MEGA MENDUNG YANG TIDAK HUJAN


Bangun hari liburjam 03.00 pagi tidak akan aku lakukan kecuali ada siaran pertandingan sepakbola. Namun, tanggal 8 Agustus lalu aku bangun pada jam tersebut karena aku bersama beberapa teman panitia rencananya akan berangkat ke daerah Puncak,tepatnya di Everest Valley untuk mempersiapkan dan mengikuti Outing KaPe GKYVTI hingga keesokan harinya, tanggal 9 Agustus.

Anto menjemput teman-teman lain yang akan berangkat dini hari hingga yang terakhir aku di Grand Tomang. Jam 04.30 kami berangkat dari rumahku dan puji Tuhan sebelum jam 7 kami sudah sampai di lokasi. Kami bisa sarapan dan mempersiapkan hal-hal penting sebelum peserta datang.

Outing KaPe tahun ini jumlahnya 40 orang. Jumlah tersebut lebih banyak 2x lipat! dari outing KaPe dua tahun lalu. Sebuah ucapan syukur secara pribadi bagiku karena melihat ada sebuah pertumbuhan secara kuantitas dalam KaPe. Memang kuantitas tidak lahmenjadi tujuan utama, namun kualitas, namun bukan berarti kuantitas tidak bisa menjadi ucapan syukur karena kuantitas bagiku secara pribadi dipengaruhi oleh kualitas. Misalnya ketika booming Blackberry karena adanya layanan BBM yang tidak ada di handphone merk lain, maka kuantitas pembeli Blackberrypun meningkat. Ada sesuatu yang menarik di KaPe sehingga teman-teman bukan hanya bertahan namun bertambah. Sesuatu tersebut bagiku adalah “kualitas” KaPe yangmenjadi lebih baik dibandingkan dua tahun lalu.

Materi yang disampaikan adalah berkaitan dengan ANTUSIASME. Satu hal utama yang aku dapatkan dari semua sesi materi adalah dalam sebuah dua suku kata “MENIKMATI ALLAH” (to enjoy Him). Sebenarnya lebih tepatnya dua suku kata tersebut dijadikan kalimat bahwa aku menjadi antusias ketika aku sadar hidupku untuk memuliakan Allah dan menikmati Allah dalam segala hal selamanya. Kalimat ini adalah modifikasi dari kalimat yang sangat terkenal di KATEKISMUS WESTMINSTER. 

MENIKMATI ALLAH LEWAT MASALAH
Antusiasme itu muncul dan selalu konsisten hadir dalam diriku ketika aku sadar tujuan dari kehidupanku, menikmati Allah. Bukan masalah dibayar. Bukan masalah lelah. Bukan masalah ada hal pribadi yang mau kulakukan. Ketika aku tahu bahwa Tuhan rindu aku melakukan sesuatu, maka hal lain menjadi prioritas di bawah prioritas melakukan kehendak Tuhan. Dan bukan dilakukan karena terpaksa tetapi karena sadar itulah yang Tuhan inginka. Pusatnya adalah KEHENDAK TUHAN bukan KEHENDAK DIRI SENDIRI. MENIKMATI ALLAH LEWAT MASALAH YANG HARUS DIHADAPI dalam setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepadaku dalam keluarga, pekerjaan, studi atau pelayanan di gereja.

KERJASAMA!
Satu hal lain yang menjadi ucapan syukurku adalah GAMES! MANTAP. DUA JEMPOL bagi seksi acara yang sudah merencanakan permainan-permainan yang bukan sekedar heboh tetapi aku secara pribadi menyadari ada pesan penting yang ingin disampaikan lewat setiapgame di setiap pos. Ketika mempersiapkan strategi dalam setiap permainan,terlihat karakter-karakter masing-masing orang yang mungkin selama ini tidakterlalu nampak. Masalah atau tantangan mengeluarkan karakter kita sesungguhnya.KERJASAMA DALAM SEBUAH TIM. Ini pelajaran sangat penting. Kita berbeda namun menjadi satu karena Kristus. Perbedaan itu tidak hilang namun lewat hati yang mau terbuka untuk kerjasama maka perbedaan itu menjadi kekuatan yang berlipat(sinergi) bukan penghancur.  KERJASAMA! KERJASAMA!

