AKU TIDAK MENYESAL

Ide awal dari membuat Buletin EMBERRR  adalah karena wadah untuk pelayanan di Komisi Pemuda khususnya dan GKY VTI umumnya masih terbatas pada berkaitan dengan ibadah ataupun Paduan Suara. Jika tidak bisa menyanyi mungkin bisa melayani sebagai operator multimedia. Namun selain itu tidak ada lagi pilihan yang memungkinkan bagi teman-teman pemuda untuk melayani. Mungkin bisa sebagai anggota perpustakaan namun sepertinya belum terlalu banyak aktivitas.

Karena itulah aku berpikir untuk menerbitkan Buletin dan aku sampaikan itu kepada Pembina Komisi Pemuda saat itu, Lse Yuliani dan dia setuju. Aku juga mengajak beberapa orang teman untuk bergabung sebagai tim redaksi buletin. Dan yang merespon adalah Alan, Debby dan Mario. Aku mengajak teman-teman yang belum terlibat pelayanan aktif sebagai pengurus dengan pertimbangan bahwa memang aku ingin menciptakan wadah alternatif untuk melayani.

#WAKTU
Sebagai salah satu tim redaksi, tantangan paling besar adalah WAKTU. Aku bukan hamba Tuhan full time. Aku adalah seorang karyawan yang punya tanggung jawab. Aku juga seorang suami. Aku juga aktif melayani di bagian lain di gereja seperti BrRR ataupun mengajar di Komisi Remaja 1, menjadi operator multimedia atau menjadi liturgis yang membutuhkan latihan. Belum lagi aku menjadi bagian dari Komisi Adelphos serta Komisi Pasturi. Aku benar-benar berjuang untuk memaksimalkan waktu yang ada untuk melayani dengan maksimal di redaksi buletin ini. Aku benar-benar tidak mau kualitas dari EMBERRR tidak memberkati karena terkesan apa adanya. Deadline dan perjuangan mengumpulkan bahan-bahan setia rubrik adalah bagian dari perjuangan mengatur waktu agar hasilnya maksimal walau waktunya tidak ideal.

#SEMANGAT#KOMITMEN#KESETIAAN
Aku bersyukur karena memiliki teman-temanku anggota tim redaksi sangat punya komitmen dalam melayani. Aku sadar dan tahu mereka masing-masing juga selalu sibuk, baik Alan dan Debby yang kuliah dan memasuki tahap akhir dengan segala kesibukan berkaitan dengan skripsi serta Maio yang adalah orang penting di perusahaan tempat dia bekerja sehingga dia pun sering lembur. Dalam segala tantangan tersebut, sampai pada hari ini mereka adalah orang-orang yang SETIA. Bukan berarti tidak mengalami pergumulan, namun mereka terus berjuang dengan maksimal dalam melayani. Aku sangat diberkati lewat semangat, komitmen dan kesetiaan mereka.

#TIDAKLUPA
Menjadi tim redaksi sebuah buletin adalah sebuah pelayanan yang pasti akan jarang mendapat perhatian besar jika dibandingkan dengan pelayanan ibadah. Tetapi disinilah tempat pembentukan satu karakter yaitu RENDAH HATI. Aku belajar untuk TIDAK LUPA bahwa buletin EMBERRR adalah untuk kemuliaan Tuhan saja. Tujuannya adalah agar ada wadah untuk melayani dan juga setiap rubrik-rubrik yang ada memberkati teman-teman pemuda walau mungkin tidak semua membaca setiap halaman. Ini yang membuatku benar-benar sadar bahwa aku hanya alat, namun yang bisa “berbicara” kepada hati masing-masing pembaca adalah Tuhan. Aku hanya melakukan bagian yang dapat kulakukan sesuai kapasitasku dengan maksimal dan sisanya adalah bagian Tuhan. Belajar untuk tidak jatuh dalam dosa kesombongan adalah perjuanganku dalam melayani di Buletin EMBERRR.

#HARAPAN#BERBAHAYA
Tulisan sangat berbahaya. Coba renungkan ayat Firman Tuhan dari 2 Timotius 3:16 yang berbunyi “segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang lain dalam kebenaran”. Betapa berbahanya sebuah tulisan disampaikan dengan jelas di ayat tersebut. Aku rindu Buletin EMBERRR dipakai Allah sehingga ilham-Nya saja yang menuntun tim redaksi untuk menyusun isi buletin. Aku rindu buletin ini bukan sekedar beberapa lembar kertas yang segera dilupakan, namun di setiap edisi, ada pengajaran atau teguran atau didikan kebenaran yang didapatkan setiap yang membacanya. Aku berharap buletin EMBERRR semakin “berbahaya” isi tulisan-tulisannya.
Pada akhirnya tepat satu tahun Buletin EMBERRR ini terbit, aku mengakhiri keterlibatanku secara langsung di tim redaksi. Usia satu tahun tentu usia yang masih sangat muda. Sama seperti anakku Juan yang terus berkembang setiap bulannya hingga memasuki usia empat bulan di bulan Juni ini, maka aku melihat Buletin EMBERRR semakin berkembang selama satu tahun ini. Ada ide-ide baru yang muncul serta semakin tertata manajemen tim redaksi. Proses yang aku sadar belum sempurna tetapi terus bergerak positif. Aku berharap ada semakin banyak teman-teman yang suka dalam hal tulis menulis bisa bergabung melayani sebagai tim redaksi.
Aku tidak menyesal pernah menjadi bagian dari tim redaksi buletin EMBERRR.
(Aku tulis buku SEUMUR HIDUP AKU SEKOLAH: kumpulan sharing pengalaman-pengalaman hidupku serta refleksi firman Tuhan. Jika berminat memesannya, silahkan hubungi aku via message di fb atau email godlifjoy@gmail.com jika tidak mempunya no hp atau pin BBM.)

Comments