GREEN APPLE; Ketika Bola Bukan Sekedar Bola

Sejak aku kembali ke Tangerang tahun 2009, aku sudah sering mendengar Green Apple dan aku sendiri sudah beberapa kali ke Green Apple. Intensitas aku ke Green Apple jujur baru sejak tahun lalu, 2015 benar-benar meningkat dan bisa dikatakan menjadi rutin. Sebelumnya, Green Apple tidak menjadi pilihanku karena rata-rata temanku memilih untuk menggunakan tempat lain yang tarifnya lebih terjangkau mengingat rata-rata temanku adalah teman-teman yang masih didukung secara finansial oleh keluarganya serta jarak rumah kami dengan Green Apple rata-rata cukup jauh, walaupun sebenarnya jauh itu relatif. Tetapi yang utama memang faktor finansial memang yang menjadi pertimbangan utama.

Green Apple Futsal (GAF) adalah tempat bermain futsal di Tangerang di dekat rumahku. Kenapa aku sepertinya kok seperti tidak ada kerjaan menulis tentang tempat bermain futsal yang notabene sudah banyak menjamur bukan hanya di Tangerang tetapi di kota-kota besar di Indonesia? Well, silahkan membaca sampai habis untuk menyimpulkan sendiri alasanku.

Awalnya biasanya aku bermain futsal secara rutin bersama teman-teman pemuda gerejaku setiap minggu. Namun, sejak pertengahan tahun 2015, rutinitas bermain futsal pemuda gerejaku menurun drastis karena teman pemuda yang biasanya mengkoordinir memiliki aktivitas lain yang di hari Minggu, hari di mana kami biasanya bermain futsal. Di sisi lain, karena tiap tahun di kantorku ada kompetisi antar kantor cabang, aku merasa perlu latihan rutin agar aku bisa mempersiapkan diri ketika kompetisi mulai berjalan.

Sudah hampir satu tahun aku bermain futsal di GAF pada saat aku menulis artkel ini. Selama hampir satu tahun ini, ada beberapa hal yang sama tetapi juga yang berbeda yang aku lihat menjadi nilai plus dari GAF dibandingkan dengan tempat-tempat bermain futsal lainnya yang aku pernah aku injak lapangannya.

YANG SAMA
Soal lokasi, harga, serta kualitas lapangan adalah hal-hal secara umum hampir sama di setiap tempat futsal. Lokasi dan kualitas lapangan menentukan harga dari penyewaan tempat futsal. Dan bisa diakui untuk kalangan anak-anak sekolah dan mahasiswa, karena mereka masih bergantung pada orangtua mereka, pasti lebih memilih tempat futsal dengan harga yang lebih murah walaupun kualitas lapangannya tidak terlalu bagus. Itulah hukum ekonomi.

MEDIA SOSIAL = KOMUNITAS
Namun, ada beberapa hal yang berbeda yang aku temukan di Green Apple. Yang paling mencolok adalah penggunaan MEDIA SOSIAL sebagai cara berpromosi dengan strategi yang menurutku sangat brilian, karena dengan media sosial, secara otomatis muncul komunitas positif yang memiliki hobi sama, yaitu bermain futsal dan disatukan pada tempat futsal yang sama, yaitu GAF. Media sosial ini tidak hanya menyediakan informasi tentang jadwal-jadwal GAF tetapi juga segala hal yang bisa dishare untuk konsumsi umum. Pada akhirnya GAF membentuk komunitas pelanggannya yang merekat cukup dekat dengan GAF karena media sosial.

Selain media sosial, kecanggihan teknologi digunakan oleh membentuk juga "komunitas" lewat Grup BBM (Blackberry Messenger). Aku masuk di grup tersebut dan bisa mendapatkan update informasi jadwal bermain yang bisa aku ikuti. Sebagai pribadi yang hampir sepanjang hari aku menggunakan handphone, aku sangat dibantu untuk tetap mengingat agar rutin olahraga lewat bergabung di grup tersebut.

GAF CUP = KOMUNITAS
Bukan hanya media sosial yang digarap secara serius oleh GAF. Sejak tahun pertama dibuka, Green Apple sudah mengadakan kompetisi tahun bernama Green Apple Cup yang informasinya dapat dilihat di Facebook Green Apple yang dilengkapi dengan wawancara serta foto-foto yang memberi warna tersendiri dan mempererat komunitas. Pada akhirnya, semakin banyak yang mengenal GAF.

NOBAR + Playstation = KOMUNITAS
GAF juga menyediakan tempat bermain futsal, tetapi juga kadang digunakan untuk nonton bareng komunitas pencinta klub lokal maupun internasional. Selain itu, tersedia juga tempat bermain Playstation bagi yang hobi bermain game. Ini juga membentuk komunitas tambahan yang memberi dampak positif bagi GAF.

