GUERREIRO

Aku membaca artikel yang menarik di Koran BOLA Kamis yang menceritakan profil seorang pemain sepakbola muda yang sedang menanjak karirnya. Namanya adalah Roberto Firmino. Dia bermain di klub favoritku, yaitu Liverpool di Liga Inggris.

Mengapa aku mengganggap menarik karena kisah hidup Firmino merupakan kisah hidup klasik pemuda Brasil yang menjadi pemain sepak bola. Cerita Firmino di Koran BOLA pantas untuk dibaca sampai akhir

Firmino lahir dari keluarga miskin. Sang ayah, Jose Roberto, merupakan penjual minuman dalam gerobak di sekitar konser atau festival. Sang Ibu, Maria Cicera, fokus mengurus Roberto kecil dan sang adik perempuan.

Firmino tumbuh di kota Maceio. Kota itu memiliki pantai indah, namun menurut Firmino punya kultur kekerasan antargeng.

Demi meuwjudkan mimpinya menjadi pesepak bola top, ia menmutuskan pergi dari klub setempat, menuju jauh ke selatan ke Kota Florianopolis, tempat Figueirense bermarkas, di usia 16 tahun.

Sangat sulit buat meninggalkan keluarga. Ibu bahkan menangis setiap hari selama setahun. Itulah hidup. Anda harus berani mengejar mimpi, dan untungnya di sinalah saya berada, kata Firmino dalam wawancaranya dengan Telegraph.

Ia bermain selama 1,5 tahun di Seri B Brasil, sebelum akhirnya promosi. Pada 2010, ia lantas pergi ke Jerman guna memperkuat Hoffenheim.

Perjuangan dan pengorbanan itu tak berhenti saat membuat keputusan pergi ke Jerman. Ia juga harus berhadapan dengan kultur, bahasa, serta iklim yang baru, dan juga level kompetisi yang jauh lebih ketat.

"Saya pasti berangkat. Itulah hal yang ada di kepala ketika tawaran Hoffenheim datang. Saya tak pernah takut. Saya selalu berani membuat keputusan. Saya tahu akan menghadapi banyak hal baru. Namun saya pergi sebagai guerreiro dan siap menghadapi tantangan," ujarnya.

Firmino tidak menyangkal bahwa keputusan yang dia buat adalah keputusan yang sulit. Ada kesedihan meninggalkan keluarga. Begitu juga ketika datang ke Jerman dia harus menghadapi banyak hal yang baru. Tentu ketika dia akhirnya ke Inggris dia kembali menghadapi banyak hal yang baru yang berbeda dengan Jerman.

Aku sangat suka dengan kalimat yang disampaikannya ketika wawancara dengan Telegraph: “Anda harus berani mengejar mimpi”.

Namun, kata-kata yang paling melecutku adalah “saya tahu akan menghadapi banyak hal baru. Namun saya pergi sebagai guerreiro dan siap menghadapi tantangan”.

PERJUANGAN  SELALU BERGANDENGAN TANGAN DENGAN KESULITAN
Guerreiro dalam bahasa Portugis artinya adalah PEJUANG. Seorang pejuang, tidak identik dengan perjuangan yang mudah. Apalagi, kata perjuangan tentu selalu berkaitan dengan kondisi yang tidak ideal kaau tidak mau mengatakan bahwa perjuangan selalu bergandengan tangan dengan kesulitan, perubahan dan hal baru.

Firmino seolah memberikanku pesan bahwa dalam segala hal baru yang harus dihadapi, entah itu tanggung jawab baru, atau jalan-jalan baru yang terbuka untuk mencapai mimpi, harus dihadapi dengan mental guerreiro, mental seorang pejuang.

Pejuang identik dengan karakter yang tidak mudah menyerah hingga titik darah penghabisan. Situasi yang dihadapi tidak menjadi alasan yang dapat diterima untuk menyerah atau merubah pendirian atau tujuan. Tidak boleh dan tidak bisa.

Dalam kondisi kehidupanku sekarang, ada banyak tanggung jawab baru yang aku harus jalani selain dengan adanya kesempatan kuliah lagi Pasca Sarjana. Kondisinya aku akui sangat tidak mudah. Banyak hal baru yang jauh melebihi apa yang aku bayangkan. Termasuk dalam kondisi kuliah sambil kerja selain juga tidak boleh melupakan keluargaku, istriku dan anakku.

Ada masa ketika energiku seperti terkuras habis secara fisik dan pikiran dan akhirnya aku menciptakan pembenaran bahwa tidak perlu melanjutkan semuanya tersebut dengan maksimal. Alasan yang kubuat adalah aku menilai rendah diriku sehingga aku membenarkan pikiran bahwa “itu bukan kapasitas aku”.

Tapi aku diingatkan lagi setelah membaca kisah hidup Firmino. Ada mimpi yang harus diperjuangkan bukan tiba-tiba dengan mudah didapatkan. Aku percaya Firmino bisa akhirnya bermain di Inggris bukan karena keberuntungan, tetapi aku percaya ada banyak hal positif yang dia terus lakukan dengan disiplin sehingga klub besar seperti Liverpool menilai dia layak menjadi pemain mereka.

Aku sadar bahwa mimpi tanpa perjuangan akhirnya hanya sekedar mimpi yang tidak menjadi kenyataan. Dengan terus penuh kerendahan hati mengandalkan penyertaan Tuhan, aku diajak untuk tidak berhenti berjuang hingga segala hal yang baik yang Tuhan rencanakan dalam diriku bisa aku capai.

Aku mengatakan ini bukan dalam kondisi bahwa aku sudah memiliki segala modal untuk mencapai mimpi dan melakukan tanggung jawab yang baru. Bukan. Aku masih jatuh bangun dan terus berada dalam situasi penuh tantangan dan godaan. Aku membagikan ini sekedar sharing untuk (siapa tahu) pembaca yang mengalami kondisi yang hamper sama dengan aku. Dan yang sudah bisa melewatinya, aku memohon dukungan doanya.


Aku rindu menjadi gurreiro dan selalu siap menghadapi tantangan.

Comments