KEGADUHAN HIDUP

Bulan Maret aku diberikan kesempatan untuk bisa kuliah lagi di Universitas Mercu Buana. Aku ambil jurusan Magister Manajemen. Sebuah anugerah yang luar biasa bisa kuliah lagi. Dan seperti yang pernah aku bagikan di tulisanku sebelumnya (GELAS KOSONG), kembali menjadi mahasiswa dengan status sudah berkeluarga  dan memiliki anak ditambah lagi sudah bekerja adalah tantangan yang tidak mudah.

Di akhir tahun ini, aku hampir menyelesaikan dua semester. Kuliah semester 2 sudah selesai, tinggal ujian akhir semester di bulan Januari 2016. Melihat ke belakang selama dua semester di tahun ini, Aku benar-benar melihat campur tangan Tuhan yang luar biasa menyertaiku selama kuliah ini. Bayangkan bahwa aku selain kuliah tetap harus bekerja seperti biasa. Aku juga secara alami dituntut tidak boleh mengurasi fokus dan antusias dalam setiap tanggung jawabku di kantor tetapi menambah fokus dan antusias untuk satu bidang lagi, yaitu kuliah. Menambah bukan menggantikan fokus dan antusiasme itu berarti mau tidak mau waktu dan pikiran menjadi semakin "sesak" kalau dilihat dari sisi yang cenderung negatif atau bahasa lain, waktu dan pikiranku menjadi semakin "padat". 

Secara alami, ada banyak penyesuaian aktivitas untuk adanya kesempatan kuliah. Aku tidak bisa lagi ketika pulang kerja langsung membaca koran BOLA atau sekedar hanya browsing internet selain tentu waktu untuk bermain dengan anakku serta ngrumpi bareng istriku. Selain itu, tentu secara dana aku juga harus mencatat pos angaran baru di anggaran bulananku. Belum lagi tugas-tugas kuliah yang tidak mudah serta kerjasama dengan mahasiswa lain yang satu kelompok dengan aku untuk mempersiapkan bahan presentasi. Itulah hal-hal yang secara umum aku harus lakukan sejak bulan Maret 2015. 

Selain aku mendapatkan anugerah kuliah lagi, dalam pekerjaanku, aku diberikan kepercayaan untuk melakukan tanggung jawab yang berbeda dari sebelumnya dalam divisiku. Sebelumnya aku bertanggung jawab dalam hal persiapan ujian tengah semester serta ujian semester untuk murid-murid Sekolah Dasar. Jika tahun ajaran sebelumnya divisi kami hanya mempersiapkan produksi soal-soal ujian, sejak tahun ajaran baru kami juga diminta untuk menyiapkan jadwal guru pengawas ujian. Hal ini bukan hal yang mudah karena jumlah murid dan kelas banyak namun guru dengan jadwal yang kosong sesuai jadwal ujian terbatas. Di awal tahun ajaran baru, aku bersyukur karena ujian tengah semester kelas 3- 6 SD berjalan dengan lancar persiapannya, baik itu produksi soal serta pengaturan jadwal pengawas.

Setelah Ujian Tengah Semester, tanggung jawabku ditukar dengan seniorku. Aku diminta untuk mempersiapan ujian semester murid SMP dan SMA sedangkan dia mengurus persiapan ujian murid SD. Hal ini menjadi tantangan yang benar-benar tidak mudah karena aku walaupun selama ini bertanggungjawab untuk ujian SD, tetap membantu seniorku untuk mempersiapkan ujian SMP dan SMA. Tingkat stresnya lebih tinggi karena jumlah kelas dan juga jumlah penjurusan di SMP dan SMA lebih kompleks daripada di SD. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dengan teliti agar tidak menyebabkan kesalahan yang fatal. Kesalahan fatal tentu hukumgannya juga sangat berat, yaitu Surat Peringatan (SP). Tanggung jawab yang baru membuat aku harus pulang lebih malam daripada biasanya serta harus lembur hari Sabtu dan Minggu. Aku juga harus berkoordinasi dengan lebih banyak orang.

