#KETIDAKPUASAN#KEGELISAHAN#KAPASITAS#KOMITMEN#KOOPERATIF#KASIH#KONSEKUENSI

“Ketidakpuasan dan kegelisahan membuat hidup menjadi bermakna” (Ncad)

Benar aku memang tidak puas dan gelisah ketika melihat banyak hal yang menurutku tidak tepat dan ada juga bisa ditingkatkan dengan signifikan ketika aku pertama kali aktif di Komisi Pemuda GKY VTI.
Mungkin ada yang tahu atau mendengar cerita tentang bagaimana kondisi KaPe jaman dulu. Intinya banyak berbeda dibandingkan saat ini. Kualitas dan kuantitas pribadi maupun aktivitas sangat berbeda. Aku masih ingat sekali bagaimana perjuangan “berat” April dan Debby untuk memutuskan naik ke KaPe J. Jika memungkinkan mereka sebenarnya mau langsung ikut Komisi Pasturi atau Komisi Kaleb ya... :D ... Selain itu terasa seperti rutinitas tanpa gairah dalam ibadah sabtu KaPe. Kedekatan antar teman-teman pemudapun tidak terbangun dengan merata namun serasa ada kelompok-kelompok. Mungkin aku lebih dekat dengan teman-teman cowok yang suka main futsal karena itulah hobiku. Sedangkan teman-teman lain jarang ketemu di hari lain kecuali hari Minggu ketika Kebaktian Umum.

#KAPASITAS bukan KONTROL
Karena itulah aku tergerak untuk sesuai kapasitasku bisa melakukan sesuatu untuk mengurangi ketidakpuasan dan kegelisahanku. Apa kapasitasku? Aku bukan pengurus. Aku bukan hamba Tuhan full time. Aku karyawan swasta. Kalau melihat dari keterbatasanku, maka banyak alasan yang bisa menjadi pembenaran untuk tidak berbuat sesuatu walau ada kegelisahan dan ketidakpuasan.

Aku tidak bisu dan tidak tuli. Aku suka menulis. Aku punya komputer. Aku bisa mengendarai motor. Aku diberikan Tuhan anugerah pengalaman melayani mahasiswa di Yogya.  Semua itu adalah “modal” kapasitas yang Tuhan berikan kepadaku untuk melakukan sesuatu. Karena itulah aku mulai bergerak dengan memberi usul agar pengurus mengadakan evaluasi yang melibatkan seluruh anggota KaPe, bukan saja sekedar evaluasi internal pengurus yang menurutku kurang obyektif  karena yang mengikuti program yang direncanakan pengurus bukan hanya pengurus namun anggota. Dan program itu dibuat untuk anggota bukan untuk pengurus. Catatan penting lainnya yang tidak bisa dilupakan, bisa jadi ada anggota yang lebih dewasa berpikir dan rohaninya dibandingkan pengurus.

Selanjutnya sesuai kapasitasku, aku menerima tawaran untuk mengkoordinir acara bible study tiap minggu kedua dan keempat yang dimulai bulan Agustus 2011 yang adalah cikal bakal BrRR saat ini. Sebelumnya aku juga secara membuat semacam majalah pribadi yang aku bagikan gratis kepada teman-teman komisi Remaja dan Komisi Pemuda yang isinya tulisan-tulisanku. Namanya adalah REFLECTION PARTY BULLETIN. Mungkin ada beberapa teman yang pernah membacanya. Dan sekarang ada juga Buletin EMBERRR. Semuanya karena kapasitasku dalam hal menulis. Yang bisa kulakukan selalu adalah yang sesuai kapasitas tanpa menjadi pribadi yang otoriter hendak mengontrol semua aktivitas KaPe.

