnya bisa kembali merenungkan apakah kita perlu merubah cara pandang sehingga kita tidak menyesal di kemudian hari. Sekedar reflesi bukan untuk menggurui.


Comments