SAYA MELIHATNYA!!! SAYA DICARINYA!!!


Juan tanggal 16 Februari 2015 tepat berusia 1 tahun. Sangat sering aku unggah foto-foto Juan sejak dia lahir di instagram (@godlifjoy). Mulai dari di hari pertama dia lahir hingga saat ini. Juan diberikan anugerah wajah yang sangat disenangi banyak orang.  Cakep apalagi ditambah dengan dagunya yang terbelah.Belum lagi jika dia sudah senyum, para wanita langsung jatuh hati terutama dilengkapi dengan gayanya yang cool jika bertemu orang baru. :D

Hari pertama dia keluar dari kandungan ibunya, aku foto.  Mungil sekali. Gerakannya terbatas.  Lebih banyak tidur. Hanya menangis jika kelaparan. Hanya bisa minum susu sebagai makanannya. Mengganti popoknya sudah menjadi rutinitas sehari-hari aku dan Oce. 

Bulan berganti bulan, Juan terus bertumbuh dengan normal. Berat badannya semakin bertambah naik, begitu pula juga tingginya. Selanjutnya dia juga  bisa tengkurap, merangkat , mulai mengucapkan beberapa kata, teriak-teriak, hingga akhirnya belum genap satu tahun dia sudah bisa berjalan sendiri. Dia seringkali membuang barang-barang yang dia pegang. Belum lagi begitu banyak aksi “kepo”nya ketika keluar dari kamar. Seluruhnya ingin dipegang dan dimakan…hahahaha…. Ketika keluar rumah, dengan wajah serius dia melihat sekeliling seperti sedang melakukan observasi.

Salah satu yang membuat dia sangat disukai selain dia tidak menolak jika diminta untuk digendong orang lain selain kami, dia juga sangat menganggumkan senyumannya dengan giginya yang terlihat dengan jelas. Segar dan menggemaskan.  Selain karena kangen Oce, aku semakin tidak ingin lembur karena sangat kangen Juan.  Juan ketika lahir berbeda dengan Juan ketika memasuki umur 1 tahun. Tiap waktu dia terus berubah dan bertumbuh . Sebuah ucapan syukur bagi kami adalah walaupun dia alergi susu sapi, dia tetap terjaga kesehatannya hingga sekarang. Memang dia pernah sakit tetapi hanya sakit flu atau alergi beberapa makanan atau minuman. Dia bahkan sudah suka memanjat tempat tidurnya atau kardus tempat aku menaruh Koran. Dia bisa membuka sendiri gembok pintu gerbang rumah kami. Selain itu dia juga suka menggoyangkan kakinya seperti dansa ketika dia sedang berdiri. Belum lagi semangatnya untuk berteriak keras-keras jika aku berteriak “gollllll!!!”….hahaha…. Dia juga suka sekali bertepuk tangan. Intinya dia terus bertumbuh tiap-tiap waktu sesuai dengan usianya yang terus bertumbuh. Aku dan Oce melihat dengan mata kepala sendiri perkembangan positif Juan hari demi hari.

SAYA DICARINYA!!!
Selain perubahannya yang terus menerus aku lihat, yang sangat aku nikmati adalah saat aku pulang, selalu dia berlari-lari untuk minta digendong oleh diriku. Dia sangat tidak sabar. Aku harus cepat-cepat buka jaket dan cuci muka karena dia selalu ingin segera aku gendong. Walaupun setelah itu hanya sebentar…hahaha….setelah itu minta turun ke lantai dan mulai kembali bergerak ke sana kemari.

Ketika di gereja, biasa Oce dan Juan duduk di baby room yang berada di lantai 1. Ruang ibadah utama ada di lantai 2. Ketika aku harus duduk di ruang ibadah utama lantai 2 dan turun setelah selesai ibadah, dia dengan semangatnya berjalan menghampiriku untuk minta digendong olehku. Wah, sangat senang bahagia sekali. Aku selalu dicarinya.

BAGAIMANA  DENGAN AKU? (bagian 1)
Jadi, teori yang dapat dibuktikan dari kehidupan Juan adalah bahwa PERUBAHAN, PERTUMBUHAN itu selalu DILIHAT orang lain. Sudah seharusnya manusia yang normal terus bertumbuh. Tetapi, ketika usia semakin bertumbuh, secara fisik kita bisa bertumbuh, tetapi belum tentu secara karakter yang sesuai dengan kebenaran juga bertumbuh. Itulah salah satu ironi kehidupan.

Jika orang memproklamirkan kepada banyak orang bahwa dia berubah, maka sudah seharusnya proklamasi tersebut dibuktikan dengan cara secara KONSISTEN dilihat oleh orang lain perubahan positif orang tersebut. Konsistensi dilihat oleh orang lain adalah satu satu bukti perubahan seseorang bukan sekedar ucapan dari dirinya sendiri.

Sebenarnya, tanpa harus diproklamasikan, orang lain pasti akan dengan sendirinya mengakui perubahan seseorang ketika mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka akan memuji dan terus mendukung perubahan tersebut agar terus konsisten dan dengan sendirinya akan berbagi cerita kepada orang lain dengan berkata “SAYA MELIHATNYA!!! Saya melihatnya berubah.”

Bagaimana dengan aku? Karakter-karakter apa yang belum aku punya atau aku harus tingkatkan dan akhirnya orang lain melihatnya? 

BAGAIMANA  DENGAN AKU? (bagian 2)

Lalu, apakah aku sendiri punya antusiasme yang terjaga untuk mencari Allah dan menyediakan waktu bersekutu dengan Dia secara pribadi tiap hari dan bersama sesama dalam persekutuan? Atau aku sudah mengganggap segala sesuatu itu sebagai rutinitas agama sehingga tidak ada rasa gregetnya. Aku pikir perasaan Allah sama seperti perasaanku ketika aku dicari oleh Juan. Bahagia karena aku mencari-Nya, mau bersekutu dengan-Nya dan tentu sedih jika tidak ada rasa rindu dariku untuk bertemu dengan Dia.


Sekedar mengajak refleksi dari pelajaran yang kudapatkan dari karya Allah dalam diri anakku  terkasih, Juan Frederick Christian PoEh.(@godlifjoy)

Comments