ORANG PALING MENJENGKELKANPUN DIKASIHI TUHAN

Aku tidak tahu apakah orang lain pernah mengalami hal yang sama. Aku hanya ingin bercerita tentang pengalamanku pribadi. Aku menulis ini dengan kesadaran bahwa aku penuh kelemahan dan keterbatasan dan tidak lebih baik dari orang lain. Aku BELAJAR lewat orang lain dan kutuangkan lewat tulisan.  Tulisan ini tidak akan dipahami dengan tepat jika tidak membacanya dari awal hingga selesai kata terakhir.

JENGKEL
Aku mulai dari pengertian JENGKEL dalam tulisanku ini. Jengkel menurut kamus besar bahasa Indonesia artinya adalah GEMAS. Wah, baru kali ini aku mencari arti jengkel. Gemas ternyata bukan hanya punya arti positif, misalnya dalam konteks melihat Juan yang sangat ganteng sehingga gemas dan mau mencubitnya. Tetapi, gemas juga bisa digunakan dalam konteks “negatif”.  Alasan yang menyebabkan kita gemas, itulah yang membawa pada pengertian dalam konteks positif atau negatif.

Jengkel itu muncul ketika sesuatu SUDAH terjadi, bukan sebelumnya. Rasa gemas muncul karena melihat hal yang sudah terjadi dan tidak sesuai dengan harapan dan MENGECEWAKAN serta membuat diriku tidak habis pikir. Jengkel pada diri sendiri bisa, tetapi jengkel pada orang lain lebih sering dirasakan.

Ada saat di mana aku sudah memberikan penjelasan panjang lebar hal-hal yang harus dikerjakan kepada seseorang, tetapi orang tersebut tetap tidak bisa melakukannya dengan baik. Ada saat di mana aku sudah larang seseorang melakukan sesuatu hal, tetapi tetap saja masih ia lakukan. Ada saat aku sudah peringatkan untuk berhenti melakukan sesuatu, tetapi tetap saja keras kepala. Ada saat di mana aku sudah memberikan nasehat, tetapi pilihan yang dia ambil tetap saja tidak sesuai dengan nasehatku dan akhirnya dia sendiri menyesal tetapi sudah terjadi. Jengkel bukan ketika berhadapan situasi seperti itu?  Harapan yang indah akhirnya berantakan ketika hal tersebut.  Sangat menjengkelkan. Ironisnya, orang-orang di sekitarku, yang sering berinteraksi dengankulah yang paling sering membuat jengkel. Memang, bisa jadi aku jengkel pada politikus banyak komentar tanpa memberi dampak positif atau ketika tim sepakbola favoritku yang kalah melulu. Tetapi hal itu tidak sampai membuatku tidak tidur dengan nyenyak dibandingkan rasa jengkel pada orang di sekitarku yang sering berinteraksi denganku. Jengkel ketika melihat sikap orang lain yang menurutku tidak pantas. Itu juga sering terpikirkan. Apakah kalian juga?#refleksi.

MAKANAN BABI
Seorang anak bungsu meminta warisan dari ayahnya ketika ayahnya yang kaya semakin lanjut usia. Ayahnya belum meninggal! Tetapi ayahnya memberikan warisan itu. Si bungsu pergi ke kota yang lain dan di sana dia menggunakan semua uang warisannya untuk menikmati kesenangan yang ditawarkan di kota tersebut.  Dia benar-benar mendapatkan kenikmatan itu dari uang yang dia pegang. Tetapi hukum alam tidak bisa bohong bahwa kenikmatan itu hanya bertahan jika uang tetap tebal di kantong celana atau dompet.  Pendek cerita, si bungsu kehabisan uang dan dia dijauhi dan ditolak orang-orang sekitarnya di kota itu yang ketika dia masih banyak uang, sangat nempel dengan dia.

Cara yang paling menjijikkan dia lakukan untuk bertahan hidup. Dia jadi penjaga kandang babi dan makan dari MAKANAN BABI! Dia benar-benar berada dalam titik terendah.  Di tengah rasa frustasi karena kondisi hidupnya, dia teringat suasana di rumah bapanya dulu yang pernah ia nikmati. Ayahnya sangat baik sehingga para pekerja di rumah bapanya pun sangat dihargai dan menikmati banyak berkat. 

