JANGAN ANAK TIRIKAN DOA


Mungkin gaungnya tidak terlalu terasa lagi. Sudah ada juga seorang teman dari GKY Puri Indah yang menceritakan terlebih dahulu tentang STILL. Sekedar membagi cerita dari sudut pandangku

Ketika aku tahu acara ini akan diadakan, sebenarnya aku tidak terlalu antusias. Aku tinggal di Tangerang. Hari pertama acara aku masih kerja sampai jam empat sore di daerah BSD. Biasa aku naik motor. Jarak yang jauh dengan Mangga Besar salah satu faktor. Tetapi yang paling membuatku malas adalah aku merasa teman-teman pemuda gerejaku tidak mungkin mau ikut. Kendala utama mereka adalah jarak dan pekerjaan. Ternyata aku salah. Teman-teman antusias datang ketika diajak Lse Richan. Bahkan ada temen-temen remaja juga ikut. Aku SEMANGAT. Well sudah lama aku rindu teman-teman pemuda di gerejaku bisa "keluar kotak" lewat partisipasi acara-acara rohani berkualitas di luar GKY VTI. Selama ini sangat sulit karena faktor yang kuceritakan sebelumnya.

Mengingat aku kerja sampai jam empat, maka aku janjian bertemu di Karawaci dengan rombongan temen-temenku yang naik mobil dari VTI. Aku titip motor sampai esok hari di Karawaci lalu naik mobil rombongan GKY VTI.

WHY? Because of SAPU LIDI

Aku suka berdoa. Setiap hari aku berdoa syafaat. Bangun pagi jam 04.20 untuk sate dan doa syaafaat sebelum berangkat kerja jam 05.50. Aku menikmati kedekatan relasi dengan Tuhan dan menjadi dekat dengan setiap pribadi yang aku doakan.

Yang aku heran dan penasaran...kenapa SAAT Ministry Center capek-capek mengadakan acara doa semalam suntuk ini dan mengundang banyak anak muda gereja-gereja Injili? Why? Apakah tidak cukup berdoa hanya di satu gereja? Atau berdoa di rumah sendirian?

Sangat sederhana bagiku jawabannya. Sapu lidi bisa membersihkan banyak sampah yang berserakan. Satu buah lidi sangat sulit menggerakkan satu sampah sekalipun. Dalam peperangan rohani melawan kuasa kegelapan dunia saat ini, mustahil jika mental jagoan seorang diri bertarung. Butuh SUPERTEAM bukan SUPERMAN. Aku percaya Allah tidak memilih hanya satu gereja saja sebagai perpanjangan tangan-Nya untuk membawa anak muda mengenal dan bertumbuh dalam relasi dengan-Nya. Jangan sombong saudara! Bersatu dan bekerjasamalah membangun satu kekuatan yang berdampak besar.

MERINDING
Tiba di Mangga Besar dan masuk ke ruangan tempat acara diadakan, berkenalan dengan teman-teman anak muda dari gereja lain membuatku sangat merinding. Aku melihat satu potensi besar ketika kumpulan anak muda ini secara konsisten menjaga kesatuan untuk turut serta dipakai Allah untuk membawa nilai-nilai Kristiani tertanam di banyak anak muda di gereja, di sekolah atau kampus, di tempat kerja atau di lingkungan tempat tinggal. Ada kebangunan rohani terjadi ketika sapu lidi tercipta konsisten. Membayangkan hal itu membuatku menangis dan berdoa dalam hati ketika kami mulai memuji Tuhan. Lebih merinding lagi ketika masing-masing kelompok yang dibentuk dari berbagai gereja diberi tugas untuk mengeluarkan bunyi tertentu yang berbeda-beda. Ketika bunyi tersebut dimainkan serentak, ada satu irama yang indah. Wow.

TEKNIS HATI
Ketika sesi puji-pujian, selalu worship leader bisa membawa aku paling tidak untuk benar-benar memuji dan menyembah Tuhan. Sangat menikmati dan bisa merenungkan sungguh-sungguh setiap kata-kata dari lagu yang dinyanyikan

Aku percaya acara ini menjadi berkat karena ada PERSIAPAN YANG MATANG. Persiapan itu meliputi dua hal. Secara teknis pasti semua peralatan, rundown, kesehatan, konsumsi, dan lainnya. Namun ada satu hal yang lebih penting yaitu persiapan hati. Bagaimana kedekatan dengan Tuhan sangat mempengaruhi aura yang dipancarkan seorang worship leader. Kuasa Roh Kudus bekerja luar biasa lewat pribadi yang menghormati Tuhan dan dekat pada-Nya. Jadi secara teknis harus profesional, namun kekudusan hati juga dijaga.

Bagiku sebagai peserta juga harus mempersiapkan dua hal tersebut. Siap secara teknis dan hati. Panitia yang luar biasa memberikan info barang-barang apa saja yang boleh dibawa. Masalahnya aku pulang kerja langsung ke lokasi tanpa pulang terlebih dahulu. Istriku yang luar biasa sudah mempersiapkan semua yang kubutuhkan dan menitipkannya kepada salah satu pemuda yang berangkat dari VTI. Salah satu barang yang bagiku WAJIB dibawa selain Alkitab adalah buku catatan dan alat tulis. Mayoritas anak muda ketika ke gereja hanya membawa Alkitab. Walaupun memori otak kuat untuk mengingat, aku percaya mencatat adalah cara yang ampuh untuk tidak lupa serta bisa cepat mengingat kembali. Dari sisi hati aku pun sebenarnya sempat bergumul. Aku merasa KECEWA kepada seorang teman. Kutuangkan pergumulan itu dalam tulisan di blogku. (KECEWA!!! www.godlif.blogspot.com). Aku bersyukur bisa dipulihkan ketika memulai STILL.

