MERDEKA = TUNDUK (Bagian 2)

TIDAK ADA SOLUSI UNTUK KECANDUAN
Ketika membaca artikel ini, jangan harap aku memberikan solusi yang jitu yang bisa menjadi jurus atau rumus pamungkas yang bisa digunakan oleh setiap orang yang kecanduan sesuatu untuk lepas dari hal tersebut. Aku berani jamin bahwa tidak akan ada rumus pamungkas itu bisa diberikan oleh siapapun. Mengapa? Ada dua hal. Sebelum aku menutup artikel ini.

Pertama, manusia bukan robot atau komputer yang bisa diprogram sesuai keinginan pembuatnya. Kita ada manusia yang diberikan akal budi sehingga bisa berpikir berbeda satu sama lain, termasuk mengambil keputusan berbeda untuk satu hal yang sama.

Kedua, kita manusia yang jatuh dalam dosa sehingga untuk bisa hidup dalam kehendak-Nya itu mustahil, kecuali kita menerima Tuhan Yesus menjadi juruselama kita secara pribadi yang telah menghapus segala dosa kita dan akhirnya dengan bantuan Roh Kudus kita bisa berjuang untuk lepas dari kecanduan kita.

Satu-satunya jalan untuk bisa lepas dari kecanduan adalah keputusan MELIBATKAN TUHAN. Seperti yang disebutkan di atas, dengan bantuan Roh Kudus, kita bisa memiliki kekuatan untuk lepas dari kecanduan kita. Lepas tentu dengan satu proses waktu dan cara yang berbeda setiap masing-masing dari kita. Salah satu hal yang termasuk penting dalam proses melibatkan Tuhan adalah menerima diri kita sendiri dalam segala kelebihan dan kekurangannya, termasuk menerima di mana kita dilahirkan, bahkan menerima siapa saja anggota keluarga kita, siapa ayah kita, siapa ibu kita, siapa saudara kita.

Penerimaan diri membawa kita semakin sadar bahwa kita adalah manusia yang tidak mungkin sempurna, sehingga kita belajar untuk tidak melarikan diri dari segala kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan kita. Aku belajar bahwa aku adalah orang yang melankolis dan perfeksionis, sehingga aku bisa seperti diberi alam ketika berada dalam situasi yang bisa memicu aku jatuh dalam kecanduanku lagi. Aku juga belajar menerima orang lain dengan segala perbedaan karakter dan juga latar belakang sehingga ku bisa lebih obyektif dan tidak emosional dalam mengambil langkah merespon segala yang ketika berelasi dengan mereka. Intinya mengenal diri sendiri itu penting. Dan mengenal diri sendiri itu haruslah melibatkan Allah yang adaah pencipta kita.

Satu ayat yang sangat relevan dan menjadi satu ayat pamungkas yang tentu tidak bisa menjadi rumus melepaskan kita dari kecanduan tetapi sebuah ayat pamungkas yang bisa menjadi modal, pengingat agar kita bisa dalam anugerah-Nya lepas dari kecanduan kita jika kita sungguh-sungguh memutuskan melakukan apa yang disampaikan oleh ayat tersebut.

Ayat tersebut adalah dari Lukas 9:23 yang berbunyi:
Kata-Nya (Tuhan Yesus) kepada mereka semua (kedua belas murid-Nya): “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Kecanduan adalah satu wujud bahwa kita tidak mengikuti kehendak Allah sebagai salah satu buah mengikuti Dia, yaitu pengendalian diri. Tanpa ada kesadaran bahwa kita ini hidup untuk Allah dan mengikuti Dia, maka akan sangat sulit orang bisa lepas dari kecanduan. Mengikut Dia butuh satu KEPUTUSAN untuk menyangkal dirinya, yang artinya memilih untuk tidak mengikuti segala tawaran atau godaan untuk tetap hidup dalam kecanduan apapaun serta melihat bahwa tiap hari adalah momen di mana kita selalu berjuang memuliakan nama Allah dalam segala pikiran, perkataan dan perbuatan kita.

Dengan ayat ini sangat jelas bahwa kecanduan hanya bisa lepas jika kita memutuskan untuk bisa mengendalikan diri dengan tidak mengikuti keinginan diri sendiri yang cenderung merusak karena sifat keberdosaan manusia kita.

Pada akhirnya, aku menyadari ketika menulis artikel ini bukan berarti aku sudah pasti menang melawan godaan dosa yang selalu datang ketika aku merasa sangat siap menghadapinya yang berarti sama dengan perasaan sombong. Aku hanya menyampaikan isi hatiku dalam segala kesadaran bahwa akupun masih berjuang jatuh bangun untuk selalu hidup menyangkal diri dan memikul salib-Nya setiap hari. Tidak mudah. Hanya sekali lagi, aku tidak berjuang sendirian. Allah sangat bertanggung jawab sehingga Dia hadir selalu menyertaiku. Itulah Roh Kudus.

RASUL PAULUS = KECANDUAN MEMBASMI ORANG KRISTEN
Kiranya tulisanku ini menjadi salah satu referensi yang bisa dijadikan tambahan referensi ketika merenungkan tentang kecanduan yang dialami orang di sekitarmu atau bahkan dirimu sendiri. Ingatlah bahwa tanpa melibatkan Allah, maka tidak akan pernah bisa kita lepas dari kecanduan. Dan itu butuh keputusan pribadi kita.Ingatlah bahwa ada banyak pribadi yang bisa lepas dari kecanduan. Termasuk Rasul Paulus yang kecanduan membasmi pengikut Kristus, namun akhirnya berubah menjadi Rasul yang sharing hidup dan kebenaran firman Allah-nya paling banyak tertulis dalam Alkitab. Kita bisa MERDEKA dari segala hal yang menjadi candu kita masing-masing hanya dengan cara TUNDUK pada Allah bukan pada keinginan diri kita yang berdosa ini.

Rasa tunduk pada Allah seharusnya bukan terpaksa melainkan dengan sadar serta sukarela dan sungguh-sungguh karena mengasihi Dia. Tunduk kepada Allah bukan karena sebuah keterpaksaan. Jadi bayangkan ketika Tuhan Yesus berhadapan muka dengan kita dan bertanya pertanyaan yang sama dengan yang diajukan ke Petrus, “Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?” (Yohanes 21:16-17). “Godlif, apakah engkau mengasihi Aku?”

Jika Petrus setelah menjawab bahwa dia mengasihi Tuhan Yesus diberikan perintah oleh-Nya untuk menggembalkan domba-domba-Nya, maka kita masing-masing bisa merenungkan perintah apa yang kira-kira Tuhan Yesus minta kita lakukan dalam konteks melepaskan kecanduan kita masing masing. Mungkin Tuhan Yesus memerintahkan: “Berhentilah menikmati game berlebihan”. “Berhentilah dari menikmati pornografi”. “Berhentilah merokok”. “Berhentilah browsing internet berlebihan”. “Berhentihlah makan berlebihan”. “Berhentilah ini dan itu berlebihan”. Mari terus berjuang untuk lepas dari kecanduan-kecanduan kita masing-masing.

Comments