SELALU TIDAK NYAMAN



Di daerah tempat aku tinggal sekarang sedang ada perbaikan jalan umum besar-besaran. Perbaikan jalan tersebut sangat berpengaruh pada banyak hal. Yang pasti jalanan macet karena lebar jalan yang digunakan semakin sempit. Dengan semakin macetnya jalan, maka waktu yang ditempuh perjalanan juga semakin lama. Paling berdampak adalah waktu untuk menuju Rumah orang tuaku yang mau tidak mau harus melewati jalan yang diperbaiki tersebut.

Aku lupa sejak kapan dimulai perbaikannya, namun sudah cukup lama dan hampir selesai seluruhnya. Perbaikan jalan tersebut tidak hanya mengganggu aku sendiri namun banyak orang yang mengalami hal yang sama seperti aku. Bukan saja yang biasa melewati jalan tersebut namun juga setiap toko, setiap warung makan atau usaha-usaha lain yang dibuka di pinggir jalan tersebut terkena dampak dari perbaikan jalan tersebut.

Memang selama ini jalan tersebut bisa dikatakan sudah cukup baik dilihat dari standar jalan-jalan lain di sekitar yang rusaknya lebih parah namun tetap dilewati banyak kendaraan. Namun ternyata ada kebijakan untuk memperbaiki jalan tersebut seperti yang sekarang dilakukan.

Aku sendiri punya keyakinan besar bahwa hasil dari perbaikan jalan tersebut ternyata memberikan kenyamanan yang lebih baik daripada kondisi jalan sebelumnya walau sekarang belum selesai 100%. Namun, perbaikan jalan tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Ada PROSES yang BERDAMPAK DALAM BANYAK HAL dari sebuah PERUBAHAN POSITIF.

TIGA TANTANGAN
Begitu juga perubahan dalam karakter. Selalu butuh waktu dan pasti banyak sekali dampaknya dalam segala hal yang sudah biasa dilakukan selama ini. Bisa jadi ada hal-hal yang selama ini tidak dilakukan akhirnya harus dilakukan dan begitu sebaliknya. Perubahan selalu berdampak sepertinya negatif ketika selama masa proses namun sangat memberikan sebuah ucapan syukur.

Tantangannya menurutku ada tiga. Pertama, MEMULAI, kedua, BERTAHAN dalam PROSES dan yang ketiga KERENDAHAN HATI.

Nah, memulai saja adalah langkah yang tidak selalu mau diambil. Memulai perubahan apalagi berkaitan dengan hal-hal yang telah ‘biasa’ atau rutin dilakukan, atau sudah jadi prinsip hidup, atau sudah jadi sifat-sifat yang nempel dengan diri kita sejak waktu yang lama itu tidak mudah. Selalu ada pergolakan dalam hati. Selalu ada rasa ingin menolak dan merasa baik-baik saja walaupun sudah tahu ada yang lebih benar dan tentu lebih baik. Kita sudah banyak menerima nasehat, masukan, bahkan teguran dari pribadi-pribadi yang mengasihi kita, termasuk Tuhan namun karena kenyamanan dan kekerasan hati membuat kita tidak mau MEMULAI.

DISIPLIN KOMITMEN

BERTAHAN juga sebuah hal yang tidak mudah. MEMULAI itu penting namun BERTAHAN juga penting bahkan lebih penting. Perubahan tidak akan terjadi jika MENYERAH di tengah jalan. Menyerah bukan sekedar dalam bentuk berhenti melakukan langkah-langkah perubahan. Pada akhirnya kembali seperti masa lalu yang sebenarnya kita tahu salah. Bertahan itu bukan berarti selalu berada dalam kondisi baik-baik saja. Bertahan itu bahasa kerennya adalah KOMITMEN. Komitmen itu tidak bergantung pada perasaan emosi atau keadaan yang baik-baik saja, namun konsisten dalam segala perasaan dan segala kondisi. Istilah lain yang kukutip dari khotbah papaku, Komitmen itu membutuhkan DISIPLIN. Disiplin Komitmen sangat penting karena tanpa hal tersebut komitmen perubahan di awal akan menjadi sia-sia.

Dan ketika perubahan itu secara nyata terlihat oleh diri kita sendiri dan orang lain, yang perlu dijaga adalah HATI yang tetap melihat bahwa ini semua karena campur tangan Tuhan. Sebenarnya dari MEMULAI dan selama proses perubahan tersebut, sangat perlu MELIBATKAN TUHAN. Tanpa melibatkan-Nya, maka sangat diragukan terjadi perubahan. Ketika berhasil, kerendahan hati harus ada dalam diri kita.

Hidupku berubah menikah apalagi sejak Oce hamil. Tim kerja di tempatku bekerja juga ada perubahan. Tim pelayananku di BrRR juga akan mengalami perubahan.  Perubahan itu selalu tidak nyaman dalam prosesnya. Namun dalam ketidaknyamanan itulah aku belajar semakin bergantung pada Tuhan yang TIDAK PERNAH BERUBAH KASIH-NYA padaku.


Comments