GATOT KACAku



Aku tidak mau melewatkan semangatku untuk menulis pada bulan ini (Oktober 2013) dengan melewatkan seorang pribadi yang luar biasa. Luar biasa itu selalu mengandung pengertian berbeda-beda karena bergantung pada konteks ketika mengucapkannya. Luar biasa itu tidak selalu berarti sempurna. Luar biasa itu adalah satu ekspresi perasaan yang lebih sering digunakan secara positif karena satu kejadian, satu orang atau satu pengalaman.

Bagiku papaku adalah pribadi yang luar biasa. Papaku punya segala syarat untuk menjadi pemimpin yang dipakai Allah karena karakter yang luar biasa menjadi teladan bagiku. Apa sajakah itu?

KETEGASAN DIBUNGKUS KEBENARAN
Dialah pribadi yang memiliki ketegasan dan dibungkus dengan kebenaran yang dasarnya adalah firman Tuhan. Dia tidak takut menghadapi banyak rintangan yang harus dia hadapi karena ketegasan dan komitmennya pada kebenaran. Aku sudah mengalami bersamanya bagaimana perjuangannya selama menjadi Gembala Jemaat di GPIN Pusat di Tanjung Enim ketika awal mula gereja, ketika dia menjadi Rektor sekolah teologia di Tanjung Enim hingga dia saat ini menjadi gembala GKY VTI. Ada banyak keputusan yang dia ambil mungkin bagi yang tidak mengerti maksudnya akan merasa dia keras kepala. Namun keputusan yang dia ambil selalu keputusan obyektif yang memegang teguh kebenaran Alkitabiah, bukan atas desakan orang banyak. Dia tidak takut untuk tidak disenangi. Dia tidak gentar ketika difitnah bahkan untuk dipindahtugaskan karena tetap memegang kebenaran yang tidak disetujui otoritas atau orang-orang yang mengaku Kristen namun jarang sekali membaca Alkitab.  Jika ada hal yang perlu diselesaikan, dia dengan terbuka mau menyelesaikannya dengan bertemu bertatap muka tanpa media perantara.

Subyektif? Aku rasa tidak. Karena aku bisa menjamin banyak pribadi yang mengagumi papaku selain diriku. Sombong? Tidak. Aku hanya mau mewujudkan apresiasiku kepada papaku lewat tulisan ini. Aku tahu bahwa diapun punya kelemahan. Tetapi sama seperti aku diajarkan oleh dia untuk melihat dari sisi kelebihan seseorang dan mendukung kelemhannya agar jadi lebih baik, demikian aku juga melihat dia. Karena akupun punya kelemahan sama seperti dia

SEMANGAT BELAJAR + IMAN
Papaku orang yang sangat menyukai belajar. Dan semangat itu jugalah yang dia selalu tularkan kepadaku kami semua anak-anaknya. Sebagai informasi yang mungkin banyak teman-teman tidak tahu, di Rumah kami tidak memiliki mesin Playstation atau lebih jadul Nintendo. Papaku lebih suka kami belajar dan membaca buku atau berolahraga daripada main game. Papaku sangat berjuang untuk mendukung pendidikan kami dalam segala keterbatasannya dalam hal keuangan. Puji Tuhan semua kami bisa mendapatkan pendidikan yang tidak sembarangan di sekolah sejak SD hingga universitas. Puji Tuhan adik-adikku sudah bisa sekolah S-2. Richard sudah lulus dan sekarang menjadi dosen UPH dan ketika aku menulis tulisan ini, Rilia sedang menyelesaikan tesis Psikologinya di UGM (baru saja Maret 2014 lulus sidang tesis). Aku yang tahu gaji papaku ketika masih di Tanjung Enim sangat heran bagaimana Tuhan mencukupi semua kebutuhan sekolah kami. Dan aku percaya itu semua diawali dari kesungguhan hati papa mamaku mendukung kami dan IMAN mereka pada Tuhan.

PERPUSTAKAAN PRIBADI DAN ANAK ASUH
Semangat belajar itu juga membuat dia memiliki kamar yang dikhususkan sebagai perpustakaannya yang penuh dengan buku-buku miliknya. Dia suka membaca Koran. Dia suka membaca majalah. Dia tidak pernah berhenti belajar. Lewat belajar dia bukan mencari keuntungan sendiri namun dia bagikan kepada orang lain sesuai kapasitasnya sehingga orang lain bisa memiliki kesempatan menjadi lebih baik.
Satu bentuk lain dorongan kepada orang lain untuk semangat belajar adalah papaku dari sejak kami kecil menerima anak asuh untuk tinggal bersama kami dan mendukung mereka dalam hal biaya sekolah hingga mereka lulus SMA. Banyak dari kakak-kakak asuhku terpanggil menjadi hamba Tuhan walau ada juga yang kembali ke kampung halamannya. Namun bagiku, semangat mendukung orang lain itu sangat terinspirasi karena teladan dari papa mamaku.

Sebuah kebanggaan bagiku memiliki ayah yang menunjukkan karakter kasih Allah dan juga keadilan-Nya lewat kehidupannya dan responnya terhadap banyak hal yang harus dihadapi. Terima kasih pap untuk teladanmu. Engkau ayah yang memberiku inspirasi. Engkau membuatku tidak pernah berhenti melayani orang lain sesuai kapasitasku. Engkau GATOTKACAku. Ksatria Iman bagiku. Selamat ulang tahun ke-64 pap. (ditulis Oktober 2013. Final edit:15 Maret 2014)@godlifjoy

--aku tulis buku SEUMUR HIDUP SEKOLAH: kumpulan sharing pengalaman hidup dan refleksiku. Berminat? Silahkan kirim pesan via fb atau email: godlifjoy@gmail.com

Comments