SRIKANDI OKTOBER



Dia telah kehilangan sang ayah sejak masa kecil. Dia hanya anak seorang guru negeri di daerah yang tidak terlalu diperhatikan oleh pemerintah pusat. Dia hanya seorang adik yang telah kehilangan kakaknya ketika melahirkan anaknya.

Anda dilihat orang dari sisi mana? Anda melihat orang dari sisi mana? Anda melihat diri anda sendiri dari sisi mana? Orang lain melihat anda dari sisi mana? Pasti sudah tidak asing mendengar pernyataan manusia itu tidak sempurna, masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan yang bisa sama, bisa juga  berbeda. Sebagai manusia yang tidak sempurna aku tahu diri dengan melihat orang lain juga dengan kesadaran bahwa mereka tidak sempurna juga. Sehingga aku tidak membandingkan orang untuk merendahkan mereka

Bagiku secara pribadi memiliki seseorang yang mencintaiku apa adanya dan mau mendukungku semaksimal mungkin adalah sebuah anugerah yang terindah dari Tuhan.  Seseorang itu tidak harus dan tidak mungkin sempurna. Karena dia sama seperti aku, manusia bukan Tuhan.

Aku sudah mengenalnya sejak 2001 di Jogjakarta. Tepatnya di persekutuan JOY. Dia ikut di Choir Ministry. Bersama dengan sepupunya, Vonny, mereka aktif di Choir Ministry, Cell group hingga pelatihan sehingga kami sering bertemu. Sebelum meninggalkan Jogja, dia menjadi Koordinator Choir Ministry. Selain itu, dia tinggal di kontrakan dengan beberapa anak JOY lainnya dan aku sering bermain di kontrakan tersebut.

Mengenalnya adalah sebuah proses yang membuat aku bisa melihat kasih Karunia Allah bagi hidupku lewat dirinya. Aku mencintai dia bukan karena atau bukan jika sesuatu yang melekat pada dirinya. Namun, ada beberapa hal yang membuat aku tertarik padanya ketika mengenalnya. Yang pasti karena aku tahu dia aktif di persekutuan sehingga aku bisa mengambil kesimpulan awal dia mau membangun sebuah kedewasaan rohani  sama seperti aku. Selain itu, dia tinggal dengan teman-teman JOY yang juga aku kenal dekat terutama kak Ika sehingga bisa mengenal dia dalam keseharian, bukan hanya ketika di acara-acara JOY saja.

Perjalanan hubungan kami adalah sebuah perjalanan dalam proses yang panjang. Aku melihatnya sebagai sebuah pengalaman pribadi yang pastinya berbeda dengan pengalaman orang lain. Aku tidak mengatakan perjalanan hubungan kami sebagai perjalanan yang ideal, namun intinya aku melihat satu benang merah yang bisa menjadi referensi dasar dalam menjalin suatu hubungan, yaitu KOMUNIKASI, KOMITMEN dan KEJUJURAN YANG DIBUNGKUS KASIH DAN HARUS MELIBATKAN ALLAH.

Papaku orang Rote, NTT dan mamaku orang Nias, Sumatera Utara. Aku lahir dan besar di komplek sekolah teologia yang mahasiswanya berasal dari Sabang sampai Mearuke. Aku sudah terbiasa dengan keanekaragaman budaya sejak kecil. Latar belakang tersebut membantu aku lebih mudah masuk ke teman-teman baru di Jogja yang berasal dari berbagai daerah.

LATAR BELAKANG TIDAK CUKUP
Namun, latar belakang tersebut tidaklah cukup. Ketika membangun relasi dengan dia, latar belakang tersebut tidak memudahkan relasi di antara kami. Kami berjuang dari awal hingga saat ini semakin memahami satu sama lain. Ada banyak salah paham, kekecewaan, kesedihan, kemarahan dalam relasi kami.

Dia adalah pribadi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun. Dia pribadi yang sangat tangguh. Pribadi yang telah melewati banyak masa-masa sulit, masa-masa penuh tangis namun dia tetap SETIA dan BERTAHAN. Setia itu bukan berarti semua dengan mudah ditangani. Namun, dalam kesetiaannya, dia pun belajar dan pelajaran yang dia bagikan menjadi kekuatan bagiku. Dia pribadi yang tidak melihat harta sebagai satu tujuan, tidak melihat harta sebagai satu syarat yang harus aku penuhi agar bisa melanjutkan hubungan dengannya. Dia tahu kondisiku. Dia yang paling tahu baik buruknya aku.

Dia menerimaku bukan karena dari sisi fisik. Jika mengingat ketika aku masih di Jogja, tubuhku memang tinggi namun sangat kurus. Jika membandingkan fotoku di jaman Jogja serta foto sekarang, sangat berbeda jauh. Aku seperti orang yang sangat tua. Namun dia menerimaku. Dia mau mendukungku. Yang paling penting dia MENCINTAIKU SEPENUHNYA.

TAHUN 2012 AKHIRNYA RELASI KAMI BERHENTI PADA TAHAP BERPACARAN
Tahun 2012 akhirnya relasi kami berhenti pada tahap berpacaran setelah kami menjalinnya sejak 2004. Dan relasi pada tahap tersebut berhenti di bulan Oktober. Melihat ke belakang, melihat pengalaman pribadinya bersama keluarganya, bersama diriku, aku bisa mengatakan dia adalah seorang SRIKANDI. Dalam pewayangan Jawa Srikandi menjadi suri teladan prajurit wanita. Ia bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya (sumber: Wikipedia). Dia adalah SRIKANDI OKTOBERku. Dia adalah pribadi yang luar biasa menjadi teladan bagiku.

Tahun 2012 hubungan kami bukan lagi pada tahap berpacaran namun sebagai pasangan suami istri. Tepat satu hari sebelum dia berulang tahun ke 30 (27 Oktober 2012), kami menikah. Sebuah kepercayaan baru dari Allah diberikan kepadaku untuk menjadi partner yang setia bagi Srikandi Oktober yang menjadi istriku. Namanya Olice Nanga dan biasa dipanggil Oce.  Selamat ulang tahun isteriku tercinta. Selamanya kasih dan cintaku hanya untukmu. Terima kasih sudah menjadi Srikandiku. I LOVE U

Comments