MASIH DISURUH HIDUP

Satu kali aku menyadari beragam kesalahanku

Daftarnya rupanya terlalu panjang

Membohongi orang tuaku mengenai uang yang kucuri

Iri terhadap teman yang punya gadget terbaru

Iri terhadap teman yg punya cewek cantik

Iri tehadap teman yang lebih pintar ngomong,bermain bola,bermain musik.

Iri terhadap teman yang lebih banyak baca.

Iri terhadap teman yang lebih muda namun lebih berprestasi.

Memikirkan memiliki wanita lain ketika telah dicintai seorang wanita cantik

Belum lagi bicara tentang pikiran kotor yang dengan mudah datang,dengan cepat tersimpan,dan pergi dengan

lambatnya

Datang melayani karena ingin eksis dan dikagumi dan dihargai

Datang ke gereja karena malas ditanya-tanya sama papa yang seorang pendeta

Lebih antusias baca koran daripada baca Alkitab

Selalu ada alasan untuk tidak saat teduh

Bergembira ketika teman yang dianggap lebih baik mengalami kemalangan

Sangat cepat melihat dosa orang lain dan sangat lamban melihat kebusukan diri sendiri.

Ah...daftarnya terlalu panjang...sejauh ini...dan kusadar ini akan terus panjang..selama aku hidup..GAWATTT!

Tak kulihat cara lain untuk menghentikan daftar ini kecuali aku mati..

tapi bunuh diri sama saja dengan memperpanjang daftar ini...

Jadi bagaimana?

Rupanya kesadaran ini adalah anugerah.

Langkah pertama untuk semakin mengenal DIA yang karena semu perbuatanku ini,menjadi terluka.

Aku masih hidup bukan untuk menghentikan kesalahan-kesalahan itu..

Bahkan ketika membacakan kesaksian ini aku tergoda untuk dikagumi secara berlebih akan keunikanku

Memang daftarnya memang akan terus panjang selama aku masih hidup..

Tapi yg diinginkanNya adalah pengenalan akan natur berdosaku,dan keharusanku untuk terus bergantung

padaNya.

Aku masih disuruh hidup karena masih disuruh mengenal diriku lebih lagi,tetapi yang terutama adalah mengenal Sang Pencipta.

Aku masih disuruh hidup mungkin untuk membantu teman-temanku berkata hal yang sama..

Aku masih disuruh hidup sama seperti kata Paulus "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah

keuntungan."

Itulah mengapa aku masih disuruh hidup. Demi mengenal diriku dan demi terutama demi mengenal Kristus (Richard A. PoEh)

Comments