BOLANYA DIBAWA BERSAMA BROSIS!



Tulisanku ini mungkin tidak semua yang membacanya menyetujuinya. Aku hanya ingin memberikan referensi dalam mengambil keputusan atau pilihan prinsip hidup. Aku menghargai adanya pendapat yang berbeda walaupun tidak selalu setuju dengan hal tersebut. Berbeda itu indah.

Awalnya tidak terlalu semangat mengikuti pelatihan di kantorku karena aku melihat jadwalnya dari pagi sampai sore melewati jam kantorku...hehehe... di tengah situasi murid-murid libur karena term break, aku juga ingin cepat-cepat pulang agar lebih banyak waktu istirahat, mumpung di kantor sedang tidak banyak pekerjaan yang menumpuk.  Judul pelatihannya sangat mantap sebenarnya: EFFECTIVE COMMUNICATION & TEAM WORK. Sebuah tema yang menurutku sangat pasti berguna.

Pelatihan kali ini bekerjasama dengan M-Knows, sebuah perusahaan yang bergerak dalam sebagai konsultan dalam pelatihan. Aku baru kenal M-Knows. Ternyata perusahaan ini telah bekerjasama dengan banyak perusahaan besar di Indonesia, terutama Jakarta. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya satu kali periode bekerjasama dengan M-Knows, tetapi  RUTIN!. Wah, aku sedikit promosi tanpa dibayar..hahaha...bukan. Aku hanya ingin mengungkapkan kesanku pada perusahaan ini setelah mengikuti pelatihan mereka.

SEPELE! *jempol tangan ke bawah

Banyak pencerahan yang kudapatkan lewat pelatihan kali ini yang bukan hanya berguna di dunia pekerjaanku saat ini, tetapi menurutku dalam kehidupanku sehari-hari.  Pencerahan itu dimulai dari betapa hal-hal kecil yang sering disepelakan adalah hal-hal yang penting dan sangat berpengaruh pada seberapa banyak ilmu yang didapatkan dari sebuah pelatihan. Hal-hal kecil itu adalah sikap dalam mengikuti pelatihan. Masing-masing nama kami ditulis di sebuah kertas semacam papan nama sehingga pelatih bisa menyebutkan nama kami masing-masing. Papan nama tersebut dibuat dalam bentuk yang di bagian belakangnya, yang kami bisa baca langsung, ditulis beberapa tips “bagaimana menperoleh manfaat dari pelatihan ini”.
Menarik, karena hal-hal yang mungkin sering kita anggap sepele tetapi ternyata dimasukkan dalam tips ini yang menandakan hal-hal sepele tersebut sebenarnya sangat penting. Ada 12 poin yang ditulis, antara lain:
1.       Pelatihan ini adalah untuk anda dan keberhasilannya tergantung pada anda
2.       Lakukan diskusi secara antusias
3.       Tetaplah fokus
4.       Katakanlah apa yang anda pikirkan
5.       Hanyha satu orang yang berbicara pada satu kesempatan, hindari pembicaraan pribadi saat orang lain berbicara
6.       Jika anda tidak mengerti, bertanyalah!
7.       Hargailah cara pandang orang lain
8.       Datanglah tepat waktu
9.       Pindah mode HP ke “silent” atau matikan HP

Inti dari semua hal-hal tersebut adalah diriku sendiri harus punya usaha, alias aktif bukan pasif, hanya menjadi pendengar. Aktif itu termasuk mengendalikan diri sendiri untuk melakukan disiplin-disiplin sederhana alias yang sering dianggap sepele seperti menghargai orang yang sedang berbicara di depan dengan tidak ngobrol sendiri, datang tepat waktu, serta mengatur HP agar tidak mengganggu konsentrasi diri sendiri atau peserta lainnya. Hal-hal kecil tetapi berdampak besar yang sering tidak dipedulikan kita.

