KECEWA!!!

Aku sangat bergumul dengan seorang teman yang sepertinya aku tidak ingin temui. Aku rasa ketika bertemu dengannya, menjaga hati untuk tetap mengasihi dia sangat sulit. Selalu setiap aku ingin bertemu dengan dia atau berada dalam satu acara dengan dia, aku berdoa kepada Tuhan mohon Tuhan berikan aku kasih-Nya sehingga bisa dengan damai sejahtera berinteraksi dengan dia. Sudah cukup lama aku bergumul dalam hal ini. aku bertanya kepada Tuhan kenapa aku sulit sekali untuk mengasihi Dia. Kenapa sepertinya kurang nyaman ketika bertemu dengan dia. Kemarinpun ketika aku ikut doa semalam suntuk aku juga sampaikan hal tersebut kepada Tuhan lewat doa lagi. Aku menyadari satu hal penting yang bagiku adalah pelajaran yang sangat berharga.

Aku sebagai seorang teman sudah berulang kali memberikan masukan, nasehat, kritik, serta ajakan kepada temanku ini dengan tujuan agar dia bisa melakukan tanggung jawabnya secara maksimal dan juga dia semakin dewasa. Namun, yang kulihat dan kudengar adalah banyak sekali sikapnya yang menunjukkan tidak ada perubahan yang positif dalam dirinya.

Aku tahu diri bahwa aku memiliki banyak kelemahan dan dosa yang mungkin bisa jadi lebih banyak darinya. Ijinkan aku untuk menyelesaikan tulisanku dan silahkan memberikan komentar setelah itu :). Aku mendoakannya serta teman-teman yang lain karena aku mengasihi mereka dan sekali lagi bukan karena aku merasa lebih hebat atau lebih baik dari mereka. Aku sesuai kapasitasku berjuang dengan berbagai cara agar dia mengalami perubahan. Namun sampai saat ini sepertinya hal tersebut belum kelihatan.

Sampai aku datang ke acara doa, aku mohon kepada Tuhan agar memberikan kepadaku apa yang harus aku lakukan agar aku bisa damai sejahtera untuk mengikuti acara doa ataupun untuk waktu-waktu selanjutnya.

MELIHAT DARI SISI YANG BERBEDA
Tuhan memberikanku satu kata kunci. KECEWA. Aku akhirnya sadari bahwa kata yang tepat mewakili perasaanku selama ini adalah KECEWA. Aku kecewa pada temanku yang satu ini. Benar sekali. Kata tersebut sangat tepat mengungkapkan isi hatiku sebenarnya.

Namun pelajaran berharga yang Tuhan berikan adalah bagaimana sebenarnya Tuhan juga bisa sangat sering mengatakan itu kepadaku. “Aku Kecewa padamu Godlif!”….”Aku SANGAT SANGAT KECEWA!”…. Entah berapa kali Dia mengatakan itu kepadaku ketika aku jatuh dalam dosa. Jatuh dan jatuh dan jatuh lagi.

Bagaimana dalam pekerjaan, dalam pelayanan dan keluarga selama ini? sudah berapa kali aku mengecewakan orang di sekitarku, di lingkunganku karena sikapku, karena perbuatanku, atau karena perkataanku? Aku sadar aku banyak mengecewakan mereka. Tidak sesuai harapan mereka.

Sudah seharusnya aku melihat bagaimana Allah memandangku yang sering mengecewakan-Nya berulang kali. KASIH. Bukan berarti menghilangkan KEADILAN yang mungkin memberikan KONSEKUENSI dari kesalahan namun memandang orang lain termasuk temanku tersebut dengan satu kesadaran bahwa aku tetap mengasihi dia apalagi Tuhan. Aku mengasihimu teman.


Comments