PESAWAT TERBANG DI TENGAH PETIR BERGEMURUH

“Mam, kenapa yang pesawat tetap terbang padahal kita lihat sekarang cuaca sangat buruk, hujan gelap dengan halilintar tidak berhenti menggelegar berulang kali?”. Sebuah pertanyaan yang sepertinya banyak orang akan menertawakannya ketika itu ditanya oleh seorang yang sudah tamat sekolah menengah atas.

Tapi ketika membaca pertanyaan itu, tolong jangan tertawa. Mengapa? Karena dia bertanya dengan JUJUR karena memang dia tidak tahu. Sama seperti juga anak kecil yang baru bisa berbicara dan menemunkan banyak hal baru di sekitarnya bertanya.

Pertanyaan itu menggelitik aku melihat situasi yang lebih luas. Terkadang kita mengganggap orang lain sama dengan kita bukan sama dalam hal derajatnya di mata Allah, tetapi sama pengetahuannya, sama pengalamannya, hingga secara sadar atau tidak sadar, secara langsung atau tidak langsung, memaksa orang lain harus sama prinsipnya dengan kita. Akhirnya, ketika ada “perbedaan” dalam hal pengetahuan, pengalaman dan prinsip, kita cenderung secara tidak sadar atau sadar, secara langsung atau tidak langsung, merendahkan orang tersebut alias mengganggap diri kita yang benar. Tidak heran apa yang dia katakana atau dia lakukan akan menjadi bahan tertawaan kita dan kita jadi lelucon ejekan ketika bicara dengan kumpulan orang.

Padahal, beda generasi, beda suku, beda agama, dan beda lingkungan alias beda daerah tempat bertumbuh, apalagi di Indonesia, sangat memungkinkan adanya banyak perbedaan pengetahuan, pengalaman dan prinsip. Satu keluarga aja, walau dalam lingkungan dan daerah yang sama bisa berbeda, apalagi yang jauh.

Karena itu, adalah baik jika aku dan kita semua belajar terus untuk benar-benar menghargai manusia bukan hanya ketika mereka sama pengetahuan, pengalaman dan prinsipnya, tetapi menghargai manusia dari sudut pandang yang Allah inginkan, yaitu semua manusia sama di hadapanNya walau banyak perbedaan yang begitu banyak variasinya dan kompleks. Janganlah menertawakan perbedaan, tetapi belajarlah dari dan dukunglah perbedaan yang kita ketahui sehingga secara langsung atau tidak langsung kita terlibat pada perubahan positif orang lain yang berbeda dengan kita.


Ketika ada yang tidak mengerti mengapa pesawat terbang tetap terbang ketika badai, maka respon yang pantas diberikan adalah bukan menertawakannya, tetapi menjelaskan kepadanya, sesuai dengan pengetahuan kita. Bisa jadi ternyata kita juga tidak terlalu paham sehingga penjelasannyapun tidak memuaskan. Namun, intinya adalah rasa hormat dan kerendahan hati kiranya terus kita miliki.#saran

Comments