DI ANTARA DUA PILIHAN YANG BAIK

DI ANTARA DUA PILIHAN YANG BAIK
Bulan September 2014 ini masa kontrak rumah kami habis. Kami jauh-jauh hari sudah memutuskan tidak akan memperpanjang masa kontrak di rumah yang selama dua tahun ini kami tempat dengan pertimbangan utama kondisi fisik rumah tersebut semakin tidak baik untuk ditempati Ada banyak rayap serta temboknya sangat rapuh. Bahkan plafonnya di kamar tidur kami jatuh ketiak ada kucing di dalam atap. Kami sangat Kami sangat khawatir akan mempengaruhi kesehatan Juan.

FAKTOR YANG MENAHAN KAMI
Jauh-jauh hari kami memutuskan untuk mencari rumah di kompleks perumahan yang sama dengan rumah kontrakan kami sudah dua tahun kami tempati. Ada beberapa faktor yang membuat kami memutuskan hal tersebut, antara lain:
1.     1. Aman
2.     2. Tidak terkena banjir ketika daerah sekitar banjir
3.     3. Jarang mati lampu
4.     4. Air bersih
5.     5. Dekat gereja (± 5 menit naik motor)
6.  6.  Dekat jalan besar sehingga cepat ketika aku berangkat kerja
7. 7. Kepengurusan RT yang sangat menolong warganya termasuk kami yang hanya ngontrak. Kami dibantu untuk bisa melakukan pencoblosan calon Presiden walau alamat KTP kami bukan di daerah tersebut. Selain itu laporan keuangan iuran bulanan RT diberikan kepada setiap warga sehingga kami bisa mengetahui untuk apa saja uang kami digunakan.

Beberapa faktor tersebut “menahan” kami untuk tidak berpikir mencari rumah di luar kompleks tersebut.  Sejak bulan Juni kami sudah mulai mencari rumah kontrakan baru. Karena sudah tidak nyaman dengan kondisi rumah yang semakin parah, kami sepakat untuk sesegera mungkin pindah rumah, tidak harus menunggu bulan September.

Ada beberapa rumah di kompleks yang ditawarkan untuk dikontrakkan. Namun, sebagian besar rumah tersebut harga sewanya jauh di atas harga sewa rumah kami yang telah dua tahun kami tempati ini. Hal ini membuat kami mengurungkan niat untuk menyewa. Kami cukup terbatas dalam hal keuangan bulanan dan harga sewa rumah sebenarnya menjadi pergumulan kami tiap tahun. Jadi, jika harga sewanya jauh melebihi harga sewa rumah kami dua tahun ini, kami sadar kami tidak mampu membayarnya.

AKHIRNYA...
Kami sharing pergumulan kami tentang mencari rumah kontrakan ke jemaat dan ada beberapa usul yang mereka sampaikan selain mereka dukung dalam doa. Beberapa rumah yang mereka tawarkan di luar kompleks rumah kami sekarang. Kami tetap terima walau tidak menjadikan prioritas utama dalam daftar rumah kontrakan yang kami incar.

Namun, seiring waktu, kendala yang kami hadapi tetap harga sewa rumah-rumah kontrakan di kompleks kami tetap belum ada yang pas dengan target kami. Sambil tetap terus berdoa dan mencari, ada informasi bahwa salah satu jemaat menawarkan rumahnya untuk dikontrakan. Rumah tersebut baru direnovasi dan harganya sesuai dengan target kami.

Walau tetap dengan hati yang tetap merindukan mendapatkan rumah di kompleks kami, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba melihat rumah tersebut. BAGUS. Rumah tersebut memang sangat nyaman.  Tetapi hal tersebut tidak serta merta membuat kami langsung berkata iya. Kami tetap berusaha mencoba menghubungi pemilik rumah di kompleks kami untuk mencoba menawar rumah yang disewakan. Harga awal yang dia tawarkan cukup tinggi. Jika bisa turun sama seperti rumah miliki jemaat di luar kompleks, kami akan pilih rumah tersebut.

Akhirnya tiba pada kenyataan bahwa rumah tersebut malah naik harganya karena selesai direnovasi. Kami sangat bergumul dan kami diskusi cukup alot untuk pada akhirnya tiba pada satu keputusan kami akan menyewa rumah jemaat yang ditawarkan kepada kami walau di luar kompleks perumahan kami saat ini. Mengapa?

