INI NATAL SAYA!

Ketika saya menulis artikel ini,umur saya 31 tahun. Saya lahir dari keluarga Kristen. Saya sudah merasakan suasana natal di lingkungan keluargaku sejak kecil. Karena aku tinggal di lingkungan gereja dan sekolah teologia, maka suasana natal itu sangat terasa.Yang pasti ada pohon natal. Berbagai lomba juga sering diadakan menyambut natal. Selain itu, ada baju baru atau hadiah lainnya yang aku dapatkan ketika bulan Desember datang. Dari sejak kecil di Tanjung Enim hingga sekarangdi Tangerang, secara umum semua merayakan dengan atribut yang tidak jauh berbeda, hanya kemasannya yang sedikit bervariasi disesuaikan dengan budaya daerah maupun gaya yang sedang tren pada waktu masing-masing.

SELEBRASI
Akusadari bahwa natal selalu identik dengan sebuah selebrasi. Natal adalah sebuah hari besar umat Kristiani yang paling luas dirasakan suasananya bahkan oleh orang-orang non-Kristiani dibandingkan dengan hari besar lainnya seperti Jumat Agung, Paskah, Pentakosta atau hari reformasi. Selebrasi selalu mau tidak mau melibatkan banyak orang. Keramaian, kehebohan adalah ciri khas dari natal.Bahkan banyak pusat-pusat perbelanjaan saat ini sudah mulai menyebarkan suasana natal dengan ciri khas masing-masing untuk menarik konsumen datang. Begitu juga nantinya stasiun televisi atau radio.

Namun,ada satu hal yang menggangguku pada natal kali ini. Bagi umat Kristiani, seharusnya sudah tahu bahwa Natal adalah perayaan kelahiran Tuhan Yesus. Siapa Tuhan Yesus? Nah, dari sini saja sudah mulai mengusikku. Siapa Tuhan Yesus bagi orang-orang yang merayakannya? Siapa Dia sehingga setiap tahun dirayakan oleh banyakorang sampai suasana kelahirannya menjadi sebuah budaya atau musim yang dinikmati bukan hanya oleh umat Kristiani?

Akutidak tahu arti Tuhan Yesus bagi orang lain, tetapi bagiku, yang menggangguku adalah jangan sampai aku sendiri larut dalam segala keramaian kehebohan perayaan natal sehingga tidak ada waktu pribadiku untuk sungguh-sungguh bersekutu secara pribadi yang berkualitas dengan Tuhan yang aku rayakan kelahirannya. Sebuah persekutuan yang sangat dekat di mana aku bisa punya waktu pribadi memainkan gitarku untuk menyanyikan pujian bagi-Nya, merenungkan kebaikannya bagi hidupku terutama kasih-Nya yang sangat luar biasa sehingga Dia mau datang ke dunia,lahir dan mati lalu bangkit memberikan aku hidup yang kekal di surga kelak ketika aku mati serta memulihkan relasiku dengan-Nya.

Ini NATAL Saya! Dia lahir bagisaya untuk memulihkan hubungan pribadi saya dengan-Nya. Saya seharusnya menyediakan waktu khusus yang spesial bagi Dia.

Comments