HEI KAMU PENGURUS!!!

"Saya tidak akan heran jika setelah selesai menjadi pengurus, anda semakin lama semakin tidak aktif di pelayanan karena anda tidak punya konsep yang benar tentang pengurus & pelayanan serta tidak memiliki relasi yang erat dengan Tuhan"#teofilus
 
Keberhasilan seorang pelayanan bukanlah dilihat berapa lama anda menjadi pengurus, tetapi apakah anda menjadi teladan ROHANI yang meninggalkan kesan positif termasuk regenerasi yang benar setelah tidak lagi menjadi pengurus.

#MANJA
Jika pengurus yang gampang sakit hati, ngambek, tidak punya semangat melayani ketika tidak dihargai, tidak aktif dalam program-program pelayanan, tidak banyak berperan dalam memberi dorongan untuk membangun relasi dengan Tuhan tetapi fokus pada masalah dirinya sendiri, maka anda adalah pengurus hanya secara administratif. Seorang pengurus yang baik sudah seharusnya lebih berperan dalam hal pertumbuhan kerohanian bukan sebaliknya masih MANJA terus didorong bahkan dipaksa untuk terlibat dalam program-program yang diadakan untuk mendorong pertumbuhan rohani. Istilah sederhananya adalah lebih berperan AKTIF & BERINISIATIF dalam MELAYANI bukan PASIF yang hanya bergerak jika sudah berulang kali diingatkan. Ironisnya, bergerak melayaninya pun akhirnya hanya SEADANYA.

#KOMUNIKATIF
Komunikasi yang baik (komunikatif) itu juga penting lho...jika ada masalah yang mengganjal hati, pengurus yang sudah dewasa tidak akan ngambek, menghilang apalagi update status menyindir tanpa BERANI berbicara kepada orang-orang yang berkaitan dengan masalah tersebut. Wajar jika akan ada salah paham & kekecewaan ketika tidak ada komunikasi yang baik.

Komunikasi akhirnya berdampak juga pada KERJASAMA antarpengurus yang tentu tidak bisa lepas dari masalah relasi di antara pengurus. Jangan sampai masing-masing pengurus bekerja sendiri-sendiri tanpa peduli apalagi membantu pengurus lain yang ada kesulitan. Semua pengurus sudah seharusnya kompak untuk hal-hal positif & benar seperti mendorong teman-teman semangat bertumbuh sekaligus memperhatikan mereka.

#KOMPAK NEGATIF
KOMPAK itu tidak selalu positif lho. Kompak NGAMBEK, kompak SAKIT HATI, kompak MALAS ikut acara positif dan rohani, kompak MANJA atau CARI PERHATIAN. Jangan sampai kekompakan yang tidak positif ini yang lebih berkembang.

#SENSITIF#EMOSI#RELASIDENGANTUHAN
Relasi dengan Tuhan sangat berdampak pada apa yang dilakukan selama menjadi pengurus lewat perkataan & perbuatannya. Sangat terlihat pengurus yang memang sedang sungguh-sungguh berjuang untuk membangun relasi dengan Allah dan pengurus yang tidak sama sekali serius mau membangun relasi dengan Allah terutama lewat SATE & doa. Relasi buruk dengan Allah = relasi buruk dengan sesama.

Sensitif, cepat emosi & keras hati tidak mau menerima teguran serta menyalahkan orang lain atau keadaan bukan mengevaluasi diri adalah beberapa ciri pribadi pengurus yang tidak memiliki relasi yang baik dengan Tuhan.

#PRIORITAS
Manajemen waktu & prioritas juga menjadi hal yang penting bagi pengurus. Masalah yang paling utama bukanlah tidak ada waktu melainkan tidak ada hati untuk program-program yang diadakan untuk mendukung pertumbuhan rohani. Jika pengurus saja tidak menjadikan program-program dalam KaPe sebagai prioritas penting karena tidak ada hati, maka sangat sulit mendorong anggota juga menjadikannya prioritas penting.

#MAUBELAJAR#MOTORPENGGERAK
TIDAK SEMPURNA tetapi MAU BELAJAR. Jika cari pengurus yang ideal, maka tidak ada yang layak dan mau jadi pengurus. Masing-masing pasti minder dan takut. Sebenarnya jadi pengurus atau tidak, hal-hal yang disampaikan panjang lebar di atas seharusnya dimiliki kita sebagai anak muda yang mengaku sebagai pengikut Kristus (orang Kristen). Jadi, hal-hal di atas perlu diperjuangkan oleh kita sebagai ANGGOTA KaPe. Oleh karena itu, hati yang mau belajar haruslah ada dalam diri kita semua. Adalah anugerah jika Tuhan berikan kesempatan belajar lewat kepercayaan sebagai pengurus. Jangan ditolak tetapi jangan sampai lupa bahwa selain melayani, kita juga belajar menjadi orang Kristen yang menyenangkan hati Allah. Jadi orang Kristen saja standarnya tidak asal-asalan semau gue, apalagi jadi pengurus. Wajar jika ada standar yang tinggi karena diharapkan menjadi MOTOR PENGGERAK seluruh anggota bertumbuh bukan sebaliknya menjadi MOTOR PENGHAMBAT.


Tulisan ini aku susun berdasarkan pengamatanku selama berkecimpung di KaPe dan berinteraksi dengan pengurus dari beberapa periode. Tulisan ini aku susun dengan maksud agar pengurus di periode selanjutnya bisa punya referensi gambaran umum tentang bagaimana seharusnya pengurus benar-benar menjadi pengurus yang diharapkan ketika dipilih. Pertanggungjawaban kalian memang kepada Tuhan tetapi tidak mungkin menyenangkan hati Tuhan dengan memiliki sikap-sikap yang tidak benar seperti dijelaskan di atas. Selamat melayani hei kamu pengurus!!! ;) @godlifjoy

(Aku tulis buku SEUMUR HIDUP AKU SEKOLAH: kumpulan sharing pengalaman-pengalaman hidupku serta refleksi firman Tuhan. Jika berminat memesannya, silahkan hubungi aku via message di fb atau email godlifjoy@gmail.com jika tidak mempunya no hp atau pin BBM.)

Comments