SI KACA SPION

Hari Jumat lalu aku pergi berangkat kerja seperti biasa menggunakan motor melewati jalan yang biasa aku lewati setiap hari Senin hingga hari Jumat. Ketika aku melewati jalan di daerah Cikokol, aku melakukan hal bodoh yang hampir membuat aku celaka.

Aku mengendarai motor lengkap dengan helm, jaket, pelindung dada hingga penutup hidung untuk mengurangi debu masuk ke hidungku. Aku juga tetap mempertahankan kedua kaca spion motorku yang cukup besar itu.
Namun, kaca spion itulah yang membuat aku hampir celaka.  Ketika ada mobil di depanku, aku mau melewatinya dari arah kanan. Seperti biasa aku melihat kaca spion untuk melihat apakah ada kendaraan di belakangku di jalur sebelah kanan. Ternyata ada. Mobil juga. Dan mobil tersebut cukup dekat denganku sehingga aku agak ragu untuk berpindah ke jalur kanan. Aku terus melihat mobil di belakangku lewat kaca spion dalam waktu yang cukup lama sehingga ketika aku melihat ke depan, aku hampir menabrak sebuah taksi yang sedang macet di tengah jalan. Ada segitiga pengaman di sekitar mobil tersebut dank arena terlalu dekat aku menabrak salah satunya. Bersyukur hanya segitiga pengaman saja yang kutabrak bukan taksi tersebut. Jika menabraknya banyak resiko yang mungkin aku harus rasakan. Bukan saja aku jatuh, motorku juga bisa jadi rusak dan lebih parah aku ditabrak oleh kendaraan lain yang melaju kencang.

GEMILANG dan KELAM
Pengalaman tersebut membuatku berpikir tentang masa laluku yang berisi pengalaman-pengalaman GEMILANG maupun KELAM. Masa lalu adalah masa yang sudah terjadi di waktu yang lampau yang tidak lagi bisa diulang. Masa lalu menjadi masa yang bisa menjadi sukacita ketika hal-hal yang menyenangkan tetap dikenang serta hal-hal yang menyakitkan ketika banyak kejadian atau orang yang aku sesali aku alami atau temui.
Tapi aku tidak hidup masa lalu. Aku hidup di masa kini menuju masa depan. Arah pandanganku seharusnya fokus dengan apa yang bisa aku lakukan saat ini dengan memikirkan masa depan yang aku tuju.
Sama seperti ketika mengendarai motor, aku sudah MENGETAHUI TUJUANku yaitu ke tempatku bekerja dan aku berjalan di jalan yang aku tahu ARAHnya menuju tempat kerjaku, bukan mengendarai kendaraanku di jalan yang arahnya tidak memungkinkan aku sampai ke tempat kerja sebelum jam 7.

Masa lalu bisa dilihat sesekali untuk sebagai pelajaran dan menjaga hati untuk tetap rendah hati, namun ketika terlalu fokus pada masa lalu, maka hidup akan menjadi penuh keluhan atau pesimis tanpa harapan. Masa lalu kelam membuat mengasihani diri sendiri dan menyerah. Masa lalu yang gemilang membuat banyak kita hanya banyak “omdo” tanpa melakukan tindakan nyata sesuai lingkungan kita saat ini.

Aku bekerja, aku belajar, aku melayani, aku sebagai anggota keluarga, aku sebagai sseorang suami dan calon bapak, akan menjadi seperti apakah aku saat ini tidak bergantung pada masa laluku tetapi bagaimana aku saat ini melangkah pada arah yang tepat sesuai tujuan yang sudah aku ketahui sebelumnya sesuai rencana-Nya bagi hidupku

Comments