NAMAKU TINA (DENGAN ENERGI BESAR & GAIRAH TINGGI)

Namaku Tina. Aku 27 tahun. Pekerjaanku adalah seorang kasir dari sebuah toko perlengkapan bayi. Aku tahun 2009 menikah dan sekarang sudah mempunyai dua orang anak. Namun, sekarang aku sudah bercerai 1 tahun dari suami. Ijinkan aku menceritakan sedikit tentang hidupku. Aku mencintai suamiku. Namun, ketika aku sedang mengandung anak pertama, aku mulai curiga dia selingkuh dengan wanita lain. Namun hal tersebut tidak aku bisa pastikan hingga akhirnya aku hamil anak kedua dan suamiku pergi meninggalkan aku dan hidup dengan wanita yang sudah selingkuh dengan dia sejak kehamilanku yang pertama.

Sekarang aku adalah single parent. Mantan Suamiku sebenarnya baik. Hanya saja, wanita yang menjadi selingkuhannya sangat terobsesi dengan mantan suamiku dan dengan berbagai cara membawa suamiku akhirnya meninggalkanku. Sakit sekali rasanya. Aku menyadari bagaimana sebagai wanita yang sangat dominan pada perasaan sangat terpuruk. Aku punya pilihan bunuh diri. Aku punya pilihan mencari pelarian pada hal-hal negatif. Aku punya pilihan untuk mencari laki-laki yang tidak aku cintai namun bisa menafkahi aku dan anak-anakku. Aku memilih saat ini tetap berjuang sendiri. Aku tetap bertahan karena kedua buah hatiku.

Cerita di atas adalah sebuah cerita tidak nyata yang aku ketika aku merenungkan tentang relasi antara pria dan wanita. Jika mendengar berita maka tidaklah asing di telinga kita banyak berita-berita heboh dan mencengangkan karena relasi antara pria dan wanita. Bahkan anak mudapun sudah berani merencanakan pembunuhan dengan latar belakang cinta. MENGERIKAN.

Aku sebagai pria ingin mengevaluasi “ke-pria-an-ku” dalam hal relasi. Seorang pendeta ketika berbicara di ibadah Komisi Pasutri (Pasangan Suami Istri) menjelaskan bahwa kecenderungan pria adalah mudah jatuh cinta dan kecenderungan wanita adalah senang diperhatikan. Kecenderungan-kecenderungan ini menjadi dasar dari banyak perselingkuhan. Ketika iseng bertanya ke beberapa teman berjenis kelamin perempuan tentang apa yang tidak disukai dari pria, aku tertarik pada jawaban mereka, yaitu tidak bertanggung jawab dan tidak jujur. Wow. Sebuah alarm langsung muncul dan membuatku mengevaluasi diriku sendiri. Apakah aku termasuk pria yang tidak bertanggung jawab dan tidak jujur?

BUKAN MASALAH USIA
Melihat perjalanan hidupku sampai pada saat ini, aku belajar hal lain yang sangat mempengaruhi sebuah relasi baik itu pria dan wanita, maupun relasi-relasi lainnya yang terbangun di sekitar kita. Hal tersebut adalah PENGENDALIAN DIRI (SELF CONTROL). Rusaknya suatu hubungan menurutku karena tidak adanya pengendalian diri yang baik dan benar oleh pria. Sekali lagi aku menyampaikan ini dari sisi aku sebagai pria walau mungkin ada faktor lain dari sisi wanita yang mempengaruhi rusaknya suatu hubungan. Mantan suaminya Tina tidak bisa mengendalikan diri sehingga jatuh cinta pada wanita lain dan tidak bisa lepas darinya sehingga meninggalkan Tina. Mungkin segera kita masing-masing ingat cerita sedih tentang relasi di sekitar kita yang kita sadari itu karena tidak adanya pengendalian diri. Mungkin juga kita sendiri yang mengalaminya. Pengendalian diri ini bukan masalah usia. Cerita kakek yang memperkosa anaknya tentu sudah sering kita dengar. Belum lagi yang sudah berpuluh tahun menikah akhirnya cerai. Contoh yang selalu kuingat adalah pembawa acara “Berpacu Dalam Melodi”, Koeshendratmo. Ini memang sangat ekstrim. Tetapi intinya usia tidak menjamin adanya pengendalian diri yang baik. Aku melihat pengendalian diri sangat bergantung pada kemampuan untuk menundukkan diri alias merendahkan diri pada kesadaran akan konsekuensi dari sebuah keputusan. Konsekuensi jangka panjang lebih tepatnya walau konsekuensi jangka pendek juga tetap harus diperhatikan. Tetapi di atas semua itu, pengendalian diri yang disadari akan kehadiran Tuhan di mana pun seorang pria berada serta rasa hormat dan menghargai-Nya sebagai Tuhan pemilik hidupnya-lah yang membawa pria tidak melakukan hal-hal yang tidak benar. Itulah pengendalian diri sejati

ENERGI BESAR & GAIRAH TINGGI

Tidak mudah. Benar. Pengendalian diri sejati selalu berbanding lurus dengan pengenalan akan Allah yang baik..pengenalan akan Allah yang baik selalu hadir jika seperti yang dikatakan GI Aksi Bali, adanya ENERGI BESAR dalam BERDOA serta GAIRAH YANG TINGGI untuk merenungkan FIRMAN TUHAN. Tanpa hal tersebut, maka pengendalian diri yang lemah yang terjadi di dalam diri seorang pria. Wahai para pria! Mari sungguh-sungguh berjuang dalam hal PENGENDALIAN DIRI sehingga masa depan yang Tuhan rencanakan bagi kita masing-masing akhirnya tercipta termasuk dalam sebuah relasi dengan lawan jenis yang memuliakan nama-Nya

(Aku tulis buku SEUMUR HIDUP AKU SEKOLAH: kumpulan sharing pengalaman-pengalaman hidupku serta refleksi firman Tuhan. Jika berminat memesannya, silahkan hubungi aku via message di fb atau email godlifjoy@gmail.com jika tidak mempunya no hp atau pin BBM.)

Comments