Tegang. Hal inilah yang aku rasakan ketika sudah waktunya Ujian Semester 1 berlangsung. Aku benar-benar merasakan kekhawatiran yang besar ketika itu karena aku harus berjuang sendiri selama minggu pertama ujian mengingat seniorku harus mengontrol proses distribusi ujian SD yang berlangsung pada saat yang bersamaan.

Puji syukur kepada Tuhan karena ujiannya berjalan baik tanpa ada kesalahan yang sangat fatal. Aku sangat bersyukur karena aku memilik rekan-rekan kerja yang sangat luar biasa mendukung aku dari departemen lain. Ada Pak Raka dari Building Management Department yang sangat antusias memeriksa segala peralatan serta kelas sebelum waktunya ujian dan saat ujian. Teman-teman dari Maintenance Engineering serta ISS  mendukung dia dengan maksimal. Selain itu, tim Security Sekolah mengatur lingkungan sekolah agar kondisi aman, nyaman dan lancar. Belum lagi teman-teman dari IT Department terutama Stefanus, Sugi dan Ferdian yang secara langsung dengan inovasinya mempersiapkan komputer seefektif mungkin sesuai kondisi inventory mereka. Aku juga tidak bisa melupakan teman-teman dari IT Development yang berjuang keras hingga saat-saat terakhir agar aku bisa menyusun jadwal pengawas tepat waktu. Aku tidak bisa melupakan kerja keras Yonathan dan Darian sebagai perwakilan dari mereka yang langsung berkoordinasi dengan mereka. Ada masa-masa yang penuh ketegangan tetapi semuanya akhirnya telah lewat

MERINDING
Aku merinding melihat pengalamanku selama satu tahun ini terutama dalam hal kuliah dan tanggung jawab yang baru. aku merinding karena aku benar-benar tidak bisa melewatinya kalau tidak ada campur tangan Tuhan terutama dalam momen-momen yang sulit dan berat. Melihat kapasitas dan karakter diriku, mustahil aku bisa melewatinya dengan baik. Selain itu aku merinding karena aku sepanjang tahun ini mendapatkan banyak rekan-rekan baru yang memberkatiku dengan karakter dan sikap kerja mereka terutama di lingkungan kampus serta lingkungan departemen lain. Mereka pribadi-pribadi yang dipakai oleh Allah memberikan banyak sekali pelajaran-pelajaran penting bagi hidupku. Aku semakin bisa terbuka pikiranku melihat bahwa Allah membentuk setiap orang itu dengan unik dan masing-masing punya cerita sendiri. Aku tidak bisa meyamaratakan secara umum semua orang dengan hanya dari sudut pandang pengalaman pribadiku sendiri. Aku kagum dan semakin belajar hormat kepada Allah yang memang arsitek yang agung.

Aku tidak bisa melupakan ucapan syukurku karena di divisiku terdapat satu teman baru yang berbeda jenis kelamin. Aku sangat bersyukur karena bisa banyak waktu untuk ngobrol dengan dia tetapi aku lebih bersyukur karena Tuhan selalu memberikan kepadaku dukungan tambahan dalam tanggung jawab pekerjaanku. Sesuatu yang sepertinya sederhana tetapi sebenarnya ketika melihat daftar tanggung jawab dalam divisiku, kehadirannya sangat sangat menolong kami.

Pada akhirnya, aku bisa menyimpulkan bahwa dalam segala "kegaduhan" dalam hidupku tahun ini terutama lewat kesempatan kuliah lagi serta tanggung jawab baru serta berinteraksi lebih dekat dengan orang-orang baru hanya membawaku sadar Allah sedang "menaikkan level" karakterku lewat semua itu. Aku benar-benar dibentuk untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari banyak sisi, termasuk ketika menghadapi tantangan tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa, terus konsisten dan teliti dan banyak lagi. Semuanya membuatku diUPGRADE menjadi pribadi dengan banyak pejalaran baru. Terima kasih banyak Tuhan. Kiranya hatiku mau dibuka dan dilembutkan terus untuk menerima dan melalui setiap cara-Mu membentukku.#refleksiakhirtahun2015

Comments