MENIPISKAN ISI DOMPETKU

Bagi kebanyakan pria, dompet biasanya ditaruh di saku celana panjang bagian belakang. Berbeda dengan kebanyakan wanita yang biasanya memiliki ukuran dompet yang cukup besar sehingga tidak cukup di satu celana, Biasanya dipegang sepanjang perjalanan ketika di tempat-tempat perbelanjaan atau ditaruh di tas yang dibawa ketika beraktivitas. Tiap orang, termasuk sesama pria maupun wanita pasti isinya dompetnya bervariasi, walaupun tentu yang utama adalah sesuai dengan fungsinya, seharusya dompet adalah tempat menyimpan uang.

Awal bulan September, ada promosi diskon di toko belanja online untuk pembelian dompet pria. Aku tertarik karena dilihat dari gambar, dompet tersebut bisa menyimpan banyak kartu selain tentunya uang. Aku tertarik karena aku melihat dompetku terlalu tebal karena banyak sekali kartu-kartu yang aku simpan, selain juga uang.Encouragement Letter yang biasanya aku simpan karena kata-katanya menguatkanku.

Akhirnya aku putuskan untuk membeli dompet tersebut. Ketika dompet itu sampai, ternyata, tempat untuk menyimpan uangnya cukup dalam sehingga aku agak kesulitan untuk menggunakananya. Aku sempat mencoba beberapa waktu, namun kurang nyaman. Karena bentuknya agak berbeda dengan dompet yang biasa aku gunakan.

Aku akhirnya tetap menggunakan dompet lamaku untuk menyimpan uang dan kartu-kartu yang aku tahu aku sering gunakan, seperti kartu ATM, kartu pembelian BBM motorku, kartu mahasiswaku, serta kartu belanja. Namun, bukan berarti pembelian dompetku tersebut sia-sia karena dompet baruku tersebut bisa kugunakan untuk menyimpan semua kartu-kartu dan dokumen-dokumen kecil lainnya yang selama ini aku simpan di dompet lamaku. Selama ini aku sangat jarang  atau sebenarnya tidak pernah menggunakan kartu-kartu tersebut.

Ternyata, dompet yang sekarang aku gunakan, ketebalannya sangat berubah drastis. Sangat signifikan pengaruh dipindahkannya kartu-kartu yang selama ini aku simpan tapi tidak pernah aku gunakan. Aku lebih nyaman untuk duduk serta lebih mudah mengambil dompetku.

Bisa dikatakan isi dompetku menandakan prioritasku. Aku jadi belajar, bahwa dalam kehidupanku, baik itu sehari-hari maupun sebulan ataupun dalam satu periode yang lebih panjang atau bahkan benar-benar panjang, aku perlu benar-benar mengatur agar jangan sampai aku "membawa" alias merencanakan serta mengerjakan hal-hal yang sebenarnya bisa "dipindahkan" alias ditunda atau bahkan tidak lagi dilakukan. Mungkin sudah menjadi kebiasaan, melakukan hal-hal yang sebenarnya bisa untuk tidak lagi dilakukan sehingga ada waktu lebih banyak untuk melakukan hal-hal yang lebih penting.

Ini tantangan buatku secara pribadi terutama aku adalah bagian dari banyak aktivitas, sebagai seorang pekerja di perusahaan, mahasiswa, kepala keluarga, serta sebagai anggota gereja. Lewat momen menipiskan dompetku, aku diingatkan untuk bisa memilah lagi segala aktivitasku agar aku bisa lebih produktif. Pengalaman sederhana namun memberi pelajaran sangat berharga. Terima kasih Tuhan.

Comments