TULISANMU HARIMAU-mu (Sebuah pengantar diskusi tertulis)



Tentu teman-teman sudah tahu ucapan terkenal  yaitu  “mulutmu harimau-mu”. Inti dari frase itu adalah lewat mulut dapat berdampak negatif yang sangat besar bagi orang lain seperti layaknya harimau yang menerkam mangsanya.

Hanya karakter orang Indonesia sebagian besar kecuali beberapa daerah seperti Batak dan Indonesia Timur, cenderung tidak langsung mengatakan dengan sejujur-jujurnya isi hatinya ketika bertemu bertatap muka. Kecenderungan yang ada adalah mengatakan hal-hal negatif seseorang kepada orang lainnya.

Namun, bukan hanya daerah, keberanian berbicara juga dipengaruhi oleh karakter seseorang. Orang yang melankolis seperti aku lebih suka menulis daripada berbicara langsung dibandingkan Oce yang sanguinis.

Nah, coba berhenti sejenak memikirkan bahkan jika bisa merenungkan bahwa banyak sekali kata-kata yang keluar dari hati dan diungkapkan lewat tulisan kita lebih banyak negatif atau positif? Jangan berhenti membaca tulisan ini sampai kata terakhir ya. Aku coba menganalisa kebiasaan kita dan kalian yang membaca bisa memberikan komentar jika ada yang tidak setuju atau ada tambahan yang belum disampaikan di tulisanku ini. Bisa dikatakan ini adalah DISKUSI TERTULIS

MENGAPA LEWAT TULISAN SAJA?

“masih banyak gebetan gw bukan lu doing!!! Ngerti”… “Lama2 gw dc lu!! 3-|”

Itu adalah dua tweet dari seseorang yang kukenal.  Aku kutip sebagai salah satu contoh dari sekian juta contoh nyata banyaknya ucapan-ucapan yang pedas di telinga dan pedas di hati yang sering kulihat di TWITTER, BBM, FACEBOOK atau SMS.

Social media yang sebenarnya tujuanya positif untuk kembali membangun silahturahmi teman atau keluarga yang berbeda tempat tinggal akhirnya tetap banyak juga digunakan sebagai hal negatif seperti mencaci maki seseorang tanpa mengatakan hal tersebut langsung kepadanya. Seperti ungkapan hati yang terpendam disampaikan dengan tulisan.

Mengapa tidak mengatakan langsung? Menurutku ada beberapa factor. Yang pertama adalah KEDEKATAN.  Semakin jauh relasi di antara seseorang, akan semakin sulit untuk mengatakan hal-hal yang negatif  atau lebih halusnya jika mengatakan masukan atau usulan. Hanya jika ada kapasitas misalnya punya otoritas sebagai pemimpin.

Faktor lain adalah EMOSI SESAAT. Segala hal yang diungkapkan dalam keadaan emosi tinggi akan menghasilkan hal-hal yang memberikan penyesalan di kemudian hari. Ungkapan-ungkapan kasar dan pahit.
Namun ada faktor lain yaitu JARAK dan BIAYA.  Nah. Kalau ini, memang sangat dimengerti jika hanya menggunakan tulisan sebagai cara berkomunikasi. Jika memang komunikasinya dengan penuh kasih, memang dampak negatifnya tidak terlalu besar. Namun tetap pada akhirnya pesan dari perasaan itu sungguh tidak bisa diucapkan secara total lewat kata-kata. Makanya wanita tidak mau “ditembak” menjadi pacar atau menikah lewat tulisan. Komunikasi lewat telepon lebih bisa mengungkapkan perasaan walau pada akhirnya tidak ada yang bisa mengalahkan pertemuan langsung bertatap muka.

DAMPAK?
Dampak sebuah tulisan itu tentu ada yang positif maupun negatif. Coba kalian baca hingga selesai apakah anda setuju atau mungkin ada perbedaan atau tambahan.

Yang pertama dari hal negatif dulu. KESALAHPAHAMAN. Kata-kata tidak bisa 100% mewakilkan perasaan orang sesungguhnya.  Kesalahpahaman inilah yang pada akhirnya bisa membawa kepada kebencian. Pada akhirnya muncullah KONFLIK. Jika yang membaca adalah pribadi yang dituju maka akan ada konflik yang dijamin tidak bisa cepat selesai dan pada akhirnya akan menimbulkan dampak yang besar dan luas. Bahkan bisa jadi terjadi perpecahan, perang dan ekstrimnya kematian. Banyak sekali berita rasa tersinggung karena tulisan memberikan rasa balas dendam yang sangat ekstrim lewat pembunuhan.
Pada akhirnya ketika ada kesalahpahaman, adalah baik jika berinisiatif untuk melakukan klarifikasi dengan didasarkan kasih agar kesalahpahaman bisa diselesaikan dengan kejelasan informasi sehingga tidak berbuntut panjang. Hanya saja ini lagi tantangan bagi tiap-tiap orang bukan masalah KEBERANIAN namun NIAT untuk menyelesaikan agar relasi tidak menjadi semakin jauh.

Efek lain adalah TIDAK RESPEK atau TIDAK SIMPATIK pada pribadi yang mengungkapkan kata-kata kasar. Karena segala hal yang diungkapkan dengan kata-kata emosional yang kasar mewakilkan kedewasaan seseorang dalam merespon apa yang terjadi di dalam hidupnya. Walaupun ada hal yang sangat menyakitkan atau merugikan dialami seseorang, jika dia memiliki kedewasaan berpikir dan kedewasaan rohani, maka dia akan mengungkapkannya dengan bahasa yang dewasa tanpa mengurasi pesan yang ia ingin sampaikan, entah itu kekecewaan, kemarahan atau ketidak setujuan. Nah, efek lain ini mungkin pendapat yang agak berbeda dengan yang membaca tulisanku ini.
Saya berpikir bahwa jika ada KASIH maka kata-kata yang diungkapkan tentu kata-kata yang penuh hikmat dan lembut walaupun mungkin dengan nada tegas ketika hendak menegur ataupun memberikan konfirmasi perintah atau larangan. Kata-kata yang dipilih bukanlah kata-kata yang tidak enak untuk didengar alias membuat kuping sakit atau membawa sebuah sakit hati.

ENCOUGAREMENT LETTER
Dari sisi positif, tulisan sangat memberikan banyak inspirasi. Itu pengalamanku secara pribadi.  Aku bisa mendapatkan banyak teguran, peringatan, nasehat untuk membawa aku menjadi lebih baik dari sebagai pribadi. Banyak sekali pencerahan kudapatkan ketika aku membaca tulisan orang lain.
Orang lain juga memberikan semangat baru kepadaku lewat tulisan. Aku sangat diberkati lewat budaya Engcouragement Letter (EL) yang  aku kenal di JOY dan ditularkan ke komisi pemuda GKY VTI. Aku juga mendengar banyak kesaksian bagaimana EL sangat memberikan kesegaran bagi setiap pribadi yang menerimanya.

Sepertinya aku lebih cenderung menulis ini dengan persentase dampak negatif lebih banyak daripada dampak postifnya. Hal ini dikarenakan budaya kebebasan menyatakan pendapat lewat social media lebih dominan mengarah pada ungkapan-ungkapan pedas yang kasar dan tidak memberikan berkat bagi orang lain

Aku berharap budaya menulis tetap dilestarikan namun dengan titik berat yang dominan adalah bagaimana memberikan dorongan, nasehat, teguran yang didasarkan kasih kepada orang lain bukan sebaliknya.  



Sekarang, silahkan jika ada yang ingin berkomentar berkaitan dengan pembahasanku tentang tulisan.
 

Comments