PROGRESS

"Suatu usaha dimulai dari sebuah pilihan" 

Baru saja selesai mengikuti Christian Fellowship yang biasa diadakan setiap Jumat jam 12.00 di sekolahku. Sebuah fellowship yang sederhana tetapi selalu memberikan banyak pencerahan bagiku tiap minggu.  Hari ini, 29 Juli 2016, merupakan Christian fellowship yang pertama di tahun ajaran baru. Praise and Worship dipimpin oleh tim dari Gereja Christ Chatedral yang selalu bagiku secara pribadi bisa dipakai Tuhan untuk membawa aku dan teman-teman yang hadir memuji dan menyembah Tuhan.

BENAR-BENAR SERIUS
Namun, pembicaranya, merupakan hamba Tuhan yang pertama kali sharing firman Tuhan di sekolahku. Awalnya aku mohon ampun karena sedikit underestimate kepadanya karena melihat penampilannya. Ini menjadi teguran keras buatku untuk tidak menilai orang hanya dari penampilan luar ketika baru pertama kali bertemu. Aku mengaku dosa dan minta ampun kepada Tuhan.
Penyampaiannya sederhana, tanpa banyak lelucon namun sangat memberikan pencerahan. Sangat mencerahkan karena bagiku sangat aplikatif. Mengapa? Coba perhatikan kalimat ini:

Be diligent in these matters; give yourself wholly to them, so that everyone may see your progress.”

Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.” (1 Tim 4: 15)


Kalimat yang sama dengan dua versi Bahasa yang berbeda. Aku diingatkan serta ditegur dengan dua kata dalam kalimat Bahasa Inggris, yaitu DILIGENT dan PROGRESS. Menarik karena ini berkaitan dengan invidividu serta juga relasi dengan orang lain. Diligent artinya rajin. Progress berarti kemajuan. Rajin itu pada akhirnya berdampak positif bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Dan itulah kehendak Tuhan. Dalam hal apa saja kita harus rajin? Bisa dilihat di Pasal 4 dari ayat 1. Tetapi secara lebih luas, harus rajin dalam setiap kehendak Tuhan, benar-benar serius dalam kerajinan itu sehingga perubahan yang terjadi karena kerajinanku itu benar-benar terasa bukan hanya oleh diriku sendiri, yang bisa jadi tidak menyadarinya, tetapi dirasakan oleh orang lain di sekitar. Masih banyak karakter-karakter Tuhan yang aku harus perjuangkan dengan rajin dan benar-benar serius. 


ANAK MUDAPUN BISA LESU TETAPI…
Satu kalimat lain yang mencerahkan ada di bagian akhir sharing firmannya. Berikut kalimatnya:

Even youths grow tired and weary,
    and young men stumble and fall;
but those who hope in the Lord
    will renew their strength.
They will soar on wings like eagles;
    they will run and not grow weary,
    they will walk and not be faint.

 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,  tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yes 40: 30-31)


Menarik bagiku, bahwa persepsi umum di dunia adalah, anak muda itu semangat dan penuh energi. Tetapi di ayat ini, dikatakan sebuah hal yang lebih realistis bahwa anak mudapun, sama seperti generasi manusia yang beda umurnya, lebih tua atau lebih muda, tetap saja ada batasan kekuatan dan kemampuan karena ketidaksempurnaannya sebagai manusia. Karena itulah ada satu kata kunci selanjutnya yang menjadi saran dari penulis kalimat ini, yaitu HOPE. “Those who hope” dalam terjemahan bebas Bahasa Inggris berarti, “orang yang BERHARAP”. Berharap adalah sebuah kata kerja. Ini menandakan harus ada usaha dari aku. Suatu usaha dimulai dari sebuah pilihan. Aku harus memilih untuk berjuang berharap kepada Tuhan karena aku tidak sempurna. Hal ini tidak mudah. Dan butuh perjuangan setiap hari. Terima kasih untuk tegurannya Tuhan.

Comments