SAHABAT MANUSIA dan SAHABAT ALLAH



WOW!...Baru kusadari ternyata ada beda kriteria persahabatan Allah dengan persahabatan sesama manusia. Perbedaan kriteria ini sangat signifikan

Menurut mereka....

Ada beberapa kriteria atau pengertian sahabat menurut beberapa teman seperti di bawah ini:

  • The one you can give your heart to without the fear of it being broken is God (Mey) 
  • Kriteria persahabatan dengan Allah, harus memiliki iman percaya dengan Dia sepenuhnya dan dibuktikan melalui perbuatan kita, yakni dengan mengikuti perintah-Nya. 
  • Sedangkan salah satu kriteria persahabatan dengan sesama adalah gaul menurut orang tersebut (Yualfin) 
  • Persahabatan dengan Allah membawa kebenaran, bersahabat dengan manusia masin bisa "doing something wrong" (Debby) 
  • Persahabatan dengan Allah itu karena iman percaya Abraham.JIka manusia, tidak pakai iman (Eclat) 
  • menjadi sahabat Allah, kita dapat percaya penuh pada Dia, kita tidak perlu malu untuk memberitahu semua yang kita rasakan dan alami. Allah menjadi satu-satunya sahabat yang bisa menerima kita apa adanya bukan ada apanya dan satu-satunya pribadi yang mengenal secara mendalam diri kita. Kita tidak perlu bersikap pura-pura seperti kita bersahabat dengan Allah
  • Kita percaya 100% dengan pekerjaan Allah atas hidup kita, jadi kita mau menyerahkan bahkan yang berharga dalam diri kita karena kita yakin dan percaya.(Nanda)
·         Kalau bersahabat dengan Allah tidak akan putus walaupun banyak dosa. Allah akan selalu mengampuni. Kalau bersahabat dengan sesama bisa saja kesalahan kita dapat menghancurkan persahabatan dan menyakiti hati sesama (Jeni)

·         Sahabat Allah --"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu"
Sahabat manusia --"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" Yakobus 2:26 (Mas Silas)

Menurut pengertian umum...
Bagiku semua pendapat mereka sangat memberkati. Aku bisa mendapatkan pandangan yang lebih luas lewat setiap pendapat dari mereka. 

Secara umum, aku mencoba melihat pengertian persahabatan yang lazim disepakati dan diterima oleh banyak orang yaitu:

Persahabatan identik dengan frekuensi pertemuan yang lebih banyak dibandingkan dengan orang lain. Hal tersebut membuat mereka semakin mengenal satu sama lain, hobi, karakter, keluarga bahkan masalah-masalah pribadi yang tidak pernah diceritakan ke banyak orang biasanya mereka saling mengetahui.

Persahabatan bisa dimulai dari sebuah kesamaan situasi atau hobi. Misalnya ada persahabatan yang dibangun karena sama-sama sedang "galau" sehingga mereka saling curhat, jalan-jalan bareng melepaskan kegalauan mereka dan akhirnya rutin bertemu dan semakin akrab dan semakin mengerti satu sama lain. Ada yang hobinya sama sehingga sering bertemu untuk melakukan hobi tersebut dan akhirnya semakin dalam saling sharing dan menjadi sahabat. 

Menurut Yakobus 2: 21-26

Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."(ay. 23)
PERTEMUAN MENENTUKAN PENGENALAN

Ada persamaan antara persahabatan antar manusia dengan persahabatan antara manusia dengan Allah. Tak dekat maka tak kenal adalah salah satu persamaannya. Kedekatan antar pribadi berlaku bukan hanya persahabatan manusia dengan manusia namun manusia dengan Allah juga. Kedekatan selalu berbanding lurus dengan banyaknya waktu bersama di antara pribadi-pribadi tersebut. Dengan membuat komitmen bertemu dan selalu ditepati, maka semakin kenal kita dengan sahabat kita. PERTEMUAN MENENTUKAN PENGENALAN.

Lewat seringnya bertemu seharusnya semakin mengenal satu sama lain. Kita tidak bisa mengenal Allah tanpa menyediakan waktu untuk bertemu dengan Dia terutama lewat SAAT TEDUH dengan merenungkan firman-Nya. Lewat pengenalan yang semakin dalam pada akhirnya kita semakin memahami karakter Allah, apa yang menjadi pikiran-Nya, apa yang Dia tidak suka dan yang Dia sukai sama seperti ketika kita membangun persahabatan dengan sesama teman.

TAAT dan TIDAK MENOLAK
Namun, ada perbedaan yang sangat menegurku secara pribadi tentang persahabatan dengan Allah. Jika ingin disebut Allah sebagai sahabat-Nya, maka kita perlu meneladani apa yang dilakukan Abraham. Ketika Allah memerintahkan dia mempersembahkan anak tunggalnya di mezbah persembahan, dia TAAT dan TIDAK MENOLAK. Sahabat Allah selalu SETUJU dan TAAT pada apa yang Allah pikirkan dan perintahkan walaupun itu mungkin sangat bertolak belakang dengan keinginan atau prinsip hidup yang selama ini kita pegang. Tanpa ada ketaatan maka tidak akan ada persahabatan yang murni dengan Allah.

Allah memang menerima aku apa adanya namun bukan berarti aku berhenti berproses meninggalkan kebiasaan-kebiasaan atau karakter-karakter dalam diriku yang tidak disetujui oleh Allah. Ketika aku sudah mengetahui perintah Tuhan dan pada akhirnya aku tahu sangat berbeda dengan kebiasaan atau karakter atau prinsip yang aku pegang selama ini, maka yang aku pilih seharusnya adalah taat pada perintah Tuhan. Maka aku layak disebut sahabat Allah.

Aku rindu sekali aku bisa menjadi sahabat bagi sesama namun juga ingin Allah menyatakan bahwa aku adalah sahabat-Nya. Dan itu harus selalu membawa aku meninggalkan hal-hal yang Dia tidak kehendaki dan melakukan hal-hal yang Dia perintahkan. Tidak mudah dan menjadi perjuanganku setiap hari menjaga agar aku memiliki “status” sebagai sahabat Allah. Tanpa campur tangan pertolongan dari-Nya, aku tidak mungkin. Apakah aku sahabat Allah?


Comments