12% vs 88%
Pencerahan lainnya adalah kenyataan bahwa setiap keputusan kita, mayoritas dipengaruhi oleh emosi bukan logika, termasuk pria sekalipun. Wow. Persentase berdasarkan penelitian ilmiah menyatakan bahwa logika hanya berpengaruh 12% dari sebuah keputusan dibandingkan dengan emosi yang mendominasi dengan persentase 88%. Ada yang tidak setuju. Namun sang pelatih, ibu Hasni yang cantik memberikan beberapa contoh. Pertama, ketika kita membuat alarm untuk bangun besok pagi jam 5, kita secara logika menyatakan bahwa jam 5 harus bangun. Ketika alarm berbunyi, walaupun tahu bahwa harus bangun jam 5, tetapi dengan seribu alasan kita memutuskan menunda untuk bangun. Contoh lain adalah pecandu rokok. Walaupun sudah tahu efek negatif dari merokok, bahkan mungkin membacanya di bungkus rokok, tetapi tetap mau merokok. Sulit untuk berhenti.

Itulah sebabnya kecanduan dalam bentuk lain itu penuh perjuangan untuk bisa lepas. Kecanduan  game atau shopping. Kita tahu hal-hal tersebut berdampak negatif jika berlebihan, tetapi kita tetap punya seribu penangkal untuk MEMBENARKAN keputusan kita.  Emosi mengalahkan logika. Itulah sebabnya penuh perjuangan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan jelek di diri kita, termasuk kebiasaan-kebiasaan melakukan hal-hal yang kita tahu dan sadar bahwa itu berdosa.  Dalam hal ini, aku diingatkan untuk melibatkan Tuhan dalam mengambil keputusan, seperti Daud yang selalu bertanya kepada Tuhan, sebelum memutuskan berperang dengan bangsa lain.  Satu prinsip yang aku harus pegang juga adalah bahwa pencobaan-pencobaan yang aku rasakan tidak mungkin melebihi kekuatanku. Aku harusnya bisa menang mengalahkan pencobaan-pencobaan yang datang kepadaku. Asalkan aku mengandalkan kekuatanNya.

KONFIRMASI DARIPADA ASUMSI
Kesalahan dalam mengambil keputusan seringkali karena keputusan yang diambil berdasarkan asumsi yang berbeda dengan hal yang seharusnya. Asumsi muncul karena ketidakberanian atau kemalasan atau faktor penyebab lainnya sehingga aku ketika mengambil keputusan tidak bertanya pada rekan atau atasan yang aku tahu bahwa dia bisa memberikan jawaban yang tepat untuk pertanyaanku. Aku tidak melakukan konfirmasi kepada dia sebelum mengambil keputusan.

Mengapa enggan atau malas? Bisa jadi karena sudah mengetahui karakter pribadi yang harusnya kita tanya konfirmasi mengenai keputusan atau langkah yang akan kita ambil. Tetapi mungkin juga karena ketika kita mau konfirmasi, kita tidak menyediakan alternatif solusi yang menjadi usul kita bagi atasan atau rekan kerja kita. Menarik. Intinya pada akhirnya adalah berani berkomunikasi sehingga tidak ada penyesalan karena keputusan yang salah. Hubungan yang baik dimulai dari komunikasi yang baik dan benar. Komuniukasi yang baik adalah komunikasi yang saling menghargai. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang mau mendengar (listening) bukan hanya minta didengar ketika kita berbicara.  Komunikasi yang efektif atau tepat sasaran, tenyata melibatkan bukan hanya kata-kata tetapi juga intonasi serta gerak tubuh. Karena yang tidak diucapkan lebih banyak diperhatikan daripada kata-kata kita.

MENGUBAH FOKUS
Nah, hal ini yang menjadi salah satu hal yang paling penting bagi sebuah perusahaan atau organisasi. Untuk bisa mencapai tujuan, setiap anggota organisasi atau pekerja dalam suatu perusahaan haruslah memiliki fokus yang tepat. empat prinsip yang harus dirubah adalah:
1.       dari prinsip “benar-salah” ke “apa yang baik bagi kita”
2.       dari prinsip “menyalahkan ke “kontribusi”
3.       dari prinsip “problem” ke “purpose atau tujuan bersama”
4.       dari prinsip “melihat ke belakang” ke “memandang ke depan”