SENIN MALAM = KOMUNITAS
Aku teringat bahwa seorang teman gerejaku pernah mengatakan tentang Green Apple. Dia bilang bahwa setiap hari Senin, di Green Apple ada pertandingan futsal yang terbuka untuk semua orang yang tidak memiliki klub tetapi ingin bermain futsal. Jadi, tidak ada syarat harus menjadi anggota Green Apple atau klub tertentu. Yang penting mau main dan pasti datang.

Karena itulah aku coba browsing tentang green apple futsal untuk mendapatkan nomor telepon yang bisa dihubungi. Aku dengan mudah mendapatkan informasi lewat facebook Green Apple futsal dan akhirnya setelah berkomunikasi aku akhirnya bermain di hari Senin jam 8 malam. Selain Senin malam, Jumat malam juga sering diadakan pertandingan futsal yang keduanya disebut “Fun Futsal”. Selain ‘fun futsal”, kadang-kadang juga ada tim futsal yang mengajak untuk sparing sehingga selain menambah kesempatan untuk meningkatkan kemampuan futsal, ada kesempatan bisa berkenalan dengan orang baru.

Bisa bermain futsal tanpa ada syarat-syarat yang lain selain waktu dan perlengkapan olahraga adalah satu hal yang langka. Dan ternyata banyak juga peminatnya. Sebuah program yang juga membentuk satu komunitas positif.

MERCHANDISE
Ketika aku menulis artkel ini, aku baru saja mendapatkan gantungan kunci GAF dari Mas Joko, sang “manager” dari GAF. Ini sebuah terobosan yang bagiku bisa memberi dampak positif juga karena lewat adanya merchandise, GAF bisa semakin dikenal orang banyak.

MAS JOKO = RELASI
Media sosial, kompetisi serta merchandise adalah kekuatan-kekuatan yang dimiliki GAF yang berbeda dengan kebanyakan tempat futsal yang aku pernah datangi. Namun, ketiga faktor tersebut tidak akan memberi dampak positif jika sumber daya manusia yang menjadi penanggung jawab semuanya itu tidak memiliki kapabilitas yang dibutuhkan. Dan menurutku kekuatan terbesar dari GAF adalah MAS JOKO, sang “manajer” dari GAF yang dari sejak awal aku memulai aktif di GAF sangat responsif serta memiliki kemampuan berelasi yang sangat baik sehingga banyak membangun relasi-relasi positif dan bertahan lama. Dengan kemampuan itu, maka GAF menjadi tempat futsal yang sangat diminati bukan karena sekedar harga atau kualitas lapangan serta lokasi yang strategis, tetapi ada KENYAMANAN yang membuat orang tidak hanya sesekali saja datang tetapi mengambil keputusan untuk datang rutin. Termasuk saya. RELASI adalah KATA KUNCInya. Ngomong-ngomong, Joko sering dpanggil Ko Joko.walau sebenarnya dia orang Jawa. Mengapa? Silahkan tanya sendiri..heeee…

MASIH BISA LEBIH BAIK
Melihat apa yang sudah dilakukan oleh GAF sekarang, tidak berarti kesempurnaan sudah dimiliki oleh GAF. Sebagai salah satu “penggemar” GAF, ada beberapa hal yang aku ingin berikan sebagai bahan pertimbangan. Pertama adalah peremajaan lapangan karena menurutku, lapangan di GAF sudah semakin tipis karena dimakan usia. Selain itu, bisa juga dipertimbangkan untuk mengganti dasar lapangan menggunakan bahan yang sesuai dengan standar futsal internasional, bukan menggunakan rumput sintesis. Jujur salah satu hal yang merepotkan adalah harus membersihkan sepatu futsalku ketika selesai bermain futsal di GAF, karena ada banyak bagian-bagian dari lapangan yang masuk ke sepatuku. Yang terakhir, selain grup BBM, mungkin bisa dibuat juga grup WhatsApp (WA) karena menurutku banyak orang yang mulai meninggalkan BBM dan beralih ke WA.

Terlepas dari usulan-usulanku di atas, sampai saat ini aku merasa sangat nyaman bermain futsal di GAF dan sangat merekomendasikan teman-teman untuk bisa rutin bermain futsal di tempat ini. Jika ada tim futsal, silahkan bermain bersama mereka. Kalau tidak ada, bisa juga datang tiap senin atau jumat malam dengan sebelumnya menghubungi Mas Joko.


Aku menulis ini dengan posisi sebagai salah satu “pelanggan” Green Apple, bukan sebagai salah satu pemilik ataupun dibayar untuk promosi. Aku menulis ini sebagai ungkapan apresiasiku kepada GAF dan terutama karena rasa salutku kepada Mas Joko. Dan memberi “challenge” buat GAF dalam hal ini mungkin lebih tepat Joko sebagai “manajer” untuk terus berinovasi dan berimprovisasi sehingat lewat GAF bermain futsal pada akhirnya tetap bukan sekedar bermain futsal, bola bukan sekedar bola, tetapi lebih dari itu, membangun sebuah relasi positif. Salam futsal#godlif

Comments