#KOMITMEN bukan KOMENTAR DOANK
Prinsipku, jika memberi usul maka ada kesediaan untuk terlibat dalam perubahan melalui usul yang diberikan jika memiliki kapasitas untuk itu. Aku tidak mau menjadi orang yang banyak memberi komentar tetapi tidak mau terlibat langsung untuk melakukan perubahan dari apa yang dikomentari. Pasti familiar dengan istilah KOMENTATOR pertandingan sepakbola atau PENONTON lebih pintar daripada PEMAIN. Yang bermain di lapangan adalah pemain namun caci maki serta kritik yang menjatuhkan munculnya dari komentator dan penonton pertandingan. Aku memilih jadi pemain, yang jika di pertandingan sepakbola pasti harus berjuang untuk tidak kalah, berlari berkeringat serta membangun kerjasama yang baik dengan pemain lain yang satu tim. Kata komitmen selalu memiliki dua sisi yang tidak bisa dihindari, yaitu sisi SUKA dan DUKA. Komitmen seseorang diuji ketika kondisi tidak menyenangkan hadir atau kondisi yang harus dihadapi penuh perjuangan. Aku tidak mau menjadi orang yang hanya semangat membara di awal tetapi ketika di tengah jalan banyak tantangan, akhirnya hanya menjalankan segala sesuatu seperti terpaksa dan apa adanya.

#KOOPERATIF bukan CONFLICT-maker
Otak satu orang tidaklah mampu mengerjakannya semua hal dengan MAKSIMAL. Sehebat apapun seseorang, selalu ada kelemahannya. Karena itulah ketika bisa memaksimalkan kelebihan-kelebihan maksimal setiap individu dalam sebuah tim yang memiliki tujuan yang sama dan benar, maka hasilnya pasti akan sangat luar biasa. Itulah yang aku alami sendiri dalam perjalananku selama di KaPe. Tim BrRR yang luar biasa dan Tim redaksi buletin EMBERRR yang penuh talenta serta kaya ide. Kedua tim ini adalah yang paling sering dan lama bekerjasama dengan aku. Kerjasama yang baik memberikan hasil yang luar biasa. Memang sekali lagi aku tidak menampik ada kelemahan atau kekurangan yang bukan hanya dilihat oleh diriku namun banyak orang. Tetapi itu tidak membuat aku berhenti bekerjasama tetapi sebaliknya semaksimal mungkin terus dalam proses menjadi lebih baik. Aku sedih jika dalam sebuah tim ada yang memiliki prinsip yang berbeda dan tidak mau bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dan hanya menjadi pencipta konflik (conflict-maker).

#KASIH bukan KEPO
Mengapa aku tetap bertahan walau aku sudah menikah karena aku punya kerinduan yang luar biasa menyelesaikan apa yang menjadi usulku sampai pada tahap yang aku sadari sudah cukup sehingga aku bisa meninggalkan kalian. Aku mengasihi kalian semua tanpa terkecuali. Kata-kata ini bukan kata-kata klise tetapi dari hatiku yang tulus. Dari sejak mendapatkan kepercayaan untuk banyak terlibat di KaPe, satu hal penting yang menjadi fokus utamaku adalah RELASI. Relasi dengan Tuhan dan dengan sesama adalah hal yang menjadi perhatianku. Ketika aku bertanya, menegur atau memberi masukan tentang kebiasaan-kebiasaan pribadi teman-teman tentulah karena dasar kasih ingin mendukung agar kalian jadi lebih baik. Aku bukan orang yang KEPO yang cenderung konteksnya negatif ingin mencampuri urusan pribadi orang lain untuk maksud-maksud yang tidak jelas atau bahkan menjatuhkan. Mendukung orang lain menjadi lebih baik adalah sukacita tersendiri bagiku karena aku terlebih dahulu merasakannya.

#KONSEKUENSI bukan KEPUASAN DIRI
Memutuskan untuk terlibat aktif dalam perjuangan KaPe bertumbuh rame-rame tentu bukan selalu berjalan mulus. Ada istilah “bayar harga” alias konsekuensi yang harus aku terima karena keputusanku itu. Ada banyak perbedaan serta salah paham aku temui selama aku di KaPe. Ada yang tidak suka diriku itu aku sudah sadari. Ada yang tidak suka ditegur itu biasa. Ada yang “panas-panas tai ayam” semangatnya itu biasa. Dianggap KEPO itu biasa. Ditolak ketika mengajak terlibat aktif kembali pada kegiatan-kegiatan positif yang berdampang panjang dalam hal karakter itu biasa. Jangan tanya soal waktu dan uang J.