Fokusnya adalah BERSAMA bukan DIRI SENDIRI. Prinsip bahwa kita adalah satu organisasi atau perusahaan yang memiliki tujuan harus menjadi dasar dalam bertindak dan berkomunikasi. Rubah fokus dari prinsip “lempar bola” ke prinsip  “mari bolanya kita bawa bersama”
Dengan adanya prinsip “bawa bola bersama”, sikap kita dalam merespon permintaan dari divisi lain tentu berbeda dengan prinsip “lempar bola” atau “jangan lama-lama pegang bola”. Kita harus sadar bahwa sebagai satu perusahaan itu sama seperti satu tubuh. Jika kaki yang luka, maka penderitaan itu dirasakan oleh bagian tubuh yang lain.  Jika satu divisi tidak melakukan tanggung jawabnya dengan maksimal, maka dampak negatifnya seperti efek domino.  Jika satu divisi tidak peduli dengan kinerja divisi lain, maka dampaknya akan berpengaruh pada divisi itu juga karena satu perusahaan. Saling menyalahkan dan saling tuding bukanlah budaya yang membangun. Bolanya dibawa bersama brosis!

TIPE HARMONI
Nah, ini satu hal yang paling penting juga. Kenali diri sendiri dan orang lain yang bekerjasama dengan kita. Ini bukan hanya berlaku untuk kerjasama di dalam perusahaan, tetapi kerjasama dalam rumah tangga atau organisasi di luar perusahaan kita bekerja. Dengan mengenali diri sendiri dan orang lain, kita bisa lebih memahami keputusan-keputusan yang kita atau orang lain ambil, dan kita bisa memiliki strategi yang tepat agar komunikasi yang dibangun itu berdampak positif bukan sebaliknya. Harapannya adanya hubungan yang terjalin dengan baik sehingga tujuan dari perusahaan tercapai.

Seringkali konflik terjadi karena kesalahan strategi komunikasi dengan rekan kerja atau atasan. Salah paham terjadi karena karakter yang berbeda. Kalau teman-teman pernah mendengar tentan karakter melankolis, plegmatis, sanguinis atau koleris dari buku Personality Plus, kali ini M-Knows menerjemahkannya dengan lebih Indonesia sehingga lebih dapat dipahami.

Kami sebelumnya diminta untuk memilih beberapa hal dalam sebuah tes untuk mengetahui tipe diri sendiri. Aku tidak akan menjelaskan hal ini dengan detail. Jika memang ingin, maka silahkan kirim email ke diriku, godlifjoy@gmail.com. Aku secara pribadi sangat bersyukur karena bisa mengikuti pelatihan ini dan bisa mengikuti tes ini sehingga aku semakin mengerti diriku. Aku juga semakin memahami tipe rekan kerjaku dan atasanku. Semakin lengkap karena dalam pelatihan ini diberikan beberapa strategi ketika berhadapan dengan tipe yang berbeda dengan diriku sehingga mengurangi resiko konflik dan mampu mencapai tujuan bersama.

Tipe pribadiku adalah HARMONI. Ciri-cirnya adalah sabar, pendengar, setia, kalem, suka stabilitas, pola rutin, menghormati tradisi, patuh pada sistem dan tidak suka kompetisi. Sisi positifnya adalah tenang, obyektif, diplomatis, pendengar yang baik, efisien dan teratur. Sisi negatifnya adalah tidak tegas, cari aman, penakut, cepat kuatir dan suka menunda. Wow, semuanya sesuai dengan karakter diriku. Motivasi dasar tipe ini adcalah hubungan sosial, penerimaan, persahabatan, kekeluargaan serta pengabdian.

Aku berani mengungkapkan karakter diriku karena aku percaya hal ini adalah salah satu cara agar aku semakin dikenal oleh orang lain sehingga orang lain bisa mengambil strategi yang tepat ketika berkomunikasi dan juga bekerjasama dengan diriku agar tidak terjadi konflik tetapi sebaliknya adanya win-win solution atau tujuan bersama tercapai sesuai harapan.

Pencerahan-pencerahan lain sebenarnya masih banyak tetapi tidak bisa aku ceritakan seluruhnya di tulisan ini. Aku berharap Tuhan memberikan hikmat agar apa yang aku dapatkan lewat pelatihan ini bisa aku bagikan agar menjadi pengetahuan positif bagi lebih banyak orang. Tentu selalu dengan kesadaran diri aku bukan lebih baik dari orang lain karena sampai saat inipun aku terus belajar lewat setiap pengalaman yang Tuhan ijinkan. SEUMUR HIDUP AKU SEKOLAH.

Comments