Si bungsu memutuskan untuk pulang. Belum sampai di pintu rumah bapanya, sang bapa melihat dia dari kejauhan dan apa yang dilakukan bapanya? Berlari MENEMUI anaknya! Dengan rasa haru dan bahagia sang bapa memeluk anaknya dan menginstruksikan kepada para pelayannya untuk mempersiapkan pakaian yang paling bagus untuk si bungsu dan mempersiapkan pesta ucapan syukur karena kembalinya si bungsu.

Masalahnya adalah, si bungsu punya kakak sulung. Dan ketika kakak sulungnya dengar bahwa adiknya kembali serta bapanya mau mengadakan pesta besar untuk adiknya, dia sangat-sangat jengkel karena merasa tidak diperlakukan dengan adil. Dia yang adalah kakak sulung serta sangat setia pada bapanya tidak pernah merasakan pesta seperti yang dirasakan adiknya yang sudah tidak tahu diri meminta warisan dan pergi jauh dari rumah untuk berfoya-foya. Menjengkelkan! Begitu aku yakin kata yang bisa mewakili isi hati sang kakak.

Yang paling menjengkelkanpun tetap dikasihi oleh sang bapa dan tetap diterima dengan sukacita dan rasa bahagia yang besar. 

AKU YANG MENJENGKELKAN
Yang paling menjengkelkanpun tetap dikasihi oleh Allah. Itu makna dari cerita “makanan babi” di atas. Cerita yang membawa padaku kesadaran bahwa  dalam segala kejengkelanku pada seseorang, tidaklah patut aku membencinya, merendahkannya, menghakiminya bahkan menjauh dari hadapannya. Aku tidak pantas mengucapkan kata-kata kasar  bahkan kutukan padanya  karena penuh emosi akibat jengkel padanya. Sikap yang tepat seharusnya sama seperti yang dilakukan oleh sang bapa kepada sang anak bungsunya. Tetap menerimanya penuh kasih, sukacita dan bahagia dalam kondisi begitu menjengkelkanpun si anak. Dia tetap “melayani”nya dengan hal-hal yang bisa dia lakukan bagi anak bungsunya. Dalam segala kapasitasku, dalam segala kejengkelanku, aku sepatutnya mendukung orang yang membuat jengkel diriku agar dia bisa berubah. Mulai dari tetap mengasihinya. Mulai dengan tetap mendoakannya.

Aku juga adalah si bungsu itu di mata Allah. Aku orang yang sangat-sangat menjengkelkan di mata Allah karena begitu banyak dosa yang aku perbuat. Aku juga banyak menjengkelkan orang-orang di sekitarku. Tetapi dalam segala kondisiku yang menjengkelkan, Allah tetap dengan tangan terbuka menerimaku ketika aku menyadari kesalahanku dan mau datang kembali kepada Dia. Aku sebenarnya tidak layak karena segala dosaku. Segala perbuatan baikku tidak bisa membuatku layak  di hadapan-Nya karena Allah adalah sempurna. Standar sempurna tidak mungkin dicapai sebanyak apapun perbuatan baikku karena aku manusia yang tidak sempurna. Hanya karena kasih-Nya yang besar padaku, Dia berinisiatif MENEMUI aku yang menjengkelkan ini untuk memberikan kesempatan padaku kembali membangun relasi yang benar dengan-Nya.  Dia mati bagiku menggantikanku menanggung dosaku.

TEMAN DI KAYU SALIB

Lalu, ingat apa yang terjadi di bukit Golgota ketika ada tiga orang yang dihukum mati di atas kayu salib? Ada satu penjahat meminta Tuhan mengingat dia ketika di Surga dan Tuhan mengatakan bahwa dia sekarang juga akan bersama Dia di sana ketika mati. Penjahat paling sadispun dikasihi Tuhan. Sikapnya jauh lebih dari jengkel.

Kapan terakhir kamu jengkel pada orang lain? Siapa dia? Apa yang dia lakukan? Apakah kamu sama sekali tidak pernah menjengkelkan orang lain? Yang paling menjengkelkanpun dikasihi oleh Tuhan. Itu aku dan kamu. 

Comments