Semua hal tersebut memang kadang membuatku sedih dan kecewa namun tidak pernah mengurangi sedikitpun kasihku kepada setiap teman-teman pemuda. Aku belajar bahwa tidak akan mungkin 100% semua orang memahami dan menerima maksud apa yang kulakukan di KaPe. Tidak mungkin semua juga semangat untuk bertumbuh rame-rame sesuai keinginanku. Aku tidak datang untuk mencari kepuasan diri. Ini bukan proyek kebanggaan diri. Mengapa aku bertahan karena kasih itu selalu identik dengan pengorbanan bukan fokus pada apa yang didapatkan untuk diri sendiri. Konsekuensi-konsekuensi dari kasihku kepada teman-teman belum seberapa dengan pengorbanan Tuhan Yesus karena kasih-Nya padaku. Ini yang membuatku benar-benar sadar bahwa aku hanya alat, namun yang bisa “berbicara” kepada hati masing-masing teman pemuda adalah Tuhan. Aku hanya melakukan bagian yang dapat kulakukan sesuai kapasitasku dengan maksimal dan sisanya adalah bagian Tuhan.

#BANYAKTAHU#SAKITHATI
Orang yang merasa sudah banyak tahu biasanya sudah merasa puas dan malas untuk belajar dan malas terlibat aktif. Jangan puas diri. Jangan berhenti belajar. Jangan mundur hanya karena perbedaan pendapat atau hal-hal yang mengecewakan. Sakit hati hanya membuat kita berjalan di tempat sambil melihat orang lain yang sebelumnya di belakang kita terus melangkah maju meninggalkan kita.

KETIKA HARUS BERAKHIR DI JUNI
Juni adalah bulan “tenang” bagi para murid sekolah dari TK hingga SMA karena inilah bulan terakhir mereka datang ke sekolah dan dimulainya libur panjang sebelum akhirnya kembali ke sekolah bulan Juli. Sejak masa kuliah berakhir, maka libur panjang tidak lagi kurasakan. Hanya jika saya bekerja sebagai guru atau dosen yang bisa merasakan libur yang cukup panjang hampir sama dengan para pelajar. Di bulan Juni tahun 2014 ini, selain berakhirnya tahun ajaran 2013-2014, bagiku ada hal lain yang berakhir pula. Aku mengakhiri keterlibatan aktifku di Komisi Pemuda (KaPe) GKY VTI.

Sejak pertengahan 2009 aku sudah mulai pindah ke Tangerang dan langsung ikut ibadah KaPe tiap Sabtu dan pertengahan 2014 aku tidak lagi ikut rutin ibadah KaPe tiap Sabtu. Hanya sekitar 5 tahun aku hadir di KaPe. Ada yang lebih senior dariku, yaitu Ubun. Namun, aku bersyukur dalam jangka waktu yang tidak lama aku bisa melihat bagaimana karya Allah yang luar biasa terjadi di KaPe.

Aku mengucap syukur karena bisa mengenal teman-teman semua dan bisa menjadi bagian bertumbuh rame-rame. Aku TIDAK MENYESAL ketika memutuskan untuk menjadi bagian dari KaPE bahkan hingga ketika aku sudah berkeluarga. Aku melihat banyak perubahan hidup di KaPe. Dampaknya terlihat bukan hanya oleh aku atau sesama teman-teman di KaPe, namun terlihat juga di jemaat di GKY VTI serta GKY-GKY lain terutama hamba-hamba Tuhannya yang selalu menjadikan kita sebagai satu “kesegaran” pelayanan ketika mereka datang ke sini.


Aku menulis ini bukan karena KaPe sudah sempurna atau seperti slogan BrRR sudah menciptakan NEW VTI. Masih panjang untuk mencapai DEKAT, PADAT dan MERAMBAT yang ideal. Masih banyak yang harus ditingkatkan atau dihilangkan. Namun kali ini tongkat estafet harus kuberikan kepada yang lain. Aku percaya bahwa Tuhan pasti tanggung jawab. Bukan karena aku terjadi banyak perubahan positif yang terlihat sekarang di KaPe namun hanya karena Tuhan mengasihi kita semua.
(Aku tulis buku SEUMUR HIDUP AKU SEKOLAH: kumpulan sharing pengalaman-pengalaman hidupku serta refleksi firman Tuhan. Jika berminat memesannya, silahkan hubungi aku via message di fb atau email godlifjoy@gmail.com jika tidak mempunya no hp atau pin BBM.) 

Comments