Sepenggal Kata

Fast food restaurant sore menjelang malam menjadi tempat perteduhanku sejenak setelah jam kantor usai. Aku duduk di smoking area bukan karena aku merokok tetapi karena aku bisa melihat lalu lalang kendaraan yang berpacu di jalan raya dengan kilatan lampu dan bunyi klaksonnya.
Aku datang sendiri namun di sekitarku telah banyak sesama manusia yang menghabiskan waktu sejenak di tempat yang sama.

Walau matahari telah hilang diganti gelap malam disertai angin kencang pertanda mau hujan, frekuensi hilir mudik kendaraan dan keramaian tempatku berteduh tetap tinggi.
Aku tidak tahu apa yang dituju oleh setiap kendaraan yang hilir mudik. Mungkin ada yang hendak pulang ke rumah, mungkin ada juga yang sedang bekerja atau mungkin ada yang pergi bertemu seseorang sesuai janji.

Entah apa juga aktivitas sesama manusia yang berhenti sejenak di tempat yang sama dengan aku. Mungkin mereka lapar. Mungkin mereka ada meeting atau sekedar janji dengan seseorang juga.
Aku tidak tahu apa yang menjadi tujuan mereka. Namun yang kuyakin adalah mereka mengambil keputusan untuk berkendaraan atau berhenti sejenak pasti ada tujuannya. Dan tujuan itu tidak bisa tercapai jika mereka tidak melakukan aktivitas yang mereka lakukan saat ini atau sebelumnya. Ada usaha nyata yang mereka lakukan.

Dalam perjuanganku secara pribadi untuk menjadi pribadi yang berkenan di mata Allah, aku juga harus BERUSAHA melakukan hal-hal yang aku sudah tahu membawa aku menjadi pribadi yang Allah inginkan.

Dalam satu ayat di 2 Petrus 1, ada sepenggal kata, "berusahalah sungguh-sungguh..." Sepenggal kata ini dalam bahasa Inggris NIV, ditulis "make every effort..."

Sepenggal kata ini mengusikku kalau tidak mau disebut menamparku. Apakah aku sudah berusaha sungguh-sungguh? Sudah melakukan segala cara untuk menjadi pribadi lebih baik? Ketika menggunakan search engine untuk mencari ayat-ayat mana aja yang menggunakan kata-kata "make every effort" di NIV Bible, aku temukan bahwa selalu sepenggal kata-kata tersebut mendahului nasehat yang berkaitan dengan karakter atau tujuan yang Allah inginkan kita manusa miliki.
Dia secara tidak langsung seperti ingin menyampaikan bahwa harus ada perjuangan atau kerja keras untuk menjadi pribadi yang Allah inginkan. Satu hal yang tidak bisa aku lupakan adalah Immanuel. Allah menyertaiku dalam proses perjuangan itu.

Sama seperti entah kapan jalanan atau fast food restaurant itu semakin sepi, maka entah sampai kapan perjuangan itu akan berakhir. Satu hal yang lebih penting adalah selama perjuangan itu belum berakhir, aku tidak boleh menyerah, patah semangat sama seperti setiap kendaraan tidak akan berhenti hingga sampai di tempat tujuannya.

Comments