DOA + FIRMAN
Dengan tepat panitia memfokuskan acara ini pada dua pilar utama.pengikut Kristus, yaitu Doa dan Firman. Setelah memuji Tuhan, sesi sharing firman Tuhan selalu mendahului doa. Setiap firman Tuhan yang disampaikan sangat memberkatiku. Pesan yang paling aku ingat adalah pesan di khotbah pertama. Ibu Rahmiati mengajak aku berpikir tentang TEMBOK. Tembok yang dibangun dan diruntuhkan manusia hanya akan mendekatkan manusia dengan manusia tetapi menjauhkan manusia dengan Allah bahkan bisa juga menjauhkan manusia dengan manusia. Ada tembok yang dibangun dan diruntuhkan Allah. Tembok yang dibangun atau diruntuhkan Allah mendekatkan manusia dengan Allah serta manusia dengan manusia walau tetap bisa menjauhkan manusia dengan manusia ketika tidak ada persamaan prinsip. Apakah masih ada tembok yang aku bangun sendiri? Tembok KESOMBONGAN? Tembok KEKHAWATIRAN. Apakah ada tembok yang Tuhan harus bangun dalam diriku? Tembok DOA? Tembok KEKUDUSAN?
 
KETIKA YANG LAIN BISA BERPESTA SEMALAM SUNTUK, MARI KITA BERDOA SEMALAM SUNTUK
Kalimat ini menghujamku dengan sangat. Berani berbeda karena tahu kebenaran serta berani mengambil langkah ekstrim demi kebenaran. Aku seperti ditantang untuk tidak menjadi biasa-biasa saja sebagai orang Kristen. Jadilah orang Kristen yang BERPENGARUH POSITIF GODLIF!!! Apakah ketika dalam lingkungan pekerjaan, lingkungan sekitarku aku berpengaruh positif sesuai kebenaran firman Tuhan atau aku sama saja dengan yang lain yang kompromi dengan dosa bahkan menikmatinya?

BERDIRI!!!
Sesi terakhir kami mendengar khotbah sambil BERDIRI! Wow...bagiku secara pribadi walaupun rasa lelah dan ngantuk mencapai puncaknya di jam 5 pagi, aku merasa diberkati dengan strategi yang diatur panitia agar khotbah terakhir tetap bisa didengar oleh peserta tanpa bisa tidur. Kami tidak bisa duduk karena khotbah diadakan di halaman depan gereja bukan di dalam ruangan. Pesannya juga sederhana. SEKARANG. Ketika kita berdoa, maka dampaknya bukan saja hanya NANTI tetapi SEKARANG.

SERIUS TETAPI RINGAN
Sebuah rasa kagum dan hormat serta berterima kasih banyak untuk panitia yang punya ide untuk mengadakan acara ini. Terima kasih juga karena panitia berjuang maksimal untuk mempersiapkan acara ini. LUAR BIASA. Koordinasi antar panitia serta dengan gereja-gereja adalah satu hal yang sangat membuatku merinding. Ada hati yang luar biasa untuk anak muda sehingga dengan tentunya banyak pengorbanan mengadakan acara ini. Terharu dan memberikan semangat baru.

Setiap sesi yang dibuat sesi yang sangat menyegarkan sehingga rasa kantuk karena tidak tidur sepanjang malam tidak cukup besar untuk membuat aku tidak menikmati setiap sesi. Serius tetapi ringan dan tidak monoton. Mungkin tidak sempurna karena inilah pertama kali acara ini diadakan. Panitia pasti sudah mengevaluasi untuk menjadi masukan acara selanjutnya.

WHAT NEXT?
Yang menjadi PR bagiku pribadi adalah ACTION PLAN apa yang bisa aku lakukan sesuai kapasitasku agar energi dari acara ini tidak hilang namun memberi dampak besar. Aku mulai dari diriku sendiri lalu gerejaku. Karena di komisi pemuda gerejaku sudah ada Buletin Doa, aku rindu konsisten mendoakan tiap hari setiap pokok-pokok doa teman-teman. Semangatku mendoakan mereka seperti berkurang akhir-akhir ini. Rutin ikut Persekutuan Doa di gerejaku juga aku ingin terus lakukan walau mungkin cukup lelah di pekerjaan. Lalu di komisi pemuda, kelompok-kelompok SAAT TEDUH yang telah dibentuk aku ajak untuk bisa “bertemu di udara” tiap minggu. Maksudnya adalah berdoa bersama di jam yang sama walau di tempat yang berbeda. Masing-masing sharing pokok doa dan saling mendoakan. Aku ingin bangun tembok DOA lebih tebal dan tinggi di gerejaku. Aku berharap juga di daerah Tangerang acara seperti ini diadakan sehingga ada kebangunan rohani di anak muda Tangerang.

Jangan anak tirikan DOA. Jangan berdoa ketika segala cara sudah terlebih dahulu dilakukan dan menyerah. Jangan berdoa karena terpaksa. Jangan berdoa tanpa iman.

Comments