KETIKA YANG PENTING ITU MEMBOSANKAN

Sebagai pribadi yang sudah bekerja dan berkeluarga serta masih melanjutkan pendidikan, aku sering berada dalam kondisi yang mengharuskan aku putar otak agar semua tanggung jawabku tersebut bisa aku kerjakan maksimal.

Aku harus semakin memutar otak, diputar-putar lalu duduk, ketika deadline dalam setiap tanggung jawabku bersamaan dan semuanya tidak bisa ditunda.

Seperti saat ini, di Semester 2 tahun ajaran 2015-2016 ini dalam pekerjaan aku sedang sibuk-sibuknya mengurus ujian SMP SMA dari bulan Maret hingga Mei. Aku mengurus mulai dari persiapan produksi soal-soalnya, serta mengatur jadwal mata pelajaran serta jadwal guru pengawas. Dengan jumlah murid sekitar 1300 murid, tentu bukan hal yang mudah untuk mengurus semuanya itu. Bisa dibayangkan berapa jumlah soal yang harus disiapkan dan dimasukkan amplop.

Selain itu, aku mulai Maret kembali masuk kuliah Semester 3 Magister Manajemen. Semester 3 ini aku sudah harus mulai mengerjakan Bab 1 sampai Bab 4 tesis. Belum lagi tugas mata kuliah lain yang masih harus aku kerjakan.

Sebagai ayah dan suami, tentu aku harus menyediakan waktu untuk bersama mereka terutama si kecil yang sedang aktif-aktifnya dan selalu merindukan aku secepatnya pulang dan menghabiskan waktu bermain dengan dia.

Aku akhirnya membayangkan bagaimana dengan aktivitas presiden atau seorang direktur perusahaan dengan segala kesibukannya?

ADAKAH YANG DIKORBANKAN?
Adakah yang harus dikorbankan dengan segala situasi yang benar-benar berada dalam deadline pada waktu yang bersamaan? Adakah yang harus mendapatkan porsi yang lebih sedikit daripada yang lain?

Yang dikobarkan ketika segala sesuatu begitu padat adalah hal-hal lain di luar ketiga hal tersebut.  Apa yang sering dikorbankan? Yang paling sering adalah MAKAN. Waktu untuk makan sering kali kalau tidak ditunda ya akhirnya sama sekali tidak ada waktu makan. Alasannya sangat sibuk. Nanti dan nanti dan nanti. Setelah itu terlalu larut akhirnya tidak mau makan karena takut gemuk atau telalu capai hingga langsung tidur.

SAYA SUDAH PERNAH MAKAN
Manusia harus makan serta minum serta buang air besar serta mandi serta sikat gigi serta tidur adalah aktivitias-aktivitas yang HARUS TERUS DILAKUKAN walau sudah pernah dilakukan dan bisa jadi malas melakukannya ataupun bosan dilakukan. Akupun mengalami hal tersebut terutama dalam hal mandi..heeee
Segala aktivitas tersebut kalau bisa memilih bisa dihilangkan karena seringkali aku merasa ada hal yang lebih penting dari segala aktivitas yang harus aku lakukan tersebut. Contohnya ya ketika aku menghadapi situasi penuh dengan deadline seperti yang aku jelaskan di awal.

Namun, dalam segala kerendahan hati aku meihat bahwa selalu ada maksud dari mengapa manusia harus melakukan segala aktivitas tersebut.

Satu pencerahan yang aku dapatkan mengapa segala aktivitas di atas harus dilakukan walaupun kadang bosan atau malas adalah karena segala aktivitas tersebut merupakan analogi paling pas untuk menggambarkan sebuah relasi, terutama relasi aku dengan Sang Penciptaku.

Segala aktivitas tersebut menunjukkan bahwa hal-hal yang penting itu selalu sifatnya berkelanjutan, terus-menerus, bukan satu kali atau sesaat aja. Tanpa ada kelanjutan, maka akan ada banyak konsekuensi negatif yang harus diterima. Jika tidak mau makan, makan paling tidak sakit maag. Tidak mau minum, sakit ginjal. Tidak mau buang air besar? Tidak mau sakit gigi? REST IN PEACE seperti gigiku yang kuceritakan di bukuku yang pertama SEUMUR HIDUP AKU SEKOLAH. Tidak mandi, paling terasa adalah bau yang menyengat dan tentu kotor.

Nah, relasi yang tidak dibangun berkelanjutan dan “dipelihara” akan membuat relasi itu akhirnya semakin renggang dan akhirnya terputus. Relasi dengan keluarga, relasi dengan teman, dan relasi dengan Sang Pencipta perlu terus dijaga berkelanjutan.

Ketika relasiku dengan Tuhan buruk, maka buruk juga relasiku dengan orang lain bahkan dengan diriku sendiri. Ada banyak asumsi dan pikiran negatif yang lebih mudah muncul dan mendominasi pikiranku dibandingkan dengan kebenaran pikiran Allah yang bisa aku pahami dengan cara merenungkan firmanNYa dan berdoa.

Sebuah hal yang sangat sederhana tetapi sangat menegurku. Segala hal yang penting selalu membutuhkan adanya komitmen untuk terus menerus dijaga dan dilakukan.

Terima kasih Tuhan untuk pelajaranmu lewat hal biasa yang ternyata sangat luar biasa seperti makan, minum, buang air besar, mandi, sikat gigi dan tidur.


Comments