FAKTOR YANG MENARIK KAMI
1.       Dekat pasar
2.       Dekat pastori

Dua faktor tersebut jumlahnya jauh lebih sedikit sebenarnya dari faktor yang menahan kami seperti yang kujelaskan sebelumnya di bagian atas tulisan ini. Namun kedua faktor tersebut bukan menjadi faktor utama akhirnya kami memutuskan untuk pindah keluar kompleks. Kami memang senang karena Oce lebih gampang dan cepat beli bahan makanan di pasar tanpa harus menunggu aku libur atau tidak masuk kantor. Selain itu memang rumahnya dekat opa omanya yang tinggal di pastori sehingga mereka bisa lebih mudah bertemu cucu mereka yang mereka sayangi.

Namun, satu faktor dominan yang menarik kami adalah RELASI. Di perumahan tempat kami tinggal selanjutnya terdapat beberapa anggota jemaat yang sudah kenal dekat dengan kami terutama Oce. Ada tante Enny, tante Yanti Sang dan Tante Novi. Mereka terlibat aktif dalam pelayanan dan kegiatan gereja terutama Komisi Wanita bersama Oce. Selain itu, mereka bisa berbagi ilmu dengan Oce terutama sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak yang sudah beranjak dewasa. Oce tidak kesepian sekaligus mendapatkan bekal yang semakin banyak. Di tempat kontrakan kami sebelumnya memang ada jemaat juga tetapi jaraknya cukup jauh untuk bisa sering berkomunikasi dibandingkan rumah kontrakan kami sekarang.

Akhir Juli, ketika masa-masa libur Lebaran kami putuskan untuk pindahan. Bersyukur karena liburnya cukup panjang sehingga kami cukup ada waktu untuk beres-beres. Aku sangat diberkati oleh teman-teman jemaat yang dengan sukarela membantu kami pindahan termasuk meminjamkan mobil pick up serta mengangkat barang-barang. Terima kasih Om Hartono, Om Agus sekelurga, Om Paulus, Tante Yanti Sang, Ibu Novi, Ernest , Riang, Chika serta my bro Richard yang sudah menyediakan waktu untuk membantu kami. Proses pindahan kami tidak membutuhkan waktu lama karena istriku yang luar biasa telah mencicil untuk memasukkan barang-barang kami ke kardus-kardus sehingga ketika bala bantuan datang mereka tidak perlu repot memasukkan lagi barang-barang tetapi langsung menangkutnya.

DUA PILIHAN YANG BAIK
Ketika dalam masa mencari kontrakan aku sempat membaca buku yang salah satu isinya membahas tentang THE RUBBER BAND MODEL. Teori model ini memberikan bantuan untuk mengambil keputusan ketika ada dua pilihan baik yang menjadi pertimbangan. Apa yang menahanmu dan apa yang menarikmu? Jika faktor-faktor yang menahan pada satu pilihan lebih baik daripada faktor-faktor yang menarik pada pilihan yang lain, maka yang dipilih adalah satu pilihan yang pertama. Sangat memberkatiku karena aku bisa dengan kasih karunia dari Allah memilih satu dari dua pilihan yang baik. 

Pada akhirnya kami sadar bahwa Allah memberikan satu pilihan yang lebih baik dari sudut pandang lebih bijaksana serta dampak positifnya lebih bermanfaat daripada pilihan yang selama ini kami jadikan prioritas. Toh, kami juga tidak mendapat rumah yang harganya masih bisa terjangkau oleh kami. Itu salah salah faktor yang juga menarik kami untuk pindah keluar kompleks. Satu pengalaman lagi yang membuatku belajar lebih bijaksana dalam mengambil keputusan terutama dengan tetap membuka hati mempertimbangkan pilihan-pilihan baik lainnya yang berbeda dengan prioritas pilihanku selama ini. Terima kasih Tuhan untuk pelajaran penting yang Kau berikan. Engkau memang mengajakku terus SEUMUR HIDUP SEKOLAH bersama-Mu. Lagu Allah Sanggup menggambarkan pengalaman imanku bersama Allah berkaitan dengan rumah kontrakan.

Apa yang tak pernah dilihat mata
Dan tak pernah didengar telinga

Yang tak pernah timbul di dalam hati
Semua disediakan bagi yang mengasihi Dia



Reff:



Allah sanggup melakukan segala perkara
Dulu, S’karang dan S’lamanya
KuasaNya tidak berubah. 


(Aku tulis buku SEUMUR HIDUP AKU SEKOLAH: kumpulan sharing pengalaman-pengalaman hidupku serta refleksi firman Tuhan. Jika berminat memesannya, silahkan hubungi aku via message di fb atau email godlifjoy@gmail.com jika tidak mempunya no hp atau pin BBM.) 













Comments