TANTE: SEPERTI BIASA YANG TIDAK BIASA

Pagi ini sebenarnya berjalan seperti biasa hari kerja di musim hujan. Hujan sudah turun sejak dua hari lalu dengan sesekali “beristirahat” sejenak namun tetap konsisten membasahi bumi Tangerang. Aku berangkat seperti biasa tanpa masakan enak buatan istriku karena memang aku membiarkan dia beristriahat satu hari setelah menyelesaikan pesanan kue yang cukup banyak dan hari ini juga dia tetap ada pesanan juga.

Sampai di sekolah, biasanya, antara Pak Jai atau Ita sudah sampai duluan. Kami bertiga bergantian sampai di sekolah paling awal. Seperti biasa aku menyalakan komputer untuk absensi dan kemudian menaruh helm di tempat penyimpanan. Setelah itu seperti biasa aku menaruh perlengkapan charger hp serta kemudian membersihkan kakiku yang kotor karena cipratan air sepanjang jalan. Seperti biasa aku setelah itu aku browsing internet sambil menunggu kakiku kering dan setelah itu aku sarapan. Aku beli sarapan nasi kuning langgananku di pom bensin. Seperti biasa aku ke toilet untuk memasang dasi yang wajib kukenakan setiap Senin-Kamis.

Lalu seperti biasa, satu per satu teman kerjaku datang. Dimulai dari Pak Dhon, lalu Tante Nita, lalu Dewi, Ms. Wulan, Mirna dan terakhir Petra. Seperti biasa akhirnya muncullah keramaian di jam 7 pagi ketika para perempuan bergantian bercerita tentang segala pengalaman setelah pulang kantor kemarin.

Yang menarik perhatianku adalah ceritanya Tante Nita. Dia seorang ibu dua orang anak yang pekerja keras dan memiliki aura kepemimpinan yang kuat. Seperti biasa dia mengendarai mobil “klasik”-nya yang sebenarnya sudah waktunya untuk dimuseumkan. Dan ketika dalam perjalanan pulang. Mobilnya mogok. Karena di tengah jalan, maka tidak bisa dihindari kendaraan-kendaraan di belakangnya membunyikan klakson karena mereka harus berhenti juga tiba-tiba.
Tante Nita menurutku orangnya sangat kuat Sanguin dan Kolerisnya. Maka, tidak terkejut aku ketika dia merespon dengan spontan supir-supir mobil di belakangnya dengan jengkel…haa…apalagi dia “emak-emak”… “senggol bacok”…haaa..

Dia bercerita panjang lebar ketika mobilnya mogok, kehabisan bensin persis di depan pom bensin. Lalu mobilnya didorong masuk oleh 3 cowok petugas pom bensin. Setelah diisi bensin ternyata mesin mobilnya tetap mau nyala. Supaya tidak menghalangi mobil yang lain, didoronglah oleh mbak petugas pom bensin sendirian. Namun akhirnya rekan-rekan cowoknya mengambil alih mendorong mobil Tante. Akibat kehabisan bensin, ternyata imbasnya pada aki mobilnya ngadat. Aki mobilnya menurut pengakuan Tante memang sudah aki-aki :D

Akhirnya setelah mobil di pinggir jalan, Tante Nita dengan kondisi bĂȘte jengkel menghubungi suaminya. Dan tanpa basa basi Tante Nita menangis kesel ketika bicara dengan suaminya. Respon suaminya yang cool juga akhirnya membuat dia makin kesel. Suaminya minta dia pulang menggunakan kendaraan umum, dengan kondisi uang tidak cukup di tangan. Tante Nita minta dijemput. Akhirnya suaminya setuju.

Setelah selesai menghubungi suaminya, Tante langsung telepon orang bengkel langganannya. Orang bengkelnya langsung datang, memeriksa dan kemudian karena masalahnya adalah aki mobil, dia kembali sebentar ke bengkel untuk membawa Jumper supaya mobilnya bisa hidup sampai ke bengkel untuk diperbaiki. Orang bengkel tersebut sangat membantu Tante Nita sehingga mobilnya pun bisa dipakai langsung dan dia tidak perlu pulang bareng suaminya. Suaminya  memang datang menyusul ke bengkel setelah dia telepon dan  paksa dia datang.Namun tetap pulang ke rumah dengan kendaraan masing-masing.

Dalam kondisi seperti biasa, ada kemungkinan hal-hal yang tidak biasa harus dihadapi seperti Tante Nita. Saat kejadian cuma ada rasa kesel, marah, dongkol, malu sebel sama keadaan. Kondisi tidak biasa tersebut bisa dikategorikan negatif atau merugikan bagi Tante Nita. Tetapi dalam kondisi tidak biasa yang merugikanpun, dua kata yang dia ucapkan adalah PUJI TUHAN. Mengapa? Karena dalam kondisi tidak biasa yang merugikan itu, ada terjadi juga hal-hal tidak biasa yang sangat memberikan penghiburan bagi tante, yaitu  dia ditolong oleh orang-orang yang baik hati selain juga mobilnya tidak mogok di tengah jalan yang sepi melainkan dekat pom bensin.


Pengalaman T
ante yang tidak biasa di tengah segala hal biasa yang aku alami dan lihat dia awal hari kerjaku membawa aku menyadari bahwa segala kondisi, baik itu biasa ataupun tidak biasa, selalu memberikan kesempatan bagiku untuk mengucap syukur karena semuanya itu memberikan kesempatan aku belajar banyak hal dan melihat bahwa Tuhan bekerja melalui orang-orang yang tidak biasa juga. Kiranya aku bisa merespon segala kondisi yang tidak biasa yang mungkin saja aku alami dengan satu sikap positif dan beriman sehingga damai sejahtera tetap ada di dalam hatiku.

Comments