ADA...ADA...ADA...ADA...untuk“lilin iman”
Permainan yangterakhir adalah permainan yang bagiku sangat inspiratif. Bukan sekedar kerjasama yang dibutuhkan. Ada pengorbanan. Ada tanggung jawab melakukan bagian masing-masing karena ada TUJUAN BERSAMA. Semua peserta diharuskan menjaga lilin agar tidak mati dari titik start sampai finish. Tantangannya adalah panitia membawa air di dalam ember-ember dan botol-botol untuk menyiram lilin tersebut.Harus dilakukan pengulangan dari titik start jika lilin mati sebelum sampai di garis akhir yang disediakan lilin besar untuk dinyalakan. ADA PROSES ADA TANTANGAN. ITU HARUS DIINGAT SELALU. Omong kosong dalam proses perjalanan pertumbuhan karakter dan kerohanian semua berjalan baik-baik saja. Jika tidakmau ada masalah maka tidak akan ada perubahan hidup bahkan yang mungkin ada kemunduran. Pada akhirnya hanya orang-orang yang membuat keputusan untukmenghadapi masalah atau tantangan dalam tanggung jawabnya lah yang akan menjadipribadi yang lebih baik. Ada banyak pelajaran penting tentang kehidupan dari permainan ini. Satu pelajaran penting yang tidak dilupakan adalah ADA ORANG LAIN untuk SALING MENDUKUNG UNTUK BERTUMBUH. MUSTAHIL kita bisa berjuangsendiri menjaga “lilin iman” sampai Tuhan Yesus memanggil tanpa ada keputusan untuk membuka diri didukung orang lain.

ANUGERAH ITU ADALAH CUACA
Cuaca yang tidak hujan selama acara outing ini adalah salah satu bukti kasih Tuhan yang aku rasakan. Aku ingin mengingatnya sehingga tidak meragukan kasih-Nya bagiku dan KaPe. Selama dua hari di Mega Mendung, tidak ada hujan sama sekali. Padahal,kami mendapat info di Tangerang hujan deras bahkan hingga ada daerah-daerahyang banjir. Puji Tuhan. Tuhan memberikan anugerahnya kepada kami dalam bentuk cuaca yang bersahabat selama aktivitas kami. Terima Kasih Tuhan.

PANITIA
Di balik sebuah acara selalu ada panitia yang berjerih lelah mempersiapkan sebuah acara yang hanya dua hari satu malam. Persiapan mereka tidak hanya dua hari satu malam. Berbulan-bulan. Masing-masing bagian melakukan persiapannnya. Aku secara pribadi sangat diberkati oleh teman-teman panitia yang aku lihat BERTANGGUNGJAWAB menjalankan bagian mereka dengan MAKSIMAL. Aku diberkati oleh ERWIN dan SONNY yang benar-benar bekerja keras mengumpulkan semua perlengkapan yang dibutuhkan terutama oleh tim acara. Ada ECLAT yang berjuang hingga titikterakhir tanpa mempedulikan kondisi apapun yang dihadapi untuk memastikan semua acara berjalan sesuai rencana. Didi dan Tomy berjuang berkoordinasi untuk transportasi. Sylvia di konsumsi. Dahlia pegang uang. Tidak mudah bagian mereka walau tidak terlalu kelihatan. Begitu juga Yesi yang setia mengingatkan untuk rapat. Ada Ana juga di bagian acara serta Hengky sebagai ketua. Dua orang panitia tidak ikut tapi dengan maksimal mempersiapkan bagian mereka, yaitu Jo di bagian publikasi serta Oce di bagian acara. Biarlah nama Tuhan yang dimuliakan. Tidak sempurna tetapi maksimal adalah yang dilihat oleh Tuhan dan orang lainpun diberkati.

MOVE ON
Satu pelajaran terakhir yang kudapatkan adalah KEBERSAMAAN. Lewat outing ini kami memiliki waktu bersama lebih lama dibandingkan acara ibadah tiap Sabtu selama sekitar 1,5 jam atau BrRR tiap 2 minggu sekali selama sekita 2,5, jam.  Frekuensi bertemu mempengaruhi kedekatan. Ada rasa yang berbeda ketika dua tahun lalu selesai outing. Rasa lebih dekat satu sama lain. Aku percaya rasa ini semakin bertambah lewat outing tahun ini.Selanjutnya adalah keputusan masing-masing peserta outing apakah menjaga konsistensi untuk bertumbuh rame-rame atau akhirnya hanya “panas-panas tai ayam” semangatnya sehingga bulan depan sudah tidak ada lagi ANTUSIASME untuk BERTUMBUH RAME-RAME. Ada langkah MOVE ON yang harus diambil. Aku berdoa dan berharap semua pribadi yang ikut mengambil langkah tersebut. NEW VTI! Dekat –Padat -